Headlines News :
Home » » Pelaku Mark Up Dana Proyek Pembangunan Nias Water Park Digiring ke Kejati Sumut

Pelaku Mark Up Dana Proyek Pembangunan Nias Water Park Digiring ke Kejati Sumut

Written By Harian Berantas on Monday, May 29, 2017 | 8:51:00 PM

HARIANBERANTAS, MEDAN- Pelaku/tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi kegiatan pembangunan Nias Water Park tahun anggaran 2014 digiring dan diserahkan oleh Subdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut kepada tim penuntut umum Kejaksaan Tinggi Sumut. Tersangka yang diserahkan adalah Direktur BUMD PT Bumi Nisel Cerlang Yulius Dakhi dan Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering Johanes Lukman Lukito.
Nett: Mantan Dirut BUMD Nias Selatan, Yulius Dakhi
"Dalam kasus ini, negara mengalami kerugian Rp7.890 miliar. Para pelaku melakukan mark-up dana pembangunan Nias Water Park," kata Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Kantor Kejati Sumut, Jalan A.H. Nasution, Medan, Sumut, Senin 29 Mei 2017.

Menurut Sumanggar, kasus ini terjadi dalam rentang waktu 22 Desember 2014-22 Desember 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp17.952 miliar. Proyek pembangunan Water Park Nias dilakukan di Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Selatan.

"Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bumi Nisel Cemerlang, Yulius Dakhi ditahan oleh penyidik Tipikor Reskrimsus Polda Sumatera Utara, Jumat (24/2/2017).

Yulius ditahan dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan Water Park di Kawasan Terpadu Istana Rakyat Kabupaten Nias Selatan.

Menurut Kasubdit III/Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut, AKBP Dedy Kurnia Suprihadi, Yulius disangkakan melakukan korupsi dengan total kerugian negara sebesar Rp. 7 miliar.

“Yulius Dakhi disangkakan melakukan korupsi dalam proyek Water Park di Nias Selatan dengan dugaan kerugian Negara senilai Rp. 7 miliar. Guna memudahkan pemeriksaan maka tersangka kami tahan,” kata Dedy.

Yulius terancam hukuman penjara sekurang-kurangnya 20 tahun atau denda maksimal 1 miliar. Dia dinilai melanggar Pasal 2 dan 3 UU No. 31 Tahun 1999.

Kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Water Park di Kabupaten Nias Selatan ini berawal dari ketika PT. Bumi Nisel Cemerlang menetapkan PT. Renjo Mega Makmur Regenering sebagai kontraktor dengan menggunakan dana APBD Kabuapten Nias Selatan Tahun 2014 sebesar Rp. 17.952.000.000.

Namun dalam prosesnya, PT. Renjo Mega Makmur Regenering dinlai hanya mampu menyelesaikan pekerjaannya sekitar 80% dan menerima bayaran dari PT. Bumi Nisel Cemerlang sebesar 15,2 miliar.

Pembangunan Water Park Nias Selatan ini kemudian tidak dilanjutkan lagi dan diduga bermasalah yang merugikan negara sebesar Rp. 19 miliar. (Dame)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas