Headlines News :
Home » » KPK Ungkap Korupsi Proyek Multi Years Rp.495 Miliar di Pulau Rupat-Bengkalis, Berkat Laporan Aktivis

KPK Ungkap Korupsi Proyek Multi Years Rp.495 Miliar di Pulau Rupat-Bengkalis, Berkat Laporan Aktivis

Written By Harian Berantas on Saturday, August 12, 2017 | 6:50:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Bergulirnya pengungkapan kasus dugaan korupsi dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang dibangun secara tahun jamak atau multi years pada tahun 2013 s/d 2015‎, dikerjakan oleh PT. Mawatindo Road Construktion, dengan nomor kontrak, 600/PV-BM/SP-MY/X/2013/005, Tanggal Kontrak 28 Oktober 2013 senilai Rp.495.319.678.000.00,- atau Rp.495 miliar lebih, ternyata berkat laporan resmi dari elemen masyarakat.
Aktivis LSM KPK usai menyerahkan bukti tambahan  korupsi proyek MY Rupat ke KPK Bukti tanda terima penyerahan tambahan laporan bukti korupsi proyek MY Rupat
ini atas kasus itu, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni, Muhammad Nasir yang kini menyambang tugas sebagai Sekda kota Dumai yang juga mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013 dan 2015 selaku PPK dan Hobby Siregar selaku Direktur PT. Mawatindo Road Construktion.

"Untuk kasus ini, bukan suap, tapi ini terkait korupsi. Ada perbuatan melawan hukum di proyek ini‎. Tentu saja ini karena ada laporan dari masyarakat. Kami apresiasi laporan ini. Kami harap masyarakat terus aktif mengawasi dan beri laporan ke penegak hukum," tutur Jubir KPK, Febri Diansyah, Sabtu (12/8/2017) di Jakarta.

Febri melanjutkan, dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 80 miliar ini, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada pihak lain di luar dua tersangka yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK.

"Kami sementara ini fokus dulu ke tersangka ‎MNS dan HOS. Kami lihat juga indikasi keterlibatan pihak lain, kalau ada bukti permulaan yang cukup, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain," sebut Febri.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun1999 tentang ‎ Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Untuk kebutuhan pengembangan dan penyidikan, selama tiga hari berturut-turut pada Senin-Rabu, 7-9 Agustus 2017 penyidik‎ KPK menggeledah di tiga daerah seperti Pekanbaru, Bengkalis, Dumai dan Pulau Rupat.

Penggeledahan di Pekabaru dilakukan 7 Agustus 2017, yang digeledah ialah rumah mantan Bupati Kabupaten Bengkalis, Heriyan Saleh dan rumah tersangka Muhammad Nasir.

Penggeledahan di Bengkalis dilakukan 8 Agustus 2017, yang digeledah ialah Kantor Dinas PU, Kantor Pemda, Kantor LPSE, dan rumah milik saksi Hurry Agustuanri.

Di Kota Dumai, penggeledahan dilakukan di rumah saksi Hermanto-subcont dan dilakukan penyegelan di ruangan di rumah dinas Sekda Dumai. Lalu di hari yang sama, 9 Agustus 2017 penyidik‎ menggeledah kantor PT Mawarindo Road Construction dan rumah atau kantor saksi Hasyim-Subcont di Pulau Rupat.

Dari penggeledahan di 10 lokasi, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik berupa HP, handdisk, dan dua motor milik PT Mawatindo‎.

Untuk kebutuhan penyidikan dan pemeriksaan kedua tersangka telah dila‎kukan pencegahan ke luar negeri selama enam bulan kedepan sejak 21 Juli 2017.

Demi pengembangan penyidikan, minggu depan penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi di SPN Pekanbaru.

Diketahui penanganan kasus itu terungkap setelah Muhammad Nasir tidak bisa berangkat ibadah haji. Ini lantaran Muhammad Nasir ternyata dicegah berpergian ke luar negeri untuk enam bulan kedepan atas permintaan KPK ke Imigrasi.

Padahal sejak jauh-jauh hari, Muhammad Nasir sudah mempersiapkan berbagai hal untuk berangkat haji bersama sang istri melalui Embarkasih Batam.

Sesuai rencana, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis ini berangkat ke tanah suci bersama kelompok terbang (kloter) 7 Embar kasih Batam.

Muhammad Nasir merupakan satu dari 210 Jemaah Calon Haji asal Dumai. Bahkan dia sudah mengajukan cuti selama 40 hari untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

H.Muhammad Nasir tercatat sudah cuti sebagai Sekda Kota Dumai terhitung 3 Agustus 2017 kemarin. Selama cuti untuk sementara tugasnya dijalankan oleh Hamdan Kamal yang menjabat sebagai Asisten I Wali Kota Dumai.

Diketahui sebelumnya, elemen organisasi LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK) pada tanggal 24 Mei 2016 dan 08 Desember 2016, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, melaporkan adanya dugaan perbuatan tindak pidana korupsi dana proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih (Multi Years) tahun 2013 s/d 2015 di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, yang kerjakan PT. Mawatindo Road Construktion.

Dan kemudian, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespon pengaduan masyarakat (LSM) dengan surat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), nomor, R/385/40-43/01/2017, tanggal 27 Januari 2017.

Dalam keterangan rilis yang disampaikan Mistarudin selaku koordinator LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM–KPK) tingkat DPP kepada Wartawan di Pekanbaru (05/02/2017) lalu, terkait tanggapan atas pengaduan telah terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang diterima oleh LSM KPK, Sabtu (04/02/2017) dari anti rasuah atau Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), nomor R/385/40-43/01/2017 tersebut.

Kasus perkara dugaan korupsi yang dilaporkan dengan nilai sebesar Rp.495.319.678. 000,00 atau Rp.495 miliar itu, terkait pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dilaksanakan secara tahun jamak atau multi years (MY) di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, dengan kontraktor pelaksana PT. Mawatindo Road Construktion, dan kontrak,No. 600/PV-BM/SP-MY/X/2013/005, Tanggal Kontrak 28 Oktober 2013 sumber dana APBD.

Sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek yang dinilai merugikan keuangan negara mencapai Rp80 miliar itu, dinakhodai Hurri Agustianri, ST,MT. Pihak yang dicurigai ikut bertanggungjawab dan terlibat dalam kasus korupsi yang cukup lumayan besar tersebut, sekira 9 orang lagi termasuk oknum panitia pada ULP Kabupaten Bengkalis yang diduga telah menerima fee sebesar Rp1 miliar dari nilai proyek. (sz/yn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas