Headlines News :
Home » » DPP LSM KPK Tinjau Lahan Warga Yang Dirampas Paksa PT.BBSI

DPP LSM KPK Tinjau Lahan Warga Yang Dirampas Paksa PT.BBSI

Written By Harian Berantas on Wednesday, April 12, 2017 | 8:53:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU— Menanggapi keluh kesah warga Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau-Indonesia, terkait lahan mereka yang dirampas oleh PT. Bukit Betabuh Sei Indah (PT BBSI)  selama puluhan tahun lamanya.
Sekum DPP LSM KPK, B.Anas (Baju Batik) bersama Nawir Pemilik Lahan (Baju Kaos Putih) 
Kedatangan tim Investigasi yang dimpimpin langsung Sekretaris Umum DPP LSM KPK,  B. Anas, bersama salah satu pemilik lahan, M.Nawir, langsung turun kelokasi untuk memastikan dan menyesuaikan lokasi dengan peta lahan yang dimiliki warga yang telah di rampas secara paksa oleh PT. Bukit Betabuh Sei Indah (PT BBSI) selama puluhan tahun.

Menurut keterangan pers B. Anas di Pekanbaru, mengungkapkan, stelah pihaknya menerima pengaduan warga Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau-Indonesia, pihaknya lansung turun kelokasi tersebut.

“Iya, kami sudah cek kebenaran lokasi, dan ternyata, apa yang di laporkan warga ke kantor kami memang sesuai dengan petak dan surat yang dimiliki warga.”
Doc: Surat Pengakuan Batas Lahan Masyarakat Dari LAM Riau dan  Peta Lahan  Masyarakat
Kedatangan Tim kita DPP LSM KPK kelokasi lahan rampasan tersebut, untuk melengkapi bukti-bukti keabsahan lahan tersebut. Dan apabila sudah lengkap maka, akan kita somasi pihak PT. BBSI untuk mengembalikan seluruh lahan warga Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau-Indonesia seluas + 1. 850 Hektare.

“Kalau sudah terkumpul semua dokumen, maka kita akan somasi PT.BBSI, sesuai tuntutan warga yaitu lahan seluas 1.850 Ha harus di kembaliakan serta ganti kerugian selama puluhan tahun|” 

Anas menambahkan, apabila somasi yang kita layangkan ke PT.BBSI tidak ada tanggapan, maka kita, surati pihak terkait hingga melaporkan perbuatan pidananya. “Iya pasi kita laporkan pihak PT.BBSI kepolisi hingga mengajukan gugatan kepengadilan. Karena perbuatan hukum sangat jelas” Kata Anas lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa, Perusahaan PT Bukit Betabuh Sei Indah (PT BBSI) merupakan anak perusahaan PT.RAPP sebagai Suplair bahan baku bubur kertas.

Menurut, warga, M. Nawair kepada wartawan, kami dari masyarakat meminta bantuan dari DPP LSM KPK guna pengusutan perbuatan manajemen PT. BBSI. Kamiu dari masyarakat bahwa DPP LSM KPK ini mampu memperjuangkan hak rakyat.

“Iya, kami yakin LSM KPK mampu memperjuangkan hak kami. Kami telah menyaksikan gebrakan mereka. Banya pejabat yang masuk penbjara yang merampas hak rakyat. Itulah dasar kami. Pasalnya, PT BBSI hampir puluhan tahun merampas lahan kami sehingga PT. BBSI menuai hasil dua kali panen” Jelas M.Nawir.

Lebih jauh lagi Nawir menjelaskan, bahwa Pihak PT BBSI sudah mematok dan mengambil lahan kami yang merupakan hasil garapan dari Hibah Datuk Putih di Desa Anak Talang,  Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kami sangat heran mengapa pihak perusahaan raksasa (pt.bbsi,red) begitu kejam kepada kami masyarakat kecil. Kesal Nawir.

Meski demikian, kami tidak pernah putus asa. Kami tetap tuntut PT. BBSI membayar kerugian masyarakat dan mengembalikan seluruh lahan hak kami kami.

“Ya, kami tidak putus asa. hak kami yang di rampas PT.BBSI, tuntut kemeja hijau, karena kami pemilik yang sah”

Dengan permohonan kami ke DPP LSM KPK untuk mendapingi kami ke pihak penegak hukum, kami yakin pasti bisa mengalahkan PT. BBSI. Karena LSM KPK tidak seperti Pengacara yang maunya harus banyak uang.

“Ya, Jiaka kita minta bantuan kepengacara harus banyak uanglah. Besar uang kita, pengacara pasti kita di bela matia-matian. Kalau LSM KPK tidak seperti itu”

“LSM KPK tersebut telah terbukti dimata masyarakat riau bahkan indonesia. Mereka mampu mengungkap skandal korupsi yang melibatkan Pejabat tinggi di Riau”  Imbuh Nawir".

Adapun tuntutan masyarakat Desa Anak Talang,  Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau kepada pihak PT BBSI yaitu:
  • PT.BBSI harus kembalikan seluruh lahan masyarakat yang telah di serobot seluas 1.850 Hektare;
  • PT.BBSI harus membayar seluruh kerugian masyarakat yang telah timbul sejak tahun 1996 sampai sekarang akibat perbuatan pt.bbsi tersebut;
  • Menyerahkan hasil lahan yang telah di kelolah oleh PT. BBSI selama hampir tiga kali panen tanpa seizin masyarakat, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat ratusan milyar rupiah.

Apabila tuntutan kami ini tidak dipenuhi, kami akan memblokir lahan tersebut dan kami akan melakukan aksi damai hingga ke Jakarta. dan kami tidak akan mundur selangkahpun sebelum tuntutan kami terpenuhi.

Selain itu, atas perbuatan PT. BBSI tersebut, masyarakat dan negara telah dirugikan. Kami minta Presiden RI Perintahkan Menteri-menterinya dan Penegak Hukum di Negeri ini, segera mengambil tindakan tegas terhadap PT. BBSI yang sangat jelas-jelas merugikan negara dan rakyat kecil. Tegas Nawir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. BBSI belum bisa di konfirmasi. Setiap wartawan mendatangi kantor PT. BBSI di pekanbaru pintu selalu tertutup seakan tidak ada penghuninya. (Yn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas