Headlines News :
Home » » Hotel Prodeo Termahal di Dunia Menanti Yusuf Sikumbang Terduga Pelaku Pengeroyokan

Hotel Prodeo Termahal di Dunia Menanti Yusuf Sikumbang Terduga Pelaku Pengeroyokan

Written By Harian Berantas on Monday, April 17, 2017 | 12:16:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU-- Abdul Gafar diduga di keroyok rame-rame sesama anggota Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) salah satu terduga pelakunya berinisial YS (Yusuf Sikumbang) yang juga sebagai anggota DPRD Riau aktif, kamis, 6/04/2017 lalu.
Ket. Gambar: Abdul Gafar, Korban Penganiyaan      VS      Yusuf SikumbangTerduga  Pelaku Pengeroyokan (Nett).
Informasi yang dirangkum www.harianberantas.co.id dilapangan, masih simpangsiur. pasalnya, pokok permasalahan antara sesama anggota ormas PKDP Pekanbaru, dan juga sama - sama anggota partai besar di riau, dan / atau pelaku, diduga oknum anggota DPRD Riau.

Namun, demikian informasi yang berkembang, Korban telah membuat Laporan Resmi ke SPKT Polda Riau,06/04/2017, dengan harapan perlaku dapat di inapkan di Hotel termahal didunia.

Kapolda Riau Irjen Pol, Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi melalui Kabid Humas Kabid Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo ketika dihubungi www.harianberantas.co.id melalui telpon genggamnya, Kamis, 13/04/2017, membenarkan kejadian tersebut.

"Iya, memang kamis, 6/4/2017 kemaren ada seseorang berinisial AG (Abdul Gafar), mendatangi  SPKT Polda Riau, membuat laporan polisi, AG mengaku menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang. Pelakunya lebih dua orang, salah satu terduga anggota DPRD Riau, berinisial YS dan saat ini masih dalam penyelidikan. Hari ini Penyidik menjemput hasil Visum di RS Bangkara Polda Riau.

Saat www.harianberantas.co.id tanya, apakah para terduga sudah dimintai keterangan..?

Guntur, menjawab jika para terlapor belum di jadwalkan pemanggilan, berhubung pelaku bestatus anggota DPRD Riau dan harus ada persetujuan Gubernur Riau.

"Penyidik belum menjadwalkan pemanggilan terlapor, karena Terlapor merupakan anggota DPRD Riau, Penyidik kirim surat izin pemeriksaan ke gubernur riau. Apabila sudah ada izin dari Gubernur Riau, pasti penyidik panggil terlapor untuk dimintai keterangannya"

Menyikapi kejadian tersebut, Ketua Umum DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ( DPP LSM KPK) Toro Zl, melalui Koordinator lapangan JP.Sihombing, saat di jumpai www.harianberantas.co.id dikantornya, Selasa, 13/4/2017, pihaknya mengecam perilaku Oknum Ormas PKDP yang juga sebagai pembantu rakyat yang duduk di DPRD Riau tersebut, yang melakukan pengeroyokan terhadap majikannya sendiri Abdul Gafar. Menurut Jp.Sihombing, Perbuatan tak terpuji seorang oknum pembantu rakyat dari partai PKB di DPRD Riau, YS (Yusuf Sikumbang) Cs, tersebut merupakan perbuatan yang keji.

Lebih jauh JP.Sihombing menjelaskan, seharusnya seorang pembantu yang diangkat dan dipilih rakyat sebagai pembantu rakyat di DPRD Riau, dimanapun dirinya berada harus hormat kepada rakyat sebagai majikannya. Pembantu YS (Yusuf Sikumbang,red) yang duduk di kursi DPRD Riau itu atas lamarannya kepada rakyat. Jadi, jangan setelah duduk di kursi di DPRD Riau, lalu menjadi Kacang yang Lupa akan Kulitnya.

“Ya, kita sangat kecewa atas perbuatan onum pembantu rakyat Yusuf Sikumbang (YS,red) Cs tersebut. Massa majikanya sendiri dianiayanya..? Seharusnya YS (Yusuf Sikumbang, red) tunduk dan hormat kepada majikannya” Katanya.

DPP LSM KPK Kecewa Kepada Polda Riau:

Kekecewaan terhadap Proses hukum proses hukum di Polda Riau semakin mencuat kepublik. Kekecewaan tersebut diutarakan satah satu aktivis anti korupsi dan penegakkan supremasi hukum, Koordinator lapangan DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ( DPP LSM KPK), JP.Sihombing, pihaknya sangat kecewa terhadap proses hukum diambil Polda Riau yang dinilai lamban serta mengharuskan ada izin dari Gubernur Riau dalam penyidikan hukum pidana.

PJ. Sihombing menjelaskan, seharusnya polda riau tidak perlu meminta izin dari gubernur riau. Karena DPRD merupakan instansi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah riau. DPRD lembaga pengawasan kinerja pemerintah, bukan sebaliknya.
“Ya, kita sangat kecewa terhadap proses hokum yang lambat dari polda riau. Lucu Penegak hukum kita saat ini, massa polda riau harus minta izin dulu ke gubernur? DPRD bukan berada dibawah naungan gubernur, tetapi sebaliknya”

Maka, saya mewakili unsur Pimpinan DPP LSM KPK pusat, meminta kepada Kepolisian segera menangkap para terlapor tersebut. Jangan hanya karena YS (Yusuf Sikumbang), CS duduk di DPRD Riau, proses hukumnya diperlambat dengan dalih izin gubernur.

“Polisi harus segera tangkap, jangan berlarut-larut. Segera Inapkan para pelakunya ke hotel termahal di Dunia yaitu Rumah Tahanan Negara” tegas Jp. Sihombing lagi.

Sementara, Kuasa Hukum Korban, Zulkifli, saat dihubungi media harinberantas, menjelaskan bahwa ini kasus pidana murni antara pribadi kliennya dengan para pelaku pada saat berunding.

"Ya, kasus ini, tidak pidana murni. Pada saat proses perdebatan secara tiba-tiba para pelaku melayangkan Bogem Mentah secara bertubi-tubi kepada klien saya"

Saat wartawan mempertanyakan, apakah benar pokok permasalahnya adanya janji Pelaku saat mencalonkan diri sebagai anggota dewan pada tahun 2014 lalu kepada korban? Zulkifli, menjelaskan, benar, memang ada pelaku berjanji waktu itu secara lisan, karena saling percaya ya.., di setujui saja oleh klien saya

"Janji itu tidak bisa saya jelaskan, nanti akan kita jadikan bukti di pengadilan". Jelasnya.

"Saya berharap Polisi segera menangkap para pelakunya, agar tidak menjadi konflik, serta menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak berbuat sesuka hatinya kepada klien saya. Apapun alasannya, Polisi harus segera menangkapnya dan di inapkan di hotel Prodeo termahal didunia" Imbuh Zulkifli.

Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan  terhadap Abdul Gafar bersama rekannya, berawal korban bersama temannya mendatangi sebuah rumah di Gang Sadar, Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan yang sering mereka berkumpul. Dimana sebelumnya pelaku menghubungi korban untuk datang di tempat tersebut. Setelah tiba, mereka berdiskusi. Namun naas, pada saat diskusi hasil yang didapat Abdul Gafar bersama seorang temannya bogem mentah dari para pelaku.

Menurut korban Abdul Gafar, berniat menagih utang atau janji pelaku, ternyata yang didapat Bogem Mentah dari para pelaku.

“Iya pak, dia (Yusuf Sikumbang) mengajak saya ketemu, katanya ada persoalan internal yang harus diselesaikan yaitu janjinya kepada saya. Namun bukannya Yusuf Sikumbang menempati janjinya akan tetapi langsung marah-marah serta memukul saya bersama teman-temannya yang. Ada satu temannya bernama “Rico” memukul saya pakai kayu balok dan batu secara bertubi-tubi hingga babak belur," katanya sambil menunjukan bekas lukanya.

Hingga berita ini diturunkan, berbagai cara di lakukan untuk menghubungi Yusuf Sikumbang, hingga ke gedung DPDR Riau, namun tidak membuahkan hasil untuk di konfirmasi. (Ans)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas