Headlines News :
Home » » Merk/Plank Proyek Yang Diduga Imbalan Jasa Terduga Korupsi Bansos Bengkalis ke Oknum Aparat Hukum, Terkesan Disembunyikan

Merk/Plank Proyek Yang Diduga Imbalan Jasa Terduga Korupsi Bansos Bengkalis ke Oknum Aparat Hukum, Terkesan Disembunyikan

Written By Harian Berantas on Wednesday, May 3, 2017 | 8:36:00 AM

HARIANBERANTAS, BUKIT BATU- Dugaan permainan kasus hukum korupsi yang semakin meningkat pada era kepemerintahan Presiden RI dan Wapres (Jokowi-Jusuf Kala) saat ini, sangat cukup rapi dan unik.
Inilah papan nama proyek pemeliharaan jalan Lingkar Sei Pakning-Dompas Rp19,8 Miliar dan proyek Jalan Sei Selari–Dompas (DAK) Rp4,2 miliar yang didapat dan disembunyikan di belakang toko Ek Lie di Kacamatan Siak Kecil.
Pasalnya, merk atau papan nama kegiatan proyek pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas (DAK) yang beralokasi di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, dengan nilai sebesar Rp19.800.000,000,- dibawah pengawasan Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kabupaten Bengkalis tahun 2016 lalu, terkesan disembunyikan disalah satu tempat pembuatan cor beton atau penimbunan Sirtu milik pengusaha kontraktor bernisial AL dan MT di jalan Hangtuah Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, tepatnya dibelakang toko Ek Lie milik orang tua kedua oknum kontraktor AL dan MT itu.
Toko Ek Lie di Kecamatan Siak Kecil tempat papan nama proyek milik pemerintah di sembunyikan
Sementara, proyek yang bersumber dana DAK dari pemerintah pusat untuk daerah Kabupaten Bengkalis dengan lokasi di Kecamatan Bukit Batu itu pada tahun 2016, hingga kini masa waktu pekerjaan pemeliharaannya belum berakhir.

Namun merk atau papan proyeknya malah disembunyikan dibelakang rumah tempat tinggal pekerja pembuatan cor beton atau timbunan Sirtu milik pengusaha kontraktor yang diduga kolega oknum Bupati didaerah setempat. Padahal, merk/plank nama proyek menjadi vital, sebab isinya menginformasikan ihwal kegiatan proyek.

Temuan ini berawal dengan adanya laporan informasi beberapa warga Kecamatan Bukit Batu kepada Wartawan Redaksi Harian Berantas, yang disusul dengan investigasi awak media di lokasi pembuatan cor beton/penimbunan Sirtu milik rekanan kontraktor di sekitar jalan Hangtuah Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis itu.

Sementara lokasi pekerjaan proyek pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas (DAK) tahun 2016 dengan nilai sebesar Rp.19.800.000,000,- berada diwilayah Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.

“Semestinya papan nama proyek itu terpasang untuk diketahui publik. Ini malah disembunyikan di areal pabrik pembuatan cor beton milik kontraktor orang cino di Kecamatan Siak Kecil sana itu. Pasti ada yang tak beres di proyek jalan ini, sebab pada papan proyek itu aja tahun kemaren, tak ada sampai dua minggu setelah dipasang, sudah dicabut sama orang itu, dan dibawa mereka pulang. Bagaimana papan informasi proyek itu bisa diketahui persis sama masyarakat,” kata Udin, salah seorang warga Kecamatan Bukit Batu menjawab Wartawan, Minggu (09/04/2017) lalu.

Sumber informasi lain sebelumnya dari salah satu tokoh masyarakat setempat (Sungai Pakning) yang diterima media ini lewat pesan short message service atau SmS, meminta lembaga anti rasuah atau KPK dan lembaga Kejaksaan, turut mengusut dugaan penyimpangan pada pekerjaan pemeliharaan jalan lingkar sungai pakning-Dompas Kabupaten Bengkalis yang bersumber dana APBD tahun 2016 sebesar Rp19,8 miliar tersebut yang ada di daerah mereka. 

Sesuai pesan singkat atau SmS yang dikirim warga masyarakat setempat (Sungai Pakning) menyebutkan, “Kami msykat Sungai Pakning minta KPK dan Kejagung usut korupsi pemeliharaan jalan lingkar sungai pakning-Dompas Kabupaten Bengkalis dana APBD thn 2016 sebesar Rp19,8 miliar yang dikerjakan PT. Kurnia Agung Rezeki. Pryk jln dikampung kami ini, belum ado 3 bulan sudah hancur2,”

Bahkan sumber lewat via SmS itu pun, mencatut salah satu oknum Polisi bernisial R,S berpangkat Kombes di Polda Riau, mengatakan, “Proyek  yang disub dg kontraktor orang cino namo Along, pesan dari orang Polda Riau (RS), imbalan jasa melindungi Bupati bernisial AM, dikorupsi Bansos dan ijajah palsu”.

Bukan itu saja, muatan pesan singkat SmS itu yang menurut penilaian salah satu dari tokoh masyarakat itu, bahwa oknum-oknum dari aktivis LSM dan oknum Wartawan yang selama ini suka ngemis di kalangan pejabat mengatakan, tuan2 wartawan dan lsm, jgn hanya tahu minta uang bupati dan camat asal jumpo. Mslh dilapangan lihat juga., ujar sumber itu lewat pesan singkat atau SmS.

Sementara, pelaku penerima sub pekerjaan lapangan dari PT. Kurnia Agung Rezeki, Mantho yang berhasil ditanya media ini di kedai kopi Arabika Jalan Hang Tuah Bengkalis belum lama ini mengatakan, proyek pemeliharaan jalan lingkar Sei Pakning-Dompas Kecamatan Bukit Batu tahun 2016 kemaren, sudah selesai Bang. Tapi, sampai sekarang, dana belum semua dibayar sama Dinas PU, kendala kas daerah (Kasda) masih kosong, ujar Mantho.

Lebih lanjut sang kontraktor (Mantho) itu mengatakan, “Proyek itu memang orang Ditreskrim Polda Riau punya. Tapi, siapa orangnya, saya tak mau sebut siapa dia Bang,” kata Mantho yang agak pelit memberikan keterangan Persnya saat ditanya Harian Berantas.

Selain merk atau papan nama kegiatan proyek pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas (DAK) yang beralokasi di Kecamatan Bukit Batu yang terkesan disembunyikan di areal pembuatan cor beton/pembuatan sirtu bangunan milik oknum kontraktor disekitar wilayah jalan Hangtuah Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis itu, demikian halnya  merk atau papan nama kegiatan pada proyek Pemeliharaan Jalan Sei Selari – Dompas (DAK) senilai Rp.4.242.600,000 atau Rp4,2 miliar tahun anggaran 2016 lalu itu, juga ditemukan telah disembunyikan ditempat yang sama yaitu, di areal pembuatan cor beton atau penimbunan Sirtu milik pengusaha kontraktor bernisial AL dan MT, tepatnya dibelakang nama toko “EK LIE” milik orang tua kedua oknum kontraktor itu.

Padahal, lokasi proyek pembangunan Pemeliharaan Jalan Sei Selari–Dompas (DAK) senilai Rp.4.242.600,000 atau Rp4,2 miliar tahun 2016 itu, berada diwilayah Kecamatan Bukit Batu, bukan berada di wilayah Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

Sementara Kabid jalan pada Dinas Bina Marga Dan Pengairan atau PU Bengkalis, H. Ngawidi, ST,MT saat dikonfirmasi media ini dikantornya pekan lalu mengatakan, pihaknya akan menginformasikan masalah proyek tersebut ke rekanan kontraktor. “Saya beritahu ke kontraktornya dulu, ,” singkatnya

Ditempat terpisah, Ketua organisasi lembaga korupsi (LSM Komunitas Pemberantas Korupsi), daerah Kabupaten Bengkalis, Deady Royfika, akan melaporkan kasus dugaan penyimpangan kedua paket proyek yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui dana DAK tahun 2016 lalu tersebut ke lembaga hukum terkait di Jakarta.

“Kasus penyimpangan yang diduga terjadi pada kedua paket proyek yang luar biasa itu akan kami lanjutkan ke lembaga hukum di Jakarta. Karena dari awal tender (lelang proyek) proyek pun, terkesan ada sandiwara dan rekayasa yang tersusun rapi sehingga menimbukan kerugian keuangan negara yang cukup lumayan besar” tegas Deady, Rabu (03/05/2017) sore kemaren. (Mistar)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas