Headlines News :
Home » » Dikabarkan Imbalan Untuk Melindungi Pelaku Korupsi Bansos-Ijazah, Proyek Jalan Lingkar Sei Pakning Bengkalis Rp19,8 M Diduga Ajang Kepentingan Dan Korupsi

Dikabarkan Imbalan Untuk Melindungi Pelaku Korupsi Bansos-Ijazah, Proyek Jalan Lingkar Sei Pakning Bengkalis Rp19,8 M Diduga Ajang Kepentingan Dan Korupsi

Written By Harian Berantas on Saturday, March 18, 2017 | 11:08:00 PM

HARIANBERANTAS, PAKNING- Kondisi pekerjaan pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas (DAK) yang beralokasi di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, merupakan bagian jalan poros milik Pemdakab Bengkalis, saat ini sudah mengalami kerusakan berat.
Dok: Plank/Merk proyek Tampak badan jalan (cor beton) patah hingga pada lantai dasar kerja
Padahal jalan ini baru selesai dikerjakan tiga bulan lalu (Desember 2016-red), dan di beberapa titik lokasi badan jalan kondisi cor betonnya terlihat banyak yang rusak patah hingga lantai kerja, retak dan terkelupas. Bahkan ditemukan item pekerjaan berupa beram pada sisi kiri-kanan badan jalan dengan volume/panjang 448 meter, diduga tidak dilaksanakan alias fiktif.

Hal ini berdasarkan pantauan Harian Berantas dilapangan belum lama ini, diduga kuat proyek jalan milik Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, kurang mendapat pengawasan dari pihak terkait, hingga menyebabkan proyek jalan ini diduga dilaksanakan amburadul karena banyak bertentangan dengan aturan prosedur maupun teknis, layaknya sebuah proyek pemerintah.

Salah satunya itu, menurut informasi diterima Harian Berantas menyebutkan, dimana lokasi antara jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas  dengan ukuran lebar jalan yang telah dilakukan 6 meter dan tebal 10 cm dan 25cm, diduga banyak kondisi jalan yang lama tidak dilakukan pembongkaran maupun pengerukan ulang terlebih dahulu, hal ini diperkirakan salah satu pemicu terjadinya kerusakan jalan.

Ironisnya, ternyata antara jalan poros Sungai Pakning menuju Desa Dompas Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, yang masuk link pemeliharaan, kondisinya cukup memprihatinkan. Padahal, volume atau panjang jalan yang dibangun rekanan kontraktor itu dilapangan hanya memiliki ukuran panjang kurang lebih 1 km saja.

Padahal, diketahui jumlah alokasi anggaran dalam proyek pekerjaan pemeliharaan jalan lingkar Sei Pakning-Dompas Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis ini menyerap dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp19.800.000,000,- dibawah naungan Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kabupaten Bengkalis tahun 2016 lalu.

Diketahui selaku penyedia jasa (rekanan) PT. Kurnia Agung Rezeki yang diklaim beralamat di Jl. Pahlawan Revolusi No. 24 A,RT.006/RW.007, Kel.Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur - DKI Jakarta, dengan konsultan pengawas proyek, CV. Nanda Nur Riana.

Dari bukti data yang diperoleh Harian Berantas ini, pekerjaan paket proyek pemeliharaan jalan lingkar Sei Pakning-Dompas (DAK) tahun 2016 lalu itu, harga penawaran hingga harga terkoreksinya pemenang lelang terkesan sudah bermasalah dan merugikan keuangan Negara.

Pasalnya, nilai pagu paket sebesar Rp20.425.597.000,00 dengan nilai HPS Paket Rp20.240.800.000,00,-, yang diikuti sebanyak 113 peserta tender yang berbentuk badan hukum PT dan CV, yang akhirnya dimenangkan oleh salah satu peserta tender yaitu PT. Kurnia Agung Rezeki yang berada pada urut nomor urut 56 dengan harga terkoreksinya sebesar Rp19.800.000. 000,00, yang bantingan harga penawarannya tidak mencapai 1 persen (1%).

Selain telah terjadinya dugaan kongkalikong terhadap bantingan harga penawaran nilai paket proyek pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis tersebut, hingga menimbulkan dugaan kerugian negara yang cukup lumayan besar, pada plank/merk kegiatan proyek yang sempat dipasangan oleh rekanan kontraktor dilokasi pekerjaan lapangan, diduga telah terjadi pembodohan hingga pembohongan public.

Betapa tidak, pada plank atau merk kegiatan proyek yang terpasang dilokasi, tercantum sumber dana APBN. Padahal, kegiatan pekerjaan pemeliharaan jalan lingkar Sungai Pakning-Dompas (DAK) yang dilaksanakan oleh PT. Kurnia Agung Rezeki itu, berasal dari sumber biaya APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2016, dan bukan berasal dari sumber biaya APBN tahun 2016.

Bukan itu saja, pada Plank/Merk kegiatan yang hanya sebentar saja terpasang dilapangan saat itu, volume atau panjang kegiatan yang seharusnya dikerjakan oleh rekanan kontraktor, tidak dimuat atau ditulis pada plank/merk kegiatan sebagaimana ketentuan dalam peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah.

 
H. Ngawidi, ST,MT selaku kepala bidang jalan (Kabid) Dinas Bina Marga Dan Pengairan atau PU Kabupaten Bengkalis, saat yang dihubungi Harian Berantas, Sabtu (18/03/2017) sore guna konfirmasi berita, hendphon miliknya yang biasa dihubungi media ini, tak aktif.  Namun demikian, awak media ini dalam waktu dekat akan melayangkan surat laporan ke pihak BPK RI dan BPKP RI untuk segera mengaudit hasil pekerjaan proyek yang diduga sarat kepentingan dan penyimpangan tersebut.

Sementara itu, informasi yang beredar saat ini dikalangan masyarakat Kabupaten Bengkalis melalui pesan short message service atau SmS dari pihak yang mengaku masyarakat setempat (Sungai Pakning), dan informasi tersebut telah dikirim ke nomor kontak person Wartawan Harian Berantas yang bertugas diwilayah daerah Kabupaten Bengkalis.

“Kami msykat Sungai Pakning minta KPK dan Kejagung usut korupsi pemeliharaan jalan lingkar sungai pakning-Dompas Kabupaten Bengkalis dana APBD thn 2016 sebesar Rp19,8 miliar yang dikerjakan PT. Kurnia Agung Rezeki. Pryk jln dikampung kami ini, belum ado 3 bulan sudah hancur2, pesanya.

Informasi yang beredar dikalangan masyarakat Bengkalis saat ini, juga informasi atau pesan yang sama telah diterima awak media ini, berbunyi, proyek yang disub dg kontraktor orang cino namo Along. 

Pesan singkat isi muatan SmS yang beredar itu, mencatut salah satu oknum Polisi di Polda Riau, bernisial R,S berpangkat Kombes, sebagai imbalan jasa melindungi salah satu pejabat tinggi di Kabupaten Bengkalis yang selama ini diisukan terlibat korupsi anggaran Bansos/ Hibah tahun 2012 dan Ijazah palsu.

Bukan itu saja, pesan singkat SmS yang telah menghebohkan itu mengatakan, tuan2 wartawan dan lsm, jgn hanya tahu minta uang bupati dan camat asal jumpo. Mslh dilapangan lihat juga. pesan sms itu lagi.

Berangkat dari informasi gelap melalui pesan singkat sms yang beredar dikalangan warga masyarakat setempat diatas, dan juga informasi yang sama dikirim kepada media ini, salah seorang warga setempat kepada Harian Berantas mengaku kecewa terkait kerusakan kondisi jalan yang rusak berat didaerah mereka (warga-red).

Dikatakannya, proyek ini masih tahap pemeliharaan kabarnya pak. Padahal jalan yang retak dan rusak ini, baru sekitar tiga bulan yang lalu selesai dikerjakan.

“Saya kira bapak, bisa lihat sendiri keadaan jalan ini, katanya proyek miliaran rupiah, tapi kondisinya seperti ini, jangan-jangan proyek ini jadi bahan bancakan oknum saja pak,” ujar Dar yang mengaku warga desa setempat.

Hal senada diutarakan, Indra (32) salah seorang pengendara saat melintas disana kepada Harian Berantas, mengatakan merasa kesal karena proyek ini tidak sesuai dan sebanding dengan dana dan kondisi jalan yang sudah dibangun.

“Masak bangunan jalan yang belum seumur jagung seperti ini sudah pada retak-retak dan patah. lihat sendiri pak, kondisi jalan bukan kondisi jalan yang baru dibangun lagi, melainkan jalan yang sudah mulai kembali ke kondisi yang lama,” ujarnya.

Terpisah, Haryanto salah satu penggiat anti korupsi didaerah Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam lembaga Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Sabtu (18/03/2017) siang mengatakan, proyek jalan lingkar sungai pakning-dompas yang dibangun tahun 2016 lalu itu rawan penyimpangan.

“Jika hal itu mau ditela’ah secara lebih mendalam, secara logika saja yang kita tanyakan, sebandingkah antara anggaran dan kondisi riil pemeliharaan jalan poros yang sudah dibangun tahun 2016 lalu itu?” katanya.

“Jadi, terus terang kita meragukan kualitas pekerjaan proyek jalan ini, terutama jika proyek tersebut dilaksanakan sesuai aturan petunjuk tertuang dalam pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) yang berkaitan dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dikeluarkan,“ jelasnya seraya menguraikan, terkait masalah kalkulasi harga satuan timbunan Base, abu batu (jika itu ada) maupun kubikasi volume material yang digunakan dapat dihitung secara per-item, dikhawatirkan banyak terjadi selisih harga.

Pihaknya selaku bagian tokoh masyarakat setempat dan juga penggiat anti korupsi didaerah Provinsi Riau, meminta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan untuk melakukan imvestigasi lapangan. (Mistar/Anonk).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas