Headlines News :
Home » , » Usai Ditangkap Heru wahyudi Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis,diserahkan ke Kejati Riau

Usai Ditangkap Heru wahyudi Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis,diserahkan ke Kejati Riau

Written By Harian Berantas on Tuesday, January 3, 2017 | 3:30:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Tersangka Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi yang terlibat dugaan korupsi Bansos 2012 akan memasuki tahap II esok hari. Tersangka dan barang bukti akan diserahkan kepada Kejaksaan.
 
Tanda terima surat klarifikasi LSM KPK yang diterima Kapolri dan Ketua Komisi III DPR RI (Desember 2016)

Jika tak ada aral melintang, besok pagi (04/01/2017), Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi, tersangka kasus korupsi dana hibah bantuan Sosial (Bansos) 2012 dilimpahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati).
 
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM yang dikonfirmasi, Selasa (03/01/16) membenarkan hal itu. Dikatakan saat ini tersangka Heru Wahyudi masih ditahan di Mapolda.
 
"Rencananya besok, tersangka dan barang bukti akan diserahkan kepada pihak kejaksaan (Tahap II, Red)," terangnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, di penghujung tahun 2016, tersangka resmi ditahan setelah dua kali pemanggilan oleh penyidik mangkir.
 
Heru Wahyudi telah dinyatakan tersangka dugaan korupsi dana dansos Kabupaten Bengkalis, pada bulan Mei 2016 lalu oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau.
 
Setelah menemukan tiga alat bukti dari saksi kelompok dana hibah, hasil audit BPKP Provinsi Riau.
 
Namun, kenyataannya berbalik belum dilakukan penahanan oleh penyidik, sejak ditetapkan Heru Wahyudi jadi tersangka dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis. Sebelum berkasnya dinyatakan lengkap.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Bengkalis, Heru Wahyudi tersangka ini terlibat dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012 lalu sebesar Rp 272 miliar.
 
Dalam kasus ini, penyidik Polda Riau meminta keterangan dari 72 saksi, baik dari kalangan legislator maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentang alokasi bansos untuk 2.000 lembaga sosial fiktif. Penyidik menduga korupsi dana bansos tersebut dilakukan secara berjemaah oleh para Legislator dan Bupati.
 
Hakim Tipikor Pekanbaru sebelumnya juga sudah memvonis lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Jamal Abdillah (Ketua DPRD 2009-2014), Purboyo, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Hudayat Tagor.
 
Terakhir, pada Selasa, 11 Oktober 2016, hakim Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Marsudin Nainggolan, juga sudah memvonis mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Azrafiani Raof, masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam kasus yang sama.
 
Kasus ini berawal ketika keputusan Gubernur Riau, Nomor Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 tentang hasil evaluasi rancangan Perda Kabupaten Bengkalis tentang APBD dan rancangan Perbup tentang penjabaran APBD atas perubahan anggaran bansos/hibah dari nilai sebesar Rp233.656. 259,000 menjadi sebesar Rp67.661.259, 000 diabaikan oleh Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh bersama-sama Ketua DPRD dan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 menjadi sebesar Rp272 miliar-Rp400 miliar.
 
Akibatnya, dana bantuan sosial (Bansos) dan Hibah yang mesti peruntukkannya kepada kelompok organisasi masyarakat di Kabupaten Bengkalis, justeru disalahgunakan oleh oknum-oknum pejabat di DPRD dan Pemda Bengkalis, termasuk Bupati, Amril Mukminin yang diduga ada menerima aliran dari hasil dugaan persengkokolan yang diawali pelanggaran keputusan Gubernur Riau, Nomor Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 silam itu. (Et)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas