Headlines News :
Home » » Beroperasi 24 Jam, Pemko Pekanbaru Diminta Warnet Kairos Ditutup

Beroperasi 24 Jam, Pemko Pekanbaru Diminta Warnet Kairos Ditutup

Written By Harian Berantas on Tuesday, July 4, 2017 | 9:48:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Warung internet (warnet) di Kota Pekanbaru semakin leluasa dan merajale dan beroperasi hingga 24 jam atau tanpa batas waktu. Salah satunya, warung internet (Warnet) “KAIRO-Net yang terletak di Jalan Jati No. 78 Pekanbaru yang beroperasi hingga 24 jam.

Informasi yang dihimpun harianberantas.co.id dari salah seorang warga berinisial AN menuturkan, Warnet Kairos selama ini buka 24 jam. Yang lebih anehnya lagi, di bulan puasa umat muslim Kairos juga tetap beroperasi.

“Ya, memang warnet Kairos itu tak pernah tutup. Dibulan puasa kemaren saja hanya pintunya yang tertutup namun orang didalamnya bermain. Pemain di warnet Kairos-itu, Orang dewasa, anak-anak, dan perempuan. Semuanya bermain Judi Oline” ungkap AN.

AN menambahkan, saya berharap kepada pemerintah untuk segera tutup warnet kairos itu, karena keberadaan warnet kairos dilingkungan ini sangat mengganggu ketertiban serta dapat memperngaruhi anak sekolah untuk bermain judi online.

Usut punya usut, salah satu karyawan yang berhasil di temui wartawan yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, kami memang buka 24 jam. Sedangkan di bulan puasa kemaren kami hanya menutup pintunya saja untuk menghindari razia dari petugas.

“Benar, warnet Kairos ini tetap buka kok kemaren di bulan puasa. Hanya pintunya saja yang tertutup. Pemain disini rata-rata orang dewasa laki-laki /perempuan dan anak-anak” sebutnya.

Lebih jauh karyawan warnet Kairos menjelaskan, upah kami di warnet ini hanya mulai Rp.1.200.000 s/d 1.400.000. Kalau peraturan upah minimum / UMK/UMR, kami tidak tahu, sedangkan slip gaji kami nggak pernah dikasih oleh atasan, tuturnya.

Menyikapi hal ini, ketua bidang Inteligen DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ( LSM KPK), Jayahati, SS.  Meminta agar pihak pemerintah kota Pekanbaru segera meninjau ulang dan merevisi izin operasional khusus warung internet (warnet) yang beroperasi hingga 24 jam tanpa batas waktu serta menutupnya. Karena keberadaan warnet yang buka 24 jam tersebut sangat meresahkan warga kota Pekanbaru.

"Sepanjang pengetahun saya, izin warnet hanya diperbolehkan beroperasi mulai jam 8 pagi s/d jam 22 malam” sebut Jaya, selasa (4/7/2017).

Jaya mengemukakan peninjauan ulangizin buka warnet 24 jam ini dikarenakan usaha tersebut akan berdampak buruk kepada generasi muda serta rawan terjadinya transaksi seks dan narkoba serta kerap dijadikan warnet sebagai  tempat perjudian online. Selain itu,  menilai perlakuan khusus tentang warnet yang beroperasi selama 24 jam ini akan menimbulkan keributan ditengah-tengah masyarakat dan para pelaku usaha warnet lain.

"Saya khawatir, kebijakan yang tidak objektif seperti ini akan berdampak kecemburuan social kepada pelaku usaha dan masyarakat kita," katanya.

Selain itu, pemberian izin buka 24 jam itu sudah melanggar aturan karena tidak tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru. Dalam Perda Tahun 2015 tentang Penataan dan Pengendalian Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Perwako Nomor 49 Tahun 2016, para pelaku usaha warnet hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

" Kan didalam perda itu tidak ada perlakuan beroperasi 24 jam, kalau ada yang khusus berarti tidak ada yang tidak khusus," katanya.

Untuk itu, aktivis anti korupsi ini meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengevaluasi kembali kebijakan tersebut. "Saya minta SKPD atau OPD mengevaluasi kembali atau meluruskan kembali tentang kebijakan tersebut agar dunia usaha dan masyarakat tetap aman, damai dan tentram," tambahnya lagi.

Pelaku usaha warnet Pekanbaru saat ini banyak yang membuka usahanya hingga 24 jam. Bahkan di beberapa warnet seperti Kairos yang terletak di jalan Jati no. 78 Pekanbaru secara terang-terangan membuat papan nama warnet dan buka 24 jam. 

Lebih anehnya lagi upah karyawan warnet Kairos itu dibawah UMK/UMR dan sangat tidak sesuai, padahal mereka bekerja penuh waktu. 

“Dinas Ketenagaan Kerjaan kota Pekanbaru diminta untuk segera memanggil dan memeriksa pengusaha warnet Kairos yang membayar upah karyawannya di bawah UMK/UMR serta melanggar Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenaga kerjaan, yakni Pasal 90 Ayat (1) dan Pasal 185 Ayat (1) dengan pidana 4 tahun penjara dan denda 400 juta” tutup Jaya. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas