Headlines News :
Home » » Terkait Kasus Korupsi Bansos 2012 Rp272 Miliar, Ketua DPRD Bengkalis Akan Duduk di Kursi Persakitan

Terkait Kasus Korupsi Bansos 2012 Rp272 Miliar, Ketua DPRD Bengkalis Akan Duduk di Kursi Persakitan

Written By Harian Berantas on Thursday, January 12, 2017 | 10:14:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dalam waktu dekat, Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi yang terlibat dugaan korupsi Bansos 2012 lalu, akan duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau.
Tanda Terima Surat Klarifikasi Laporan Kasus Korupsi Bansos Bengkalis Rp272 Miliar dari Kapolri dan Presiden RI
Hal itu diketahui setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melimpahkan berkas perkara ke pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (12/1/17) siang.

"Berkas perkaranya sudah kita terima, dan saat ini masih menunggu penetapan majelis hakim oleh Pak Ketua PN," ucap Deni Sembiring SH, selaku Panmud Tipikor PN Pekanbaru.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bengkalis, Arief S Nugroho SH MH dan Budhi Fitriadi SH, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa kepada Wartawan mengatakan, perbuatan terdakwa yang turut serta merugikan negara sebesar Rp 32 miliar itu. Dijerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Dijelaskan Budhi, dugaan tindak pidana korupsi pada dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis itu terjadi tahun 2012 lalu saat terdakwa duduk sebagai anggota DPRD Bengkalis. Dimana Pemkab Bengkalis mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 272 miliar.

Dalam pengalokasiannya, ditemukan 2.000 proposal lembaga sosial fiktif yang dilakukan secara berjemaah oleh para Legislator dan Bupati.

Dalam perkara ini, Hakim Tipikor Pekanbaru sudah memvonis lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Jamal Abdillah (Ketua DPRD 2009-2014), Purboyo, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Hudayat Tagor.

Terakhir, pada Selasa, 11 Oktober 2016, hakim Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Marsudin Nainggolan, juga sudah memvonis mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Azrafiani Raof, masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam kasus yang sama," jelas Budhi.

Berdasarkan bukti data yang diperoleh Redaksi harianberantas ini, dugaan tindak pidana korupsi dana hibah/ bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012 sebesar Rp272 miliar lebih itu terjadi, berawal ketika keputusan yang ditentukan Gubernur Riau, dengan Nomor: Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 yang menetapkan anggaran hibah/bansos senilai Rp67 miliar tidak dipatuhi oleh Herliyan Saleh selaku Bupati bersama-sama ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah Bin Abu Zakir dan sejumlah anggota DPRD periode 2009-2014.

Sehingga puluhan nama wakil rakyat di DPRD Bengkalis periode 2009-2014 saat itu, terindikasi ada menerima bantuan dana bansos/hibah sebesar Rp272 miliar tahun 2012, namun belum disentuh hukum.

Ungkapan keterlibatan Bupati Bengkalis, Amril Mukmini dan kawan-kawan itu pun, bukan tanpa alasan dan data otentik yang diperoleh media Berantas dan tim LSM KPK. Pasalnya, selain bukti data laporan awal yang diterima oleh pihak Polri sendiri sejak tanggal 01 Oktober 2013, dalam beberapa dakwaan tersangka lainnya juga sangat jelas adanya keterlibatan Bupati Amril Mukminin ada menikmati aliaran dana Bansos/Hibah yang seharusnya diperuntukkan dan dimanfaatkan oleh kelompok organisasi masyarakat Kabupaten Bengkalis, berikut keterangannya.

Anggota DPRD periode 2009-2014, H. Firzal Fudhoil, SH.MH sebesar Rp.1,4 miliar lebih, Anom Suroto, SE, Rp1,6 miliar, Mesran senilai Rp3,3 miliar lebih, Jamadin Sinaga sebesar Rp1,6 miliar, Suhendri Asnan sebesar Rp4, 2 miliar lebih juga.

Sementara, Bupati, Amril Mukminin, diketahui menerima anggaran sebesar Rp1.475. 000.000,00 atau Rp1,4 miliar lebih. Bahkan keterlibatan Bupati dkk ini telah berkali-kali diungkap para tersangka lainnya di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, dan diperkuat dengan keterangan didalam “Surat Dakwaan” Kejaksaan dengan No. Reg. Perk:PDS-08/BKS/08/2015 atas nama terdakawa Jamal Abdillah Bin Abuzakir, “Surat Dakwaan” dengan No. Reg.Perk; PDS-04/BKS/03/2016 atas nama terdakwa Ir. Herliyan Saleh MSc.

Bukan dalam “Surat Dakwaan” Jamal Abdillah (Ketua DPRD) dan Ir. Herliyan Saleh MSc (mantan Bupati) saja tercatat adanya keterlibatan Bupati Amril Mukminin, bahkan didalam “Surat Dakwaan” Kejaksaan terhadap terdakwa anggota DPRD Bengkalis atas nama Hidayat Tagor, Rismayeni S.Pd, Tarmizi dan Purboyo, nama Bupati Amril Mukminin disebut terbukti menerima anggaran Bansos/Hibah itu sebesar Rp1,4 miliar lebih.

Selain Bupati Amril Mukminin, juga ada dugaan keterlibatan pihak lain seperti H. Revolaysa SH,MH sebesar Rp1,2miliar, Almi Husni SoS sebesar Rp2,3 miliar lebih, Dani Purba sebesar R1 miliar lebih, Misliadi S.HI Rp.2. 165.000.000,00, Iskandar Budiman SE, Rp1 miliar. M Nasir Rp.1. 550.00.000,00, H. Thamrin Mali sebesar Rp1, 7 miliar lebih, Daud Gultom Rp300 juta, Ali S.AG, Rp1, 6 miliar lebih, dan H. Arwan Mahidin Rani, Rp.1. 665.000,000,00.

Kemudian, Rosmawati Florentina (anggota DPRD) sebesar Rp1,1 miliar lebih, Darmizal S.Ag M.Si sebesar Rp1,5 miliar lebih, Hj. Mira Roza sebesar Rp.1,2 miliar lebih. H. Yidhi Feryantoro Rp1,6 miliar lebih, H. Abdul Rahman Jantan, SH, Rp1,6 miliar lebih.

Nama lainnya adalah Khuzaini Rp4,1 miliar lebih, Nanang Haryanto sebesar Rp2,1 miliar lebih. Dr. Fidel Fuadi sebesar Rp1.125.000,000,00, Suhendri Asnan sebesar Rp4,2 miliar lebih, Sofyan S.Pada, sebesar Rp1,6 miliar lebih, Hendri, Sag. MSi sebesar Rp2, 1 miliar. Salfian Daliandi sebesar Rp1,2 miliar, Kurniato, S.IP sebesar Rp1,3 miliar. Abdul Halim, HSB, Sos.I sebesar Rp1,5 miliar, Syafro Maizal, SH.MH sebesar Rp1,5 miliar lebih,.

Dari keterangan yang diungkap pewarta media ini diatas, masih ditemukan pihak lain dari golongan PNS di lingkup Pemda Bengkalis termasuk para pengurus kelompok/organisasi masyarakat yang diduga sekongkol dengan para anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 bersama beberapa oknum honorer dan PNS di Pemdakab Bengkalis. (Toro)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas