Headlines News :
Home » » Berdalih Setor ke Negara, Koperasi KPRI Tunas Harapan Diduga "Peras" Masyarakat

Berdalih Setor ke Negara, Koperasi KPRI Tunas Harapan Diduga "Peras" Masyarakat

Written By Harian Berantas on Tuesday, July 4, 2017 | 9:53:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Demi mendapatkan penghasilan tambahan, banyak cara dilakukan agar tercapai tujuannya. Demikian halnya dengan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Tunas Harapan Bandara Udara Japura Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) Provinsi Riau yang diketuai oleh Zulhaimi, terduga "Pemeras" masyarakat dengan dalih bahwa uang sewa yang diperoleh dari masyarakat yang menduduki tanah bandara udara Japura akan disetorkan ke Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Zulhaimi
Pasalnya, Koperasi KPRI Tunas Harapan Bandara Udara Japura, memungut biaya sewa bagi pemilik bangunan yang menduduki tanah bandara. Demikian disampaikan Ketua KPRI Tunas Harapan Bandara Udara Japura, Zulhaimi kepada awak media www.harianberantas.go.id di ruang kerjanya, senin 03/07/2017.

Sebelumnya, awak media www.harianberantas.go.id sudah wawancara langsung dengan salah satu pemilik rumah, inisial T.A, ( 35 ), sabtu, 01/07/2017, memaparkan bahwa, semenjak tahun 2002, sudah menempati tanah milik Bandara Udara Japura. waktu itu, Kepala Bandara adalah Bapak Fahri. namun belum ada biaya sewa seperti sekarang ini. Beliau berpesan, kalau ada anggota saya yang coba-coba minta uang sewa, bilang sama saya. tapi tolong jaga kebersihan, dan ingat, bila sewaktu-waktu tanah itu kami butuhkan, harus iklas meninggalkan tanpa minta ganti rugi. Itulah pesanya sama saya, ” tuturnya.

Tambahnya, siapapun yang menduduki tanah Bandara Udara Japura, tidak boleh membangun rumah yang permanen.Tujuannya untuk menghindari biaya ganti rugi. Namun, setelah Pak Fahri sudah pensiun, sekitar tahun 2010, mulailah berlaku sewa. Koperasi KPRI Tunas Harapan Bandara Udara Japura, membuat surat pernyataan bahwa, setiap orang yang menduduki tanah Bandara Udara Japura dikenakan sewa sebesar Rp 500/meter.

Tapi, semenjak tahun 2015, peraturan dari Koperasi KPRI Tunas Harapan, sudah berubah aturan mainnya. Dari sebelumnya biaya sewa hanya Rp 500/meter, berdasarkan luas tanah yang ditempati. Sekarang ini biaya sewa sudah Rp 10.000/meter menurut luasan bangunan. "Kalau Rp10.000/meter mah, sangat memberatkan," keluhnya. 

Setiap bayar sewa, saya antar langsung ke kantor bandara. Yang menerima adalah Pak Diko, bendahara Koperasi KPRI Tunas Harapan Bandara Japura. Sebesar Rp4.440.000,- sambil memperlihatkan kwatansi pembayaran sewa yang bermaterai Rp.6000. " tambahnya.

Sementara, Ketua KPRI Tunas Harapan Bandara Udara Japura, Zulhaimi, membenarkan adanya biaya sewa setiap tahunnya. Namun, menepis tudingan bahwa biaya sewa itu bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan kami setorkan ke negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak.

Saat ditanya, berapa jumlah total keseluruhan uang sewa yang terkumpul tahun 2016, Zulhaimi terkesan berkilah. Masalah uang sewa, bendahara yang tau persis," jawabnya.

Zulhaimi menambahkan lagi, terkait dengan sewa bagi setiap yang menduduki tanah bandara, setiap tahunnya kami buat surat pernyataan dan wajib dilaksanakan oleh mitra Koperasi KPRI Tunas Harapan Bandara Japura," tegasnya. (Lamhot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas