Headlines News :
Home » » Demi Mempertahankan Kemerdekaan Pers, 6 April Mendatang Gedung Dewan Pers, DPR dan Kominfo, Digeruduk

Demi Mempertahankan Kemerdekaan Pers, 6 April Mendatang Gedung Dewan Pers, DPR dan Kominfo, Digeruduk

Written By Harian Berantas on Saturday, April 1, 2017 | 7:29:00 PM

Jakarta – Sedikitnya 200 media senasional (cetak, online dan Tv local) yang mendukung aksi ke dua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) geruduk gedung Dewan Pers (DP), DPR RI dan Kominfo, Kamis 6 April 2017 mendatang.

Aksi yang akan berjalan tersebut, sebagai aksi penolakan kebijakan Dewan Pers (DP) yang terindikasi melakukan verifikasi media, QR Code, hingga persoalan Panja yang dipandang FPII sangat serius.


Sebagai ketua Presidium FPII, Kasihhati mengatakan dalam pertemuan rapat presidium dengan pengurus harian Setnas FPII di Jakarta (23/3), bahwa FPII akan menggelar aksi kedua dengan jumlah yang lebih besar sebagai tuntutan tegas yang diawali bulan April 2017 ini. 

"Kita tidak akan menunggu lama, aksi kedua akan digelar FPII awal April ini, dan tentunya dengan massa insan pers didukung oleh ratusan media senasional." ucap Kasihhati.

Ditegaskanya, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) bukan musuh Dewan Pers, tetapi hadirnya FPII sebagai kontrol kinerja DP sekaligus menolak kebijakan kebijakan DP yang dianggap menyimpang dari UU Pers No. 40/1999 terkait kemerdekaan pers.

Bambang Yudi Baskoro selaku wakil ketua presidium FPII juga menyampaikan suaranya didepan puluhan awak media, Selasa (28/3) di Jakarta. Dalam jumpa pers tersebut, ia mengatakan ‘dukungan dari teman teman media terus berdatangan, dan akan dicetak baliho besar ukuran 6 meter X 8 meter di aksi kedua FPII nanti.’

Ada yang mengulik hati kata opan (panggilan akrabnya-red), selaku ketua Setnas FPII. “Sangat lucu ajah, ada media yang merasa tidak diberitahukan logo medianya tersebut dimasukan kedalam balihoo digital sebagai media media dukungan aksi FPII. 

Padahal sudah diumumkan jauh sebelumnya bagi wartawan-wartawan yang mau memasang logo medianya harus membicarakannya terlebih dahulu, jika disetujui, kami sebagai pengurus Setnas FPII akan memasangnya.” Beber Opan, selaku ketua Setnas FPII saat dijumpai dibilangan Jakarta Selatan (28/3/2017).

“Saya sudah instruksikan dari jauh jauh hari sebelumnya agar para wartawan yang tergabung di FPII harus kordinasi dengan pimpinan redaksi dan pimpinan umumnya terlebih dahulu sebelum logo medianya dipasang sebagai aksi dukungan FPII.

Aneh saja, logo salah satu media tersebut dikirimkan ke group FPII oleh wartawan media tersebut, dan kami berpikir sudah mendapatkan ijin dari pimpinan redaksinya, konyolnya lagi, media tersebut membantah dalam judul beritanya ‘Dewan Pers Didemo, Ini Bantahan Berita Lima.’ Sindir Opan.
Dengan tegas, Ketua Setnas FPII nyatakan sikapnya terhadap media tersebut bahwa Forum Pers Independent Indonesia tidak pernah akan mencantumkan logo media media tanpa ada ijin dari pimpinan media-media untuk dukungan aksi “Wartawan / Media Independen Menggugat”

“ini HAK jawab kami tentang pemberitaan media tersebut yang menurut saya sangat kurang pas membuat pernyataan dipublikasikan, seharusnya pimpinan media tersebut bisa lebih bijak dan santun, kami juga bersahabat dengan saudara Efendi pimpinan media yang tersebut. (soz).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas