Headlines News :
Home » » Diduga Terkait Peninggalan Kasus Korupsi di Bengkalis-Riau, Sekda Pemko Dumai Dicekal KPK

Diduga Terkait Peninggalan Kasus Korupsi di Bengkalis-Riau, Sekda Pemko Dumai Dicekal KPK

Written By Harian Berantas on Tuesday, August 8, 2017 | 2:07:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU--- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Dumai-Riau, Ir. M.Nasir yang hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci, gagal karena Paspor atas nama Muhammad Nasir terdeteksi masuk dalam cekalan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Adanya pencekalan sang mantan Kadis PU Bengkalis, Ir. M Nasir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, dibenarkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Pekanbaru, Pria Wibawa, saat ditemuiWartawan, di Pekanbaru Senin (07/08/2017).

"Paspor yang bersangkutan telah dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Dumai. Setelah mendapatkan permintaan pencekalan resmi dari lembaga negara (KPK, TNI atau Polri) maka Kantor Imigrasi akan segera menyita paspor yang bersangkutan sampai pencekalan usai," ujar Pria Wibawa.

Namun, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Pekanbaru, Pria Wibawa, tidak mengetahui persis hal apa yang membuat sang Sekdako Dumai, M. Nasir itu dicekal oleh lembaga anti rasuah atau KPK.
Terkait kebenaran gagalnya M. Nasir bersama istrinya berangkat ke tanah suci, juga diakui Kasi Informasi Haji Kantor Kemenag Riau, Asril. Dari Kota Dumai ada 5 JCH yang batal berangkat. Tiga karena sakit dan tak sempat berangkat ke Batam. Sementara dua orang lagi sudah sampai di Batam tapi tak bisa berangkat karena Paspornya ada masalah.

Ketika ditanya apakah dua JCH Dumai yang gagal berangkat dari Batam adalah M. Nasir dan istrinya, Asril membenarkan. “Memang itu (M.Nasir dan istrinya) dan kabarnya sudah dipulangkan kembali ke Dumai, tapi kami belum dapat kepastian apa penyebabnya,” jelas Asril menjawab Wartawan.

Jubir Komisi Pemberantas Korupsi, Febri Diansyah saat via selulernya dihubungi www.arianberantas.co.id, Senin (07/08/2017) sore tak diangkat, demikian bahan konfirmasi www.harianberantas.co.id lewat via SmS belum terjawab.

Seperti diketahui sebelumnya, elemen organisasi yang anti dengan korupsi LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ( LSM - KPK ) pada tanggal 24 Mei 2016 dan 08 Desember 2016, secara resmi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, melaporkan adanya kasus dugaan perbuatan tindak pidana korupsi dana proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih (Multi Years) tahun 2013 s/d 2015 di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, yang kerjakan PT. MAWATINDO ROAD CONSTRUKTION, dengan kontrak sebesar Rp.495.319.678.000.00,- atau Rp.495 miliar lebih.

Lalu pada tanggal 27 Januari 2017, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung merespon pengaduan melalui surat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ke lembaga LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM –KPK ) Pelapor, Sabtu (04/02/2017), nomor surat KPK, R/385/40-43/01/2017, tanggal 27 Januari 2017.

Surat tanggapan pengaduan/laporan masyarakat (LSM KPK) yang dikirim oleh KPK RI tersebut, juga dibenarkan koordinator LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ( LSM – KPK ), Mistarudin, di Pekanbaru.

Dalam keterangan tertulis yang diterima www.harianberantas.co.id, tertanggal 05 Pebruari 2017 siang lalu, tanggapan atas pengaduan telah terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang diterima oleh LSM KPK, Sabtu (04/02/2017) dari anti rasuah atau Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), nomor R/385/40-43/01/2017 tersebut diberikan, setelah LSM KPK pada tingkat DPP, ada dua kali berturut-turut (24 Mei 2016 dan 08 Desember 2016-red) melaporkan kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis dan kawan-kawan yang saat itu dipimpin oleh Ir. M. Nasir, M.Si.

Adapun kasus dugaan korupsi yang dilaporkan dengan nilai Rp.495.319.678.000,00 atau sebesar Rp.495 miliar itu, terkait pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dilaksanakan secara tahun jamak atau multi years (MY) di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan kontraktor pelaksana PT. Mawatindo Road Construktion, dan kontrak, Nomor: 600/PV-BM/SP-MY/X/2013/005, Tanggal Kontrak 28 Oktober 2013 sumber dana APBD.

Dan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek itu sendiri, dikomandoi oleh Hurri Agustianri, SST, MT yang sekarang beralamat kantor di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jl. Pertanian Kabupaten Bengkalis.

Bukti-bukti tambahan yang dapat membuat pihak KPK lebih fokus lagi, sudah kami serahkan pada taggal 08 Desember 2016 lalu. Jadi, tidak ada lagi kesulitan bagi KPK untuk mencari bukti lain untuk kasus yang diduga telah merugikan keuangan daerah dan negara tersebut.

Karena bukti manipulasi pencairan dana anggaran yang diduga untuk memperkaya diri dan kroni-kroni para oknum pejabat di lingkup dinas PU Bengkalis, termasuk terlapornya Ir. M. Nasir, M.Si yang kini Sekdako di Pemko Dumai Provinsi Riau.

Dijelaskan, KPK berdasarkan suratnya kepada Ketua Umum DPP LSM KPK di Pekanbaru-Riau, bahwa laporan/pengaduan yang telah diterima KPK pada tanggal 08 Desember 2016 lalu, sebagai tambahan informasi bagi penindakan anti rasuah atau KPK. Dimana pada tanggal 24 Mei 2016 sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana proyek tahun jamak atau MY di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 sebesar Rp495 miliar itu telah dilaporkan dan dikoordinasikan oleh aktivis LSM KPK kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Jakarta, terang Mistarudin.

Terkait pencekalan maupun dugaan korupsi anggaran proyek tahun jamak di salah satu Kecamatan di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 lalu tersebut, hingga berita ini naik, via hendphon milik Ir. Muhammad Nasir yang berkali-kali dihubungi harianberantas, sudah tak aktif.

Lain hal Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK proyek, Hurri Agustianri, SST, MT saat hendak dikonfirmasi harianberantas dikantornya, belum terlihat masuk kantor. “Pak Hurry belum ada masuk kantor pak” ujarsalah satu staf  dinas PUPR Bengkalis, Senin (07/08/2017) siang.  (Nanang)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas