Headlines News :
Home » » Terkait Dugaan Manipulasi Data, Panitia Pilkades Dungun Baru Rupat Bakal Dilaporkan ke Polisi

Terkait Dugaan Manipulasi Data, Panitia Pilkades Dungun Baru Rupat Bakal Dilaporkan ke Polisi

Written By Harian Berantas on Wednesday, August 9, 2017 | 12:18:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALS- Calon kepala desa di Dungun Baru Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, nomor urut satu (01) atas nama Adiah, bakal melaporkan ke Kepolisian panitia pemilihan kepala desa yang diketuai oleh Buya, sekretarisnya Witono, S.Pd, dkk, yang diduga telah melakukan manipulasi data pemilihan dan pembohongan publik.
Adiah, yang diduga dicurangi pada Pilkades Dungun Baru - Rupat
Seiring dengan berbagai dugaan pelanggaran keputusan Bupati Bengkalis, Nomor: 454/KPTS/XII/2016 tentang tahapan jadwal pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak dalam Kabupaten Bengkalis gelombang I tahun 2017-2023, calon kepala desa nomor urut 01 yang merasa murni dicurangi tersebut, juga telah menyampaikan laporan dan atau keberatan (resmi) kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis, tanggal 14 Juli 2017, disusul dengan surat pengaduan, Nomor: 05/LSM/HB/VIII/2017/RIAU, tanggal 08 Agustus 2017, yang tembusan laporan telah dikirim kebeberapa lembaga pemerintah terkait dan lembaga hukum seperti, lembaga Presiden RI, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Ketua DPR RI, Kapolri, Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Riau, Bupati Bengkalis, Ketua DPRD Bengkalis, Kapolres Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis, dan juga media cetak dan elektronik.

Adiah melaporkan panitia pemilihan kepala desa Dungun Baru Kecamatan Rupat kepada DPMD Kabupaten Bengkalis, karena panitia Pilkades terkesan curang yang menguntungkan salah satu calon (nomor urut 03-red), yang dinilai telah merusak sistem berdemokrasi di republik ini.

Dalam keterangan Adiah, kepada Wartawan di Pengadilan Negeri Bengkalis, Selasa (08/08/2017) siang menjelaskan, setidaknya puluhan warga dari pendukung calon kepala desa yang merasa hak suara mereka dicurangi dan dimanipulasi, telah membuat surat pernyataan mereka terkait pelanggaran Pilkades di Dungun Baru  tanggal 11 Juli 2017 lalu.

“Selain beberapa pelanggaran yang terjadi seperti bukti adanya warga yang diundang dan masuk dalam DPT, dan hak pilih mereka digantikan oleh orang lain, ada warga yang diundang panitia dan masuk dalam DPT, domisili mereka beradaa di Kota Dumai Provinsi Riau. Ini menurut saya terang Adiah, merupakan tindakan yang merusak sistim demokrasi kita di negeri junjungan Kabupaten Bengkalis. Jika kecurangan dan pelanggaran seperti ini tidak segera diperbaiki, diperbaharui dan ditegur oleh Bupati kita, maka sistim berdemokrasi kita semakin hancur kedepan,” jelas Adiah saat berbincang dengan wartawan di Pengadilan Negeri Bengkalis, Selasa (08/08/2017).

Selain melaporkan panitia pemilihan kepala desa ke Bupati Bengkalis, Cq. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis, lanjut Adiah, pihaknya juga melalui salah satu Ormas/aktivis bakal melaporkan kasus dugaan pelanggaran berupa manipulasi penipuan dan gratifikasi nominal uang sebesar Rp300 ribu kepada salah satu warga (Pemilih), ke Kepolisian, Kamis (10/08/2017) mendatang.

“Bukti-bukti sudah jelas dan akurat. Saya melalui salah satu organisasi/aktivis pada Kamis ini, bakal datang ke Polres Bengkalis dan Polda Riau melaporkan kasus tersebut. sebab pelanggaran hukumnya dinilai cukup melampaui batas, dan warga yang menyaksikan berbagai pelanggaran pada Pilkades di Dungun Baru, Rupat tanggal 11 Juli 2017 lalu itu bukan hanya puluhan orang lagi tapi ratusan orang” kata Adiah dengan penuh harapan agar adanya pemilihan ulang kepala desa Dungun Baru kembali, serta para oknum terduga pelaku penipuan dan gratifikasi diproses sesuai ketentuan peraturan hukum berlaku.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis, Ismail, MP, melalui Kepala Bidang Pemerintah Desa, Wahyudin, kepada Wartawan Harian Berantas, Selasa (08/08/2017), akan memeriksa ketua panitia pemilihan kepala desa Dungun Baru, serta meminta penjelasan Camat Kecamatan Rupat, Hanafi.

“Mereka sudah saya panggil untuk datang ke Bengkalis besok. Ketua panitia pemilihan kepala desa Dungun Baru itu Saya periksa besok hari, dan juga Camat Rupat saya mintai keterangan.  kata Kabid Pemdes, Wahyudin.

Sementara itu, ketua panitia pemilihan kepala desa di Dungun Baru, Buya,  menjawab Harian Berantas, Selasa (08/08/17) malam, “Kalau yang namanya Acan dan Susanti yang domisili kartu keluarga (KK) dan KTP mereka berada di Kota Dumai, karena mereka sebelumnya sudah terdaftar sebagai calon pemilihan Bupati. Makanya, nama mereka bisa kami daftarkan di DPT, ucapBuya mengelak. (Choir)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas