Headlines News :
Home » , , » Meski Terbukti Bansos Dikorupsi, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi, Divonis Ringan 1,6 Tahun Penjara

Meski Terbukti Bansos Dikorupsi, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi, Divonis Ringan 1,6 Tahun Penjara

Written By Harian Berantas on Wednesday, May 31, 2017 | 10:36:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru-Riau, memvonis hukuman penjara 1 tahun 6 bulan bagi terdakwa Heru Wahyudi, mantan Ketua DPRD Bengkalis. Vonis hakim yang dipimpin oleh Raden Heru Kuntodewo SH ini, jauh dibawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), 8,6 tahun penjara.
Ket: Rismayeni saat memberikan catatan rincian anggaran Hibah/Bansos kepada tim media, serta para anggota DPRD Bengkalis 2009-2014, calon penerima anggaran serta TAPD Setda Bengkalis yang diduga terlibat. Namun belum diusut oleh lembaga hukum

Dalam persidangan, Heru Wahyudi terbukti secara sah meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi, dan harus membayar kerugian negara sebesar Rp15 juta subsider 6 bulan penjara.

Amar putusan yang dibacakan dalam persidangan, Rabu (31/05/2017) sore. Majelis hakim yang diketuai oleh Raden Heru Kuntodewo SH, menyatakan terdakwa Heru Wayudi terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, yang mana sangat berseberangan dengan pasal yang dijatuhkan jaksa penuntut.

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan denda Rp50 juta subsider 2 bulan," jelas Raden Heru yang didampingi hakim anggota Rahkman Silaen dan Khamozaro Waruwu.

Majelis hakim, juga mewajibkan terdakwa, Heru Wahyudi membayar kerugian negara sebesar Rp.15 juta subsider 6 bulan," ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis, Budhi Fitriadi menyatakan, pikir-pikir untuk menyatakan banding. Kendati putusan vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan terhadap Heru Wahyudi (Terdakwa) dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan denda sebesar Rp. 500 juta subsider 6 bulan. Terdakwa juga dibebankan membayar kerugian negara sebesar Rp385 juta subsider 4 tahun 6 bulan.

Atas perbuatan tindak pidana korupsi anggaran Bansos/Hibah untuk Kabupaten Bengkalis tahun 2012 kala itu, Heru Wahyudi terbukti melanggar Pasal 2 juncto Pasal 18 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Berdasarkan bukti maupun yang termuat dalam dakwaan, perbuatan terdakwa Heru Wahyudi pada korupsi dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012 itu, ketikaterdakwa, menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014.

Dimana pada tahun anggaran 2012 kala itu Pemda Bengkalis mengalokasikan dana hibah sebesar Rp272 miliar tanpa prosedur. Dalam pengalokasian anggaran, maupun  rekap aspirasi yang disampaikan oleh DPRD, setelah KUA PPAS ditetapkan dan disahkan, ditemukan sebanyak 2.000 proposal lembaga sosial fiktif yang diduga dilakukan secara berjemaah oleh Legislator dan Bupati Bengkalis yang dijabat Herliyan Saleh.

Dalam perkara ini, Hakim Tipikor Pekanbaru sudah memvonis lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Jamal Abdillah (Ketua DPRD 2009-2014), Purboyo, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Hudayat Tagor.

Dan pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu, Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Marsudin Nainggolan, juga memvonis mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Azrafiani Raof, masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam perbuatan tindak pidana korupsi yang sama.

Namun baru-baru ini juga, Rismayeni yang merupakan bagian dari lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yang sudah menerima hukuman vonis penjara, kepada tim Redaksi media ini, secara blak-blak-an memberikan pernyataannya membenarkan keterlibatan seluruh DPRD Bengkalis periode 2009-2014 itu dalam kasus korupsi dana Bansos/Hibah tahun 2012 tersebut.

Bahkan Rismayeni yang divonis oleh Hakim Tipikor PN Pekanbaru setahun lalu itu, mengaku jika dalam kasus korupsi yang sama, pihaknya merasa tidak mendapat keadilan dari pihak penyidik Polda Riau maupun JPU.

Bukan itu saja, Rismayeni (narapida) korupsi itu pun kepada media ini, mengaku siap tampil dimata publik atau media massa membuka dugaan keterlibatan seluruh DPRD Bengkalis dalam kasus korupsi dana Bansos/Hibah 2012 kala itu, termasuk pemberian uang yang diterima beberapa oknum lembaga hukum dengan nilai sebesar Rp250 juta dan sebesar Rp400 juta.

Untuk lebih jelas pernyataan/keterangan salah satu anggota DPRD Bengkalis, Rismayeni ini saat diwawancara Wartawan media ini di Lapas Kelas IIA Bengkalis, baca berita edisi berikutnya atau vidio/rekaman hasil wawancara yang akan tampil pada layar kaca website, www.harianberantas.co.id ini berikutnya. (Is/Yn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas