Headlines News :
Home » » Dana Tower Wi-Fi Dikorupsi, 19 Onum Kades Diperiksa Kejari Inhu

Dana Tower Wi-Fi Dikorupsi, 19 Onum Kades Diperiksa Kejari Inhu

Written By Harian Berantas on Friday, April 7, 2017 | 9:21:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU— Dugaan Korupsi dana pembangunan Tower Jaringan Wi-Fi di 19 desa Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masuk tahap penyidikan kejari Inhu.
Dugaan korupsi Program Pembangunan Tower Jaringan Wi-Fi  yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 sebesar 1,5 Milyar. Dalam pelaksanaan pembangunannya diduga berbaur korupsi.

Terungkapnya kasus dugaan korupsi tower wi-fi tersebut, berawal laporan dari masyarakat kepada pihak kejaksaan negeri rengat. Masyarakat yang mengetahui adanya tower jaringan wi-fi telah mengalami rusak parah dan tidak dapat di fungsikan, maka mereka melaporkannya ke pihak kejari rengat-inhu.

Hanya berbekal informasi dari masyarakat, penyidik turun kelapangan mencari tahu kebenaran informasi tersebut. Dan alhasil, memang benar. Sehingga 19 oknum kades dimintai keterangan terkait kerusakan tower wi-fi yang diduga dalam pelaksanaan pembangunannya berbaur korupsi.

Anggaran Pembangunan Tower Jaringan Wi-Fi  dimasing-masing desa rata-rata sebesar Rp 60 juta. Dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh rekanan yang sudah ditunjuk oleh Fasilitator Kecamatan (FK).

Saat wartawan konfirmasi Kejari Inhu, Supardi SH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus), Agus Sukandar SH, Senin (3/4), membenarkan bahwa kejari rengat sedang menangani kasus dugaan korupsi pembangunan tower jaringan wi-fi tersebut.

"Benar, kita sedang menangani kasus tower wi-fi itu, dan kita telah meminta keterangan para kades di sembilan belas desa. Sembilan belas orang oknum kades telah kita mintai keteranganya terkait dugaan korupsi tower Wi-Fi tahun anggaran 2015 tersebu. Dan penyidik masih mendalaminya. Apabila sudah ada perkembangan kita ekspos" ujar Agus Sukandar SH.

Menyikapi pemanggilan sembilan belas oknum kades itu, Camat Rakit Kulim, Nursisman, angkat bicara, pihaknya belum mengetahui adanya pemanggilan ke 19 orang oknum kades tersebut. Nanti saya cari tahu dulu kebenarannya.

Sepengetahuan saya, tambah Nursisman, tower itu tidak ada masalah dan sudah bisa di fungsikan,. Meskipun sempat ada yang rusak, tapi itu sudah diperbaiki.

“Ya, seluruh tower jaringan internet bisa difungsikan. Bahkan tower jaringan internet yang mengalami rusak sebelumnya, telah diperbaiki” Jelas nursisman kepada wartawan.

Camat juga menilai pemanggilan yang dilakukan kejari Rengat itu  wajar saja. Sehingga bagi kades yang dipanggil merupakan pembuktian bagi setiap warga negara yang taat hukum, jetus Nursisman.

Namun demikian, kita berharap seluruh kades yang dipanggil agar memberikan keteranga yang sebenar-benarnya dan jangan mempersulit penyidik. "Silahkan memberikan keterangan yang sesungguhnya. Sehingga informasi ditengah-tengah masyarakat tidak simpang siur," harapnya. (Lamhot )
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas