Headlines News :
Home » , » Kontraktor CV. Al Wantika Dinilai Tak Becus Kerjakan Proyek Jalan Al-Kautsar Depan MAN Bengkalis Tahun 2016

Kontraktor CV. Al Wantika Dinilai Tak Becus Kerjakan Proyek Jalan Al-Kautsar Depan MAN Bengkalis Tahun 2016

Written By Harian Berantas on Monday, May 29, 2017 | 12:55:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Kontraktor CV. Al Wantika pelaksana paket proyek peningkatan jalan Al-Kautsar Depan MAN Bengkalis, dinilai warga masyarakat setempat sebagai kontraktor yang hanya mengeruk keuntungan dari proyek yang beralokasi dana Rp.1.618.201.000,- atau sebesar Rp1,6 miliar.
Beginilah hasil kondisi peningkatan jalan Al-Kautsar Depan MAN Bengkalis yang diduga sarat kecurangan/penyimpangan kontraktor CV. Al Wantika
Pasalnya pengerjaan jalan dengan dana miliayaran itu diduga tidak sesuai dengan bestek yang diturunkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis. Masyarakat termasuk elemen masyarakat yang anti dengan penyimpangan atau korupsi di daerah tersebut, merasa tidak puas dengan hasil pengerjaan jalan yang belum seumur jagung dibangun oleh rekanan kontraktor tersebut, dan mengancam akan melaporkan indikasi kecurangan kontraktor proyek tersebut ke pihak instansi penegak hukum yang membidangi tindak pidana korupsi (Tipikor).

Hal ini diungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat setempat yang merasa kecewa terhadap pengerjaan peningkatan jalan Al-Kautsar saat ditemui Wartawan Harian Berantas dikediaman mereka masing-masing.
Tampak cor beton, retak/rusak hingga pada lantai dasar kerja
Narno, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bengkalis merasa kecewa dengan pembangunan jalan yang dikerjakan oleh CV. Al Wantika, karena pembangunan jalan itu telah selesai namun kenyataan yang terjadi di lapangan masih banyak kekurangan yang harus dikerjakan.

Di beberapa titik ada ketebalan cor beton dan lebar jalan yang dikerjakan tidak sesuai kontrak. Bahkan kondisi jalan sudah pada retak (rusak), bergelombang yang tidak smaksimal dikerjakan secara tuntas oleh pihak kontraktor, sehingga ketika hujan turun maka banjir akan mengalir ke badan jalan dan akan membuat rusak aspal yang baru seumur jagung pengerjaannya itu.

“Kami kecewa dengan hasil pengerjaan jalan ini dan terkesan proyek asal jadi karena masih banyak kekurangan yang kami temukan sepanjang jalan dan itu seharusnya dikerjakan namun pada kenyataan kontraktor tidak semaksimal mengerjakannya.

Ini sudah mulai memasuki musim hujan dan pasti banjir akan mengalir ke badan jalan. Jadi sia-sia saja jalan itu dibangun tahun 2016 kemaren. Apalagi kondisi asphal betonnya pun, sudah memutih karena pengerjaan asphalnya asal jadi saja” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deady Royfika selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah elemen Komunitas Pemberantas Korupsi, daerah Kabupaten Bengkalis, juga mengatakan kekecewaannya pada kontrkator karena kondisi jalan yang baru mau genap umur setengah tahun itu dilapangan, telah ada yang pada retak, dan melengkung.

Melihat dari kondisi jalan yang rusak, Deady merekomodasikan beberapa titik pentiraman aspal yang tidak merata dengan permukaan bergelombang dan pinggir aspal yang berkelok dan tidak lurus yang harus diperbaiki lagi oleh kontraktor. Dia menambahkan bahwa hal demikian bisa terjadi karena kurang adanya pengawasan dari pihak kontraktor disaat pengerjaan aspal.

“Saya kecewa dengan pembuatan jalan yang semestinya berakhir memuaskan tapi malah merugikan daerah atau negara, karena hasil pengerjaan yang terlaksana diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan perencanaan awal dan kontrak.Hasil pengerjaan proyek nyata kondisi pembangunannya dibeberapa titik masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan dikerjakan lagi. Saya harapkan agar kontraktor segera melakukan perbaikan dan menyelesaikan pekerjaan yang belum dituntaskan. Janganlah masyarakat dirugikan dengan pembuatan jalan yang tidak sesuai dengan besteknya” katanya.

Di Gg Al Kausarr 1 Jalan Antara Bengkalis, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bengkalis, Suherman yang melintasi jalan tersebut mengungkapkan hal yang senada dengan mengkritisi peningkatan jalan yang sejak awal telah menuai masalah dengan menggunakan air asin dan pasir laut sebagai campuran pembuatan cor beton sehingga selanjutnya pasti akan bermasalah terus. Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini hasil pengerjaan cor beton dan aspal yang telah dikerjakan pada beberapa titik ternyata tidak merata, ada yang tebal dan ada yang tipis sehingga bergelombang. Pada titik lain aspal jalan yang baru dikerjakan tenyata sudah retak dan pecah sehingga permukaan jalan menjadi miring.

“Setelah PHO saya dan beberapa warga melakukan penelusuran sepanjang jalan dan ternyata kami menemukan beberapa ruas dan badan jalan telah rusak baik beton maupun aspal yang telah dilakukan. Ketebalan dan lebar badan jalan sepertinya tidak sesuai dengan ukuran dalam kontrak” ungkapnya.

Ketika tim Wartawan media ini menelusuri jalan yang sudah di PHO tersebut, ternyata apa yang dikatakan oleh masyarakat maupun aktivis (LSM), benar adanya dan perlu ada perbaikan, sehingga harapan masyarakat untuk menikmati jalan bagus bisa terwujud.

Rekanan kontraktor CV. Al Wantika, yang disebut-sebut dipimpin oleh AUN, ketika hendak dikonfirmasi Wartawan media ini lewat via hendphon miliknya, tak berhasil. Karena nomor hendphon milik sang kontraktor yang didapat penulis media ini dari salah satu rekanan kontraktorr lokal di Bengkalis, tak aktif. (Nanang).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas