Headlines News :
Home » » Sok Pahlawan, Akibat Ulah Beberapa Oknum Wartawan Membuat Sesama Wartawan di Bengkalis Saling Siku Menyiku

Sok Pahlawan, Akibat Ulah Beberapa Oknum Wartawan Membuat Sesama Wartawan di Bengkalis Saling Siku Menyiku

Written By Harian Berantas on Wednesday, June 21, 2017 | 8:54:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Pewarta berita ini mengajak dan  menghimbau seluruh Wartawan di Kabupaten Bengkalis, untuk merapatkan  barisan  serta mengedepan-kan  kejujuran   keadilan, serta menghilangkan rasa kecemburuan sosial, serta iri dan dengki.Menjalin silaturrahim, menjaga keutuhan Pers, menjaga persatuan Jurnalis/Wartawan, agar kemerdekaan Pers itu sendiri betul–betul  kita rasakan, karena kemerdekaan Pers juga merupakan bagian kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia.
Dari catatan hasil pengamatan Wartawan media ini, di Kabupaten Bengkalis diliputi banyak kalangan Wartawan dari berbagai media cetak maupun media elektronik (online). Meskipun di setiap pertemuan di berbagai tempat, di warung kopi, dan di mana-mana kelihatan seperti tidak ada masalah dalam hal perbedaan sesama profesi jurnalis.

Semestinya sesama Wartawan/Jurnalis saling bahu membahu, tolong-menolong dalam hal kebaikan. Akan tetapi sebaliknya, di dalam tubuh oknum Wartawan/jurnalis, justeru saling membicarakan kejelekan sesama teman wartawan, menjatuhkan lewat pembicaraan di saat pertemuan di warung kopi, dan di mana-mana.

Sadisnya lagi, ada oknum Wartawan media online yang dinilai sok pahlawan namun isi perutnya maupun keluarganyapun juga tetap berharap pada dana APBD dengan cara melobi sana-sini paket proyek milik pemerintah, termasuk Galeri Foto, Iklan, Advetorial, jasa pembuatan website dibeberapa SKPD setiap bulan dalam setiap tahun anggaran, tidak segan-segan memuat berita dan tulisan berupa “Himbauan” buat pemerintah mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten/Kota meminta agar Wartawan yang sedang melaksanakan jurnalistiknya dalam konteks wawancara atau konfirmasi  di photo, rekam dan dilaporkan oleh oknum pejabat dan lain sebagainya.

Sangat disayangkan memang. Pernyataan sang oknum Wartawan yang dinilai belum mengerti dan memahami kaidah-kaidah Jurnalis dan Kode Etik penulisan berita, membuat citra Pers di Kabupaten Bengkalis khusunya dan umumnya di tanah air Indonesia jadi tercoreng yang tidak berwibawa lagi.

Selain itu, ada banyak pula oknum Wartawan yang baru beberpa bulan dan beberapa tahun setelah menyandang profesi jurnalis itu, namun telah berhasil mendirikan dan memimpin sebuah perusahaan Pers berupa media online.

Namun, dihadapan para kalangan pejabat khususnya didaerah Kabupaten Bengkalis mengaku dirinya dialah Wartawan senior dan yang paling pintar. Bahkan oknum Wartawan itu mengakui kalau UKW atau Uji Kompetensi Wartawan yang ia dapatkan murni atas dimiliki UKW hasil karya dirinya di Jakarta atau di Dewan Pers. Walaupun makna dari UKW maupun pengertian dan penguasaan tugas pokok Pers undang-undang No. 40 tahun 1999 itu yang sebenarnya tidak di mengerti 5 persen (%) pun. Lalu kinerjanya memojokkan dan saling menjelekkan Wartawan dan media lain.

Sehingga akibat ulah beberapa oknum Wartawan tersebut, membuat sesama Wartawan yang ada di daerah Kabupaten Bengkalis tidak singkron akibat beberapa oknum Wartawan tersebut suka memojokkan dan saling menjelekkan Wartawan dan media lain.

Padahal didalam ketentuan undang-undang pokok Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, sangat jelas diatur bahwa Pers dilindungi, serta memiliki kode etik yang santun.

Penyakit yang sebenarnya yang di derita oleh oknum wartawan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, karena oknum-oknum Wartawan tersebut merasa dirinyalah yang paling hebat, dialah yang paling pintar diantara lain yang beritanya murni dari hasil karya Wartawan sendiri dan bukan copy paste.

Undang-undang Pers, termasuk undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP), kita wartawan dituntun  untuk  jujur, adil, bijaksana dan transparan serta berperilaku baik. Wartawan selalu menyoroti pejabat, pengusaha, pelaku illegal, sampai masyarakat yang berbuat anarkis.

Tetapi siapa yang  berhak menyoroti wartawan? Sementara  banyak oknum wartawan prilakunya  sangat bertentangan dengan undang-undang  Pers  dan undang-undang  keterbukaan informasi publik atau KIP.

Ada beberapa  kelemahan Pers di Kabupaten Bengkalis, pertama tidak saling menghargai sesama wadah dan profesi, tidak mempunyai rasa kekompakan dan atau kebersamaan, sehingga bila ada Wartawan/Jurnalis di daerah tersebut ada yang tersandung dengan kasus hukum, saling urus-urus sendiri, tidak ada tempat pengaduan  untuk bantuan  hukum Pers, sehingga wartawan di Kabupaten Bengkalis sangat di pandang sebelah mata oleh semua pihak.

Dengan demikian, Jurnalis Harian Berantas yang mewartakan berita ini, mengajak dan  menghimbau seluruh wartawan maupun perusahaan media di Kabupaten Bengkalis untuk merapatkan  barisan  serta mengedepankan  kejujuran, keadilan dan kenyamanan ditengah-tengah masyarakat tanpa terkecuali.

Hilangkan rasa kecemburuan sosial,serta iri dan dengki jangan seperti yang dilakukan oleh beberapa oknum Wartawan yang sok pahlawan mendatangi rumah atau kediamannya salah satu oknum rekanan kontraktor gedung KNPI Bengkalis untuk mencari pencitraan, seakan mencari kesalahan Wartawan dan atau media lain, disertai lagi perilaku oknum Wartawan dan media tersebut berbondong-bondong di SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis yang dikomandoi Edi Sakura saat ini.

Menjalin silaturrahim, menjaga keutuhan Pers, menjaga wadah Wartawan, agar supaya betul–betul  kita rasakan sebagaimana ketentuan kemerdekaan Pers yang disertai dengan kebebasan Pers itu sendiri, mari jangan berhenti belajar sama orang tua yang tertua dalam memahami kaidah-kaidah Pers.

Apabila korps Pers kita sudah tercoreng satu kali saja akibat ulah Wartawan/Jurnalis, maka bagaimana pun pula Pers yang mulia itu tetap dan terus tercoreng. salam perjuangan, merdeka.(anonk/udin/hot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas