Headlines News :
Home » » KPK Diminta Prioritaskan Usut Dugaan Keterlibatan Sekda Dumai, M Nasir dalam Kasus Korupsi Proyek MY di Pulau Rupat Rp495 Miliar

KPK Diminta Prioritaskan Usut Dugaan Keterlibatan Sekda Dumai, M Nasir dalam Kasus Korupsi Proyek MY di Pulau Rupat Rp495 Miliar

Written By Harian Berantas on Saturday, March 25, 2017 | 10:41:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Demi kepastian hukum, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Agus Rahardjo diminta memprioritaskan penuntasan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi pada proyek pembangunan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dibangun secara tahun jamak atau multi years di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis senilai  Rp.495.319. 678.000,00, atau sebesar Rp495 miliar lebih tahun anggaran 2013-2015 yang diduga melibatkan  Sekda Pemko Dumai, M Nasir mantan Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan atau PU Kabupaten Bengkalis, bersama PPTK proyek dan kontraktor yang pada masa sekarang ini masih tahap  penyelidikan (lid). Penuntasan kasus dugaan korupsi pada proyek senilai Rp495,3 miliar lebih ini harus diprioritaskan demi tegaknya supremasi hukum yang saat ini sedang digalakkan.
Tim LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, usai keluar dari ruangan kerja Ka, Deputi Bidang Pengawasan Internal Pengaduan di KPK RI
Demikian Sekum DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, B Anas saat diwawancarai sejumlah wartawan, Kamis (23/03/2017) di anti rasuah atau KPK RI usai melaporkan sebuah kasus korupsi yang diduga di petieskan Polda Riau ke KPK.

Hal ini menanggapi kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang masih dalam tahap penyelidikan KPK dan Kejaksaan.

"Kita sangat berharap kepada personil KPK yang diketuai oleh bung Agus Rahardjo, dapat segera menuntaskan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Besar harapan kita, kasus yang sedang ditangani penyidik KPK ini dapat cepat tuntas dan ditetapkan tersangkanya diajukan ke pengadilan " ujar B Anas.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ini sangat berharap, KPK bergerak cepat menyelesaikan kasus yang terungkap atas laporan lembaganya tersebut, apalagi kasus tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya masyarakat pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang berkeinginan kasus dugaan korupsi yang luar biasa yang didalamnya telah terjadi gratifikasi, terungkap hingga diketahui siapa tersangkanya. "Jangan sampai kasus ini seperti berpangkal tapi tidak berujung " ujarnya.

Sebelumnya, Pimpinan KPK, melalui Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, Ranu Mihardja, bahwa tambahan bukti kasus dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dibangun secara multi years (MY) di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013-2015 yang kembali disampaikan DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ke KPK tanggal 8 Desember 2016 lalu, menyebutkan, bahwa pengdauan tersebut, tambahan informasi bagi bidang pengaduan KPK.

"Sehubungan dengan surat saudara. Nomor: 0293/LSM-KPK/XII/2016/RIAU tertanggal 7 Desember 2016 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bersama ini disampaikan bahwa pengaduan tersebut sebagai tambahan informasi bagi bidang penindakan KPK,” (soz/agn)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas