Headlines News :
Home » » Pasca Penyerobotan Lahan Masyarakat Desa Anak Talang Puluhan Tahun, PT.BBSI Tak Pernah Tersentuh Hukum

Pasca Penyerobotan Lahan Masyarakat Desa Anak Talang Puluhan Tahun, PT.BBSI Tak Pernah Tersentuh Hukum

Written By Harian Berantas on Friday, April 7, 2017 | 2:53:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU— Perusahaan Suplair bahan baku kertas di riau PT Bukit Betabuh Sei Indah (PT BBSI) diduga kebal hukum atas perbuatan melawan hukum yang telah diperbuatnya terhadap masyarakat Desa Anak Talang,  Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau-Indonesia. Pasalnya, sudah hampir puluhan tahun menyerobot lahan warga tidak pernah tersentuh hukum pasca menyerobot lahan masyarakat, M.Nawir, Cs, sebagai pemilik lahan yang sah sesuai dengan surat hibah dari Datuk Putih.
Doc. Nawir: Surat Pengakuan Batas Lahan Masyarakat Dari LAM Riau dan  Peta Lahan  Masyarakat
Perbuatan melawan hukum yang dilakukan PT.BBSI diprotes dan dimintai pertanggungjawaban oleh warga, namun tidak pernah dihiraukan oleh PT.BBSI. Bahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan pemerintah setempat pernah memediasi persoalan lahan masyarakat dengan PT. BBSI ini, akan tetapi tidak membuahkan hasil, bahkan PT. BBSI yang merupakan anak perusahaan PT. RAPP sebagai penyuplair bahan baku kertas di PT. RAPP tersebut, diduga sengaja mengsengsarakan masyarakat kecil.

Menurut salah satu korban, M.Nawir, kepada harianberantas.co.id saat berbincang-bincang di pekanbaru, kamis, 6/4, menjelaskan bahwa Pihak PT BBSI sudah mematok dan mengambil lahan kami yang merupakan hasil garapan dari Hibah Datuk Putih di Desa Anak Talang,  Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kami sangat heran mengapa pihak perusahaan raksasa (pt.bbsi,red) begitu tega menyerobot lahan kami. Kata Nawir dengan kesal.

Meski demikian, kami tetap tuntut pt.bbsi untuk membayar kerugian kami serta mengembalikan lahan yang merupakan hak kami masyarakat.

“Ya, kami tidak akan membiarkan pt. bbsi merampas hak kami begitu saja. kami tetap menunutnya hingga kemeja hijau, karena kami pemilik yang sah” Pinta Nawir lagi".

Adapun isi dari tuntutan masyarakat Desa Anak Talang,  Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau kepada pihak PT BBSI yaitu:
  • PT.BBSI harus kembalikan seluruh lahan masyarakat yang telah di serobot seluas 1.850 Hektare;
  • PT.BBSI harus membayar seluruh kerugian masyarakat yang telah timbul sejak tahun 1996 sampai sekarang akibat perbuatan pt.bbsi tersebut;
  • Menyerahkan hasil lahan yang telah di kelolah oleh PT. BBSI selama hampir tiga kali panen tanpa seizin masyarakat, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat ratusan milyar rupiah.
Apabila tuntutan kami ini tidak dipenuhi, kami akan memblokir lahan tersebut dan kami akan melakukan aksi damai hingga ke Jakarta. dan kami tidak akan mundur selangkahpun sebelum tuntutan kami terpenuhi.

Selain itu, atas perbuatan PT. BBSI tersebut, masyarakat dan negara telah dirugikan. Kami minta Pemerintah dan Penegak Hukum di Negeri ini, segera mengambil tindakan tegas terhadap PT. BBSI yang sangat jelas-jelas merugikan negara dan rakyat kecil, Tegas Nawir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. BBSI belum bisa di konfirmasi. Setiap wartawan mendatangi kantor PT. BBSI di pekanbaru pintu selalu tertutup seakan tidak ada penghuninya. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas