Headlines News :
Home » » Diduga Rugikan Negara Rp140 Trilyun, Kasus Perambahan Kawasan HPT di Pulau Rupat-Bengkalis oleh PT. MMJ Siap Meledak

Diduga Rugikan Negara Rp140 Trilyun, Kasus Perambahan Kawasan HPT di Pulau Rupat-Bengkalis oleh PT. MMJ Siap Meledak

Written By Harian Berantas on Thursday, May 18, 2017 | 10:44:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Adanya dugaan tindak pidana korupsi dibalik kasus dugaan penggarapan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) secara illegal di daerah Kecamatan Rupat/Rupat Utara Kabupaten Bengkalis oleh PT. Marita Makmur Jaya (PT. MMJ), beralamat kantor, Jalan Angkasa No. 2-a, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, kini lembaga kemasyarakatan dari Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, sedang mempersiapkan diri melaporkan kasus dugaan penggarapan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) secara illegal bertahun-tahun tersebut yang diduga telah merugikan negara mencapai Rp140 triliun.

Kasus dugaan perambahan kawasan hutan produksi terbatas (HTP) yang dirubah menjadi hutan belukar hutan di wilayah Rupat/Rupat Utara Kabupaten Bengkalis yang disulap menjadi perkebunan Kelapa Sawit milik PT. MMJ ratusan hektar are (HA) itu telah lama jadi perhatian khusus lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi, karena berbagai informasi dan keluhan warga masyarakat setempat yang diduga digusur sebelumnya oleh pengusaha perkebunan sawit diwilayah daerah pulau Rupat/Rupat Utara.

Setelah melakukan inventarisasi secara pasti terhadap kawasan hutan yang di alih fungsikan menjadi areal perkebunan sawit, diperkuat dengan adanya bukti surat izin yang diduga akal-akalan, membuat kawasan hutan produksi terbatas (HTP) berubah menjadi hutan belukar dan disulap menjadi perkebunan Kelapa Sawit oleh oknum pengusaha.

Demikian disampai ketua investigasi LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Choirul Anom, didampingi salah satu anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif (WALHI) kepada Harian Berantas di Pekanbaru, Kamis (18/05/2017) siang.

“Sangat luar biasa luas kawasan hutan atau HTP di Pulau Rupat, Bengkalis, yang sudah digarap menjadi kawasan Hutan belukar, dan disulap menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit. Bahkan tepi atau pinggir laut pun, dialih fungskan dan ikut jadi korban,” ujar Choirul”.

Ketua investigasi LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Choirul Anom, mengatakan, seluruh data, kawasan Hutan yang di rusak bertahun-tahun di Kecamatan Rupat/Rupat Utara Kabupaten Bengkalis tersebut saat ini, kondisinya memprihatinkan. 

“Kasus seperti ini harus jadi prioritasnya pemerintah pusat. Kalau pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, dan aparat hukum didaerah, kami pikir tidak mampu dan mustahil bisa diusut. Kami minta agar pemerintah pusat segera bertindak dan mengusut siapa otak dibalik aksi pengrusakan alam tersebut, karena penggundulan hutan merupakan perbuatan melanggar hukum dan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan umat manusia.” jelas Choirul.

Sebelumnya, ketua sementara DPRD Bengkalis, Abdul Khadir, kepada Harian Berantas dengan tegas meminta jika kasus korupsi dan illog Rupat-Bengkalis yang diduga dilakukan PT. Marita Makmur Jaya (PT. MMJ) tersebut dilaporkan agar diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK RI.

Ya. sampai sekarang ini, sudah ada ratusan hektar kawasan HPT di Rupat itu yang dirusak, dibabat dan dijadikan sebagai perkebunan sawit oleh PT. MMJ. “Saya mendukung kalau masalah itu dilaporkan untuk segera diusut oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi”, ujarnya.

Lebih lanjut politikus asal fraksi PAN itu mengatakan, mungkin dibelakangnya PT. MMJ itu hingga pihak penegak hukum kita tak bisa lagi mengusut masalah perambahan kawasan HTP di Rupat itu, ada orang besar yang membekingi.

“Kalau ada laporan yang mau disampaikan ke kami di DPRD, lebih bagus lagi. Biar kami di Dewan hearing dan memanggil pihak perusahaan PT. MMJ itu” ujar Abdul Khadir.

Demikian halnya penjabat kepala Desa Daul Aman, Hairul Bahar, saat dhubungi awak media ini, menyabutkan, hingga saat ini pengusaha perkebunan kelapa sawit, An. PT. Marita Makmur Jaya (PT.MMJ) itu semakin leluasa melakukan aksinya merambah kawasan hutan di pulau Rupat menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Bahkan areal kawasan hutan yang terletak di areal Desa Darul Aman Kecamatan Rupat, Bengkalis pun, sudah mencapai 6000 hektar are yang diserobot dan dibabat dan telah dijadikan sebagai lahan perkebunanan sawit.

Diberitakan, hingga saat ini Komisaris Utama dan Direktur Utama PT. Marita Makmur Jaya (PT. MMJ), masih tampak bungkam, dan tak sanggup menjawab bahan pertanyaan yang disampaikan Redaksi media inimelalui konfirmasi tertulis resmi pada tanggal 13 Desember tahun 2016 lalu, dengan surat, No. 0281/DPP/KPK-PEMRED-BR/XI/RIAU, terkait kasus dugaan penggarapan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) secara illegal di daerah Kecamatan Rupat dan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis dengan dugaan kerugian negara yang terjadi mencapai Rp140 triliun. (yn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas