Headlines News :
Home » » Selain Kasus Dugaan Kabag Umum Setda Bengkalis Jarang Masuk Kantor, Pintu Masuk Buat Riki Ancam Pers Harian Berantas Sudah Terbuka Lebar

Selain Kasus Dugaan Kabag Umum Setda Bengkalis Jarang Masuk Kantor, Pintu Masuk Buat Riki Ancam Pers Harian Berantas Sudah Terbuka Lebar

Written By Harian Berantas on Saturday, June 3, 2017 | 9:58:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Kedisplinan dari Pegawai Negeri Sipil atau PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Bengkalis-Riau, patut dipertanyakan. Betapa tidak, masih saja ada SKPD di Pemda Bengkalis yang pewagainya sering bolos kerja dan jarang masuk kantor.

Hal ini terjadi pada pos bagian umum Setda Pemkab Bengkalis-Riau, dimana PNSnya sering tidak masuk kantor dan malas-malasan. Ironisnya, yang jarang masuk kantor, Kepala bagian (Kabag) Umum Setda Bengkalis yang tak lain adalah adik kandung Bupati Amril Mukminin.
.
Ket Foto: Bupati Bengkalis, Amril Mukminin (Net) & Kabag Umum Setda Bengkalis, Riki Rihardi (net)




Dari pantauan sejak Senin, 29 Mei 2017 hingga Jum,at (02/06/2017), satuan kerja bagian umum Setda Bengkalis, terlihat sepi pegawai, walaupun jam baru menunjuk pukul 09.30 Wib. Bahkan, salah satu ruangan tepatnya ruangan yang membidangi umum sama sekali tidak berpenghuni, termasuk Kabidnya.

"Kalau Kabag Umum, Riki, adiknya Bupati ditanya ke kami ada dimana dia, kok tak ada masuk-masuk kantor? Justeru kami yang menanyakan sama Wartawan dan LSM selaku sosial kontrol yang lebih tahu kondisi masalah dilapangan. Ada apa kabag umum kami yang disini itu di Pekanbaru trus, kok hanya sesekali saja dalam sebulan itu batang hidungnya kami nampak ke kantor ini," kesal salah seorang PNS yang berhasil diwawancara Wartawan di bagian umum Setda Bengkalis yang jati dirinya tidak ditulis awak media.

Kami pegawai dan honor yang bekerja diruangan ini lanjut sumber, bisa dihitung berapa orang yang aktif masuk kantor. Sebab ada beberapa orang yang dekat dengan mereka termasuk Riki adik kandungnya Bupati, Amril, hanya sesekali saja datang masuk kantor dan berada dalam ruangan. Itupun, kalau dia (Riki-red), ada masuk diruangannya tak pernah ada sampai dua jam, dia sudah keluar pulang ungkap salah seorang PNS di bagian umum Setda Bengkalis, Jum,at (02/06/2017) kemaren.

Kondisi seperti ini merupakan salah satu cermin dari kedisplinan di Pemkab Bengkalis sangat jauh dari sempurna, bertolak belakang dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang selalu meminta pemerintah baik pusat, provinsi dan daerah dalam meningkatkan disiplin PNS, serta pelayanan yang baik terhadap masyarakatnya.

Persoalan kurang disiplinya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemdakab Bengkalis Provinsi Riau itu, mendapat sorotan dari Ketua Tim Investigasi Ormas Barisan Muda Indonesia (Basmi) daerah Riau, apalagi yang jarang atau malas-malasan masuk kantor tersebut, seorang Kepala Bagian Umum yang merupakan adik kandung Bupati, Amril Mukminin.

Ketua Tim Investigasi Basmi, Haryanto, sangat menyayangkan ketika mendapat informasi tidak sering ngantornya beberapa staf dan Kabag Umum Setda Bengkalis, Riki Rihardi itu. Karena hal tersebut berdampak terhadap pelayanan. Apalagi Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau sangat kental selama ini dikenal sebagai negeri junjungan.

"Selagi peraturan pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang dilengkapi dengan peraturan disiplin PNS No. 24 tahun 2011 itu masih berlaku, maka aturan peraturan pemerintah itu wajib dilaksanakan dan dipatuhi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan jika PP tahun 2010 itu dianggap sudah tidak berlaku lagi, maka pantas saja Riki Rihardi selaku kepala bagian (Kabag) Umum di Setda Bengkalis  bertindak sewenang-wenangnya atau sesuka hatinya, sekalipun dia merupakan adik Bupati Bengkalis  yang mestinya tetap harus lebih profesional bekerjanya," tegasnya.

Namun kata Haryanto, dia meminta kepada Instansi terkait yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memberikan sanksi terhadap PNS yang sering bolos kerja, bahkan bagi PNS yang malas dan tidak masuk kantor.

"Badan Kepegawaian Daerah (BKD) maupun Sekda di daerah itu harus memiliki ketegasan, supaya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat bisa bekerja dengan profesional," pungkasnya.

Dengan adanya kejadian Kabag Umum Setda Bengkalis, Riki Rihardi maupun PNS lain yang dikabarkan jarang masuk kantor dan malas-malasan bekerja, sepatutnya pihak terkait (Bupati-red) Kabupaten Bengkalis, Amril Mukminin, segera memanggil Kabag Umum Setda Bengkalis, untuk dimintai keterangan, dan patut diberi sangsi tegas, sekalipun itu pejabat adik kandung sendiri.

Namun, jika kejadian itu dibarengi dengan politik sesaat karena ada suatu kepentingan perorangan dan kelompok, itu luar dugaan dan lain cerita, ujar Budi warga Kecamatan Mandau yang ingin menemui Bupati, Amril Mukminin terkait kepengurusan ganti rugi lahan, namun tidak berhasil karena Amril Mukminin selaku Bupati, juga tak masuk kantor, Jum,at (02/06/2017).

Riki Rihardi yang dikabarkan Kabag Umum Setda Bengkalis yang diduga pejabat paling malas ngantor pada era pemerintahan Bupati Amril Mukminin, meski nada sambung hendphon pribadinya berdering saat dihubgungi Harian Berantas, tak diangkat.

Selain itu, informasi yang diterima awak media ini dari salah satu sumber yang merupakan Wartawan lokal di daerah Kabupaten Bengkalis, jika Riki Rihardi selaku Kabag Umum Setda Bengkalis itu ternyata telah memanfaatkan kekuasaan pribadinya dalam memimpin salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bengkalis, bahkan tidak segan-seganmengeluarkan bahasa ancamannyauntuk mencari para aktivis (LSM, Pers/Wartawan) bila pemerintahan mereka yang jauh dari sempurna saat ini dikritik dan dilaporkan ke lembaga hukum terkait.

Sumber media ini mengungkapkan, jika Riki Rihardi yang dinilai sok jagoan dan kekanak-kanakan itu akan mencari Wartawan Pers Harian Berantas, karena kasus penyimpangan yang diduga dilakukan beberapa sanak keluarganya selama ini telah diungkap bahkan sudah dilaporkan ke pihak terkait, seperti laporan resmi ke lembaga Presiden RI, DPR RI, KPK, Jaksa Agung, Polri dan beberapa lembaga hukum lainnya.

Bahasa ancaman Riki adik Bupati Amril Mukminin itu terjadi, dan ucapan kotornya itu pun sudah terdokumentasi, ketika salah satu sumber merupakan Wartawan lokal di Bengkalis diancam sang adik Bupati Amril Mukminin beserta rombongannya di kedai kopi WOW Bengkalis beberapa waktu lalu.

Namun, ungkapan yang keluar dari mulut Riki Rihardi itu hingga mengancam awak media ini, pintu masuk buat Riki Rihardi pun telah di buka lebar oleh Pers Harian Berantas untuk dipilih Riki Rihardi seleranya mau apa, kapan dan dimana?.  

Dan bila ucapan ancamannya Kabag Umum Setda Bengkalis, Riki Rihardi itu hanya gertak sambal karena Riki merasa hebat dan jagoan telah memimpin salah satu organisasi masyarakat (Ormas) di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis, maka yang perlu dicermati dan diingat olehnya Riki, “Mulut-Mu ialah Harimau-Mu,”pesan Romadhon, tokoh pemuka Bengkalis, Jum,at (02/06/2017) kepada Wartawan di Bengkalis. (Mistar)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas