Headlines News :
Home » » Diduga Salah Tangkap, Kapolsek Mandau Dipraperadilankan

Diduga Salah Tangkap, Kapolsek Mandau Dipraperadilankan

Written By Harian Berantas on Tuesday, April 11, 2017 | 1:26:00 PM

HARIANBERATAS, BENGKALIS-- Korban salah tangkap dalam kasus judi sabung ayam mengajukan gugatan praperadilan untuk Kapolsek Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau,Kompol Ricky Ricardo, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

"Kami datang kesini (PN, Bengkalis) untuk mendaftarkan gugatan praperadilan atas Kapolsek Mandau, terkait kasus salah tangkap dan salah tahan terhadap dua orang yang dijadikan tersangka yang bernama Alfena Zalukhu dan Faduhuo Hondo, dalam kasus perjudian sabung ayam," kata Temazisokhi Zega, SH selaku kuasa hukum korban, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Senin (10/04/2017).

Dia menyebutkan, dua pria itu dituduh sebagai pelaku perjudian sabung ayam ditempat kediaman salah satu warga Mandau bernama Londong, Rabu (02/04/2017) lalu. Padahal, kedua pria (korban salah tangkap) tersebut, hanya melihat atau ikut menonton bersama dengan para penonton lain yang menyaksikan perjudian sabung ayam yang dilakukan para pemain judi sabung ayam sebenarnya.

"Saat diciduk petugas, keduanya sudah mengatakan tidak ikut bertarung dalam permainan judi sabung ayam tersebut, justeru Alfena Zalukhu korban salah tangkap petugas Mapolsek Mandau itulah yang melaporkan adanya tindakan perjudian sabung ayam dikediaman atas nama Londong kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkainain Adinegara melalui Whatsapp, sebelum terjadinya penangkapan.

Tapi petugas Polsek Mandau, langsung membawa kedua korban ke kantor Polsek Mandau tanpa surat penangkapan dan penahanan yang hukumnya wajib memberikan selebaran surat kepada keluarga. Mereka telah menyampaikan ke Polisi kalau mereka tidak ikut bertarung dalam judi sabung ayam itu. Justeru sebaliknya, mereka itulah yang memberikan informasi kepada Kapolda Riau, sehingga terbongkarnya kasus judi yang kian merajalela itu," ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam kasus perjudian sabung ayam itu kuasa hukum juga menemukan keganjilan atau kesalahan yang dilakukan Polisi (Polsek Mandau-red). Pada saat petugas polsek Mandau membawa kedua korban di kantor Mapolsek Mandau, Polisi tidak memperlihatkan surat tugas dan surat penangkapan, hingga kedua korban ditahan tanpa surat pemberitahuan kepada keluarga oleh polisi.

Kemudiannya lagi, keluarga yang menerima informasi jika keluarga mereka (korban) sudah tiga hari lamanya berada di tahananPolsek Mandau, mendatangi kantor Polsek Mandau melihat kebenaran kedua keluarga mereka.

Namun, pihak Polsek Mandau tidak membenarkan kedua orang (Alfena Zalukhu dan Faduhuo Hondo) yang salah tangkap itu dilihat dan ditemui oleh keluarga.

Untuk diketahui, terungkapnya permainan judi sabung ayam ditempat kediaman bernama Londong tersebut, berdasarkan informasi yang disampaikan Alfena Zalukhu (korban) kepada Kapolda Riau melalui Whatshapp sebelum terjadinya penangkapan yang dilakukan beberapa anggota Polsek Mandau.

Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo, yang dikonfirmasi Harian Berantas lewat sambungan telepon pada Selasa (11/04/2017) kemaren belum memberikan tanggapan, karena ponsel genggamannya saat dihubungi, tidak aktif.(Mistar)
Share this post :

+ comments + 1 comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas