Headlines News :
Home » » Presiden Jokowi Harus Hadir DalamKasus Teror Terhadap KPK

Presiden Jokowi Harus Hadir DalamKasus Teror Terhadap KPK

Written By Harian Berantas on Thursday, April 13, 2017 | 11:45:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Berbagai aspirasi untuk penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, terus berdatangan. Termasuk dari internal anti rasuah atau KPK sendiri. Mereka tergabung dalam Wadah Pegawai KPK (WPK) melakukan aksi solidaritas buat Novel.
Aksi damai dari internal KPK buat Novel Baswedan
Aksi dimulai dengan pembacaan doa untuk kesembuhan Novel. Kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi. Pegawai KPK diwakili wakil ketua I WPK Heri Nuruddin, mengatakan pihaknya terus mendorong pengusutan kasus ini hingga tuntas. Serta meminta Presiden untuk membuat tim gabungan pencari fakta.

"Kami akan terus meminta pada presiden untuk terus mendorong mengusut tuntas kasus ini melalui pembentukan tim gabungan pencari fakta," kata Herry di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/4/2017). 

"Kami optimis sampai dengan sekarang dan kami masih dorong hingga sekarang sampai tuntas," tambahnya.
Heri juga berharap teror terhadap pegawai KPK segera berakhir. "Ke depannya kita berharap teror ini cukup sampai di sini saja engga ada teror-teror berikutnya kita bersama rakyat untuk membangun negara yang bebas dari korupsi," tegasnya.

Sebelumnya, Novel Baswedan di siram dengan air keras oleh orang tak di kenal pada hari selasa (11/4/2017) lalu. Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan peristiwa tersebut. "Kami mendapatkan Informasi tersebut dari pihak keluarga. Sedang dirawat intensif di RS," ujar Febri. 

Selain wadah Pegawai KPK yang meminta Presiden Jokowi untuk membentuk tim pencari fakta kasus teror yang menimpa penyidik KPK senior Novel Bawesda, Selasa (11/04/2017) lalu tersebut, Sekretaris Umum Lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi, B Anas, di Pekanbaru-Riau, minta agar Negara turun tangan mengusut aksi teror terhadap penyidik KPK yang dilakukan olehkelompok yang mempunyai tujuan agar proses hukum atas kasus tertentu dihentikan. 

Sekum LSM KPK, B Anas dengan tegas mengatakan praktik kekerasan atas personel KPK telah sering terjadi, maka dari itu, aktivis di Pekanbaru-Riau tersebut, menuntut Presiden Jokowi dan lembaga Kepolisian (Polri), bertindak tegas untuk mengusut pelakunya serta menyeretnya ke proses hukum. 

"Masyarakat perlu mengetahui siapa sebenarnya otak di balik kekerasan atau aksi teror yang dilakukan kepada penyidik KPK Novel, Selasa 11 April 2017 lalu itu. Presiden Jokowi, termasuk Kapolri harus meningkatkan upaya untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapapun yang bekerja untuk melawan perbuatan kejahatan tindak pidana korupsi di Republik Indonesia ini," kecam sekretaris umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, B Anas saat dihubungi harianberantas lewat via selulernya, Kamis (13/04/2017) sore. (Soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas