Headlines News :
Home » » Penolakan Ir. M Nasir Jadi Sekdako Dumai, Lumrah

Penolakan Ir. M Nasir Jadi Sekdako Dumai, Lumrah

Written By Harian Berantas on Saturday, February 11, 2017 | 6:56:00 PM

HARIANBERANTAS, DUMAI- Ir.Muhammad Nasir sendiri sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Plt Kadis PUPR Dumai, sebelum dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kota Dumai.
Spanduk Penolakan M Nasir jadi Sekda Dumai Zulkifli AS lantik M. Nasir sebagai Sekdako Dumai  (10/2/17)
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekdako Dumai dipimpin oleh Walikota Dumai Zulkifli AS di Gedung Sri Bunga Tanjung, Jumat (10/2/2017).

Dimana pelantikan Muhammad Nasir sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai difinitif ini sebelumnya, mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat dengan adanya pemasangan spanduk.

Mendapat informasi penolakan itu, Walikota Dumai Zulkifli AS, usai melantikan Muhammad Nasir mengatakan, penolakan yang terjadi merupakan hal biasa dalam birokrasi politik.

"Dalam birokrasi menentukan yang terbaik dari yang terbaik sesuatu yang berat. Ada yang suka maupun tidak itu sudah biasa. Yang jelas inilah Sekda Dumai difinitif kita," kata Zulkifli AS. 

Menurutnya, dengan adanya baleho penolakan yang mengatasnamakan tim relawan Zul AS - Eko Suharjo tersebut merupakan aksi menyampaikan aspirasi dan hal itu merupakan hal wajar. 

"Mereka juga tidak pernah mengatakan yang mana mereka inginkan, hal itu sah saja untuk menyampaikan aspirasi. Dan itu semua hal yang wajar untuk jabatan birokrasi mendapat penolakan," katanya. 

Diketahui juga, Muhammad Nasir sebelum dilantik sebagai Sekda Kota Dumai difinitif merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bengkalis dan pindah tugas ke Pemerintah Kota Dumai.

Sesampai di Pemko Dumai, M Nasir yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dibangun secara tahun jamak atau multi years (MY) tahun 2013-2015 di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau senilai Rp.495.319.678.000,00 atau sebesar Rp495 miliar, mendapat jabatan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai. Dan ia M Nasir langsung ikut Assesment Jabatan Pratama Tinggi. 

Dari hasil Assesment tersebut, ada enam calon yang mengikutinya. Hasilnya tiga calon yang direkomendasikan oleh Tim Pansel Assesment ke Walikota Dumai untuk diberikan ke Komisi ASN dan Gubernur Riau.

Ketiga nama itu pun masuk dalam rekomendasi untuk dikerucutkan menjadi satu nama. Dari hasil seleksi di tingkat Komisi ASN dan Gubernur Riau, Ir. Muhammad Nasir mendapat lampu hijau untuk dilantik dari Sekdako Dumai difinitif.

Diberitakan, Sabtu (04/02/2017) malam, Redaksimedia ini menerima  pesan dari masyarakat Kota Dumai Provinsi Riau lewat via email redaksi skuberantas@yahoo.co.id, Sabtu (04/02/2017).

Dimana masyarakat kota Dumai, meminta dan mengharapkan awak media dan LSM KPK, agar menyurati Walikota Dumai, Zulkifli AS, dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, untuk membatalkan dan menolak mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Ir. M. Nasir, M.Si itu sebagai Sekda Dumai.

Dari pesan yang diterima Redaksi, dilengkapi dengan kiriman sebuah gambar/spanduk bertulisan, “Kami Dari Tim Relawan Zul AS-Eko, Menolak Ir. Muhammad Nasir Untuk Dijadikan Sekda Kota Dumai dengan Alasan Terindikasi Kasus Hukum Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)”

Menindaklanjuti kiriman spanduk penolakan Ir. M Nasir untuk jadi Sekdako Dumai tersebut, hendphon Ir. M Nasir yang berdering hingga akhir saat dihubungi harianberantas tak diangkat. Bahkan konfirmasi tertulis yang pernah disampaikan media ini sebelumnya, juga takterjawab. (Rozali).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas