Headlines News :
Home » » Peringatan HUT RI ke-72 Sudah Didepan Mata, Indonesia Belum Merdeka dari Jajahan Korupsi

Peringatan HUT RI ke-72 Sudah Didepan Mata, Indonesia Belum Merdeka dari Jajahan Korupsi

Written By Harian Berantas on Monday, July 3, 2017 | 2:16:00 PM

HARIANBERANTAS, RIAU- Elemen masyarakat yang peduli dengan korupsi, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, menyerukan meminta pemerintah lebih memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72 tahun yang sudah didepan mata untuk mendengungkan semangat pemberantasan korupsi di tanah air.
Koord Hukum dan Ham LSM LSM KPK, Zosa Wijaya WS, SH usai mempertanyakan perkembangan laporan kasus dugaan korupsi yang ditangani Polda Riau
Sebab, bangsa ini belum terlepas dari berbagai macam jajahan kalangan koruptor yang bersembunyi dibalik jabatan elit partai, pemerintahan dan perusahaan hitam yang sudah sedemikian terbungkus rapi.

Negara Indonesia ini masih dijajah oleh koruptor. Bila dulunya Indonesia dijajah oleh bangsa asing maka kini bangsa ini dijajah oleh orang-orang berdasi. Koruptor masih menggurita mengikis peradaban dan perekonomian bangsa.

Lepas dari tangan asing malah kita dijajah oleh bangsa sendiri. Satu sama lainnya saling menghujat tanpa berusaha memperbaiki kondisi dan keadaan,” cetus Koordinator Hukum dan Ham LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) tingkat DPP, Zosa Wijaya WS di Pekanbaru, Riau, Senin, (03/07/2017).

Secara tegas Zosa mengatakan, semangat kemerdekaan ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah bersama dengan aparatur penegakan hukum dengan mengajak masyarakat memberantas segala bentuk korupsi sampai ke akar-akarnya.

Pemerintah harus memberikan garansi kepada penegak hukum untuk memperoses siapa saja pejabat Pusat, daerah maupun legislatif jika terindikasi terkait kasus dugaan korupsi yang menciderai keadilan dimasyarakat Indonesia.

“Permasalahan yang terjadi belakangan ini, aparatur penegakan hukum sendiri sepertinya turut dijajah oleh kalangan koruptor dan pengusaha hitam. Sehingga, kebenaran justru terbalik menjadi sebuah kejahatan.

Sementara itu, keadilan khususya terhadap orang kecil, sangat jarang untuk bisa didapatkan. Artinya, penjajah juga banyak menjajah untuk melemahkan penegakan hukum,” sebutnya.

Koordinator Hukum dan Ham LSM KPK, Zosa Wijaya WS menyampaikan, momentum kemerdekaan harus dimanfaatkan sebagai semangat pemberantasan korupsi dipastikan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Apalagi, belakangan ini pemerintah sudah terpojok dari berbagai persoalan yang melanda tanah air. Korupsi bukan berhenti malah semakin bertambah parah di tanah air ini.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Bansos/Hibah Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau, dengan dugaan kerugian Rp.204.616.232.850 atau Rp204 miliar (anggaran siluman) dari total jumlah biaya anggaran Rp.272.277.491.850 atau Rp.272 miliar pada tahun 2012, dugaan korupsi penyertaan modal pada PT. BLJ Bengkalis tahun 2012 sebesar Rp300 miliar.

Kasus dugaan uang suap dan janji soal pengesahan R-APBDP Riau tahun anggaran 2014 dan RAPBD Riau 2015, kasus dugaan gratifikasi dan korupsi dalam pekerjaan proyek tahun jamak atau multi years (MY) di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun 2013-2015 sebesar Rp495 miliar.

Kasus dugaan korupsi sebesar Rp9 miliar yang disertai dengan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Direktur PT.Surya Citra Gemilang dalam kontrak pembangunan jembatan Sungai Kekalakap (tahap I) di Kabupaten Siak tahun 2014, dugaan korupsi dan rekayasa dalam pembebasan lahan kawasan industry dan pelabuhan Tanjung Buton Kabupaten Siak di Kecamatan Sungai Apit senilai Rp28,1 miliar dan Rp60 miliar yang merupakan kasus dugaan korupsi yang tersebut diatas, beberapa kasus yang sudah menjadi pusat perhatian masyarakat di Provinsi Riau. 

Masyarakat pesimis jika pemerintah khususnya kepala negara mendukung aparatur penegak hukum membongkar kasus ini sampai tuntas. Pemberantasan korupsi terkesan hanya formalitas saja. 

Sebab pihak atau orang yang sebagian sudah ada diproses dalam beberapa in casus, merupakan bagian dari lawan politik yang dinilai telah menciderai keadailan ditengah-tengah masyarakat, belum lagi kasus dugaan korupsi luar biasa lain yangterjadi diluar wilayah daerah Provinsi Riau di tanah air Indonesia, ungkap Zosa. (Yana).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas