Headlines News :
Home » » Diduga Distributor Pupuk Bersubsidi "Gelembungkan" Harga

Diduga Distributor Pupuk Bersubsidi "Gelembungkan" Harga

Written By Harian Berantas on Saturday, June 3, 2017 | 10:14:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Menyoal maraknya isu yang beredar dikalangan masyarakat khususnya di Kecamatan Batang Gansal Babupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau, terkai kejadian dugaan penggelembungan harga pupuk bersubsidi dari pengecer ke petani yang dinilai sangat mahal  melebihi harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah.
Illustrasi pupuk bersubsidi
Beberapa kali Tim Harian Berantas mencoba menghubungi Soehendra Djaya selaku pemilik CV. Kuala Tani sebagai distributor pupuk bersubsidi di wilayah Kabuapaten Inhu dan Kabupaten Inhil untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan tersebut namun hingga saat ini tidak ada respon.

Bahkan tim media ini pun telah berusaha konfirmasi melalui via hendphon milik sang distributor untuk meminta keterangan/penjelasan berita, namun panggilan telpon tak direspon sang oknum pelaku distributor.

Sepertinya, pemerintah yang sedang berpacu untuk memberdayakan petani kecil telah kebobolan dan mampu dikelabui oleh oknum distributor pupuk bersubsidi tersebut. Buktinya, pupuk bersubsidi yang sejatinya diperuntukkan untuk menunjang pertanian masyarakat kecil malah dijadikan lahan bisnis oleh sang distributor.

Berdasarakan informasi yang dihimpun Tim Harianberantas dilapangan, terkuak bahwa para pengecer menjual pupuk bersubsidi kepada petani dengan harga yang tinggi dikarenakan para pengecer melakukan penebusan pupuk tersebut kepada distributor dengan harga melampauhi HET.

Hal ini terungkap ketika tim Harian Berantas melakukan pengecekan dilapangan, para petani mengeluh, kenapa pupuk subsidi harganya tidak sesuai dengan HET.

"Kami kesulitan mendapat pupuk bersubsidi sekarang pak, walaupun ada harganya pun sangat mahal kami beli dari pengecer, ujar salah seorang warga yang enggan ditulis namanya.

Hal seperti ini dilakukan para pengecer bukan tanpa sebab. Para pengecer terpaksa menjual pupuk pada petani dengan harga tinggi dikarenakan para pengecer juga menebus kepada distributor melampauhi ketentuan harga HET.

Ketika dikonfirmasi, salah seorang pengecer mengakui bahwa dirinya menjual pupuk bersubsidi tersebut ke petani karna ada penebusan kepada distributor dengan harga yang tinggi.

"Memang ada kenaikan harga kalau kami menjual pupuk itu ke petani. Harga itu kami berlakukan karna kami juga menebus ke distributor sudah melampauhi harga HET, ujar salah seorang pengecer yang tak ingin namanya disebut.

Tim Harian Berantas  ini pun berupaya akan terus melakukan pengembangan chek and richek terkait permasalahan tersebut hingga ada titik terang kepada masyarakat. (Lamhot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas