Headlines News :
Home » » Soal Tambang Batubara, Keberadaan PT. Tuah Global Mening Dikeluhkan Warga

Soal Tambang Batubara, Keberadaan PT. Tuah Global Mening Dikeluhkan Warga

Written By Harian Berantas on Sunday, January 22, 2017 | 10:13:00 AM

HARIANBERANTAS, KALTENG- Tambang batubara yang berada di Kuala Kapuas merupakan sumber pendapatan yang menambah pundi-pundi atau pemasukan kas pemerintah daerah setempat. Namun, selain keuntungan yang diraih, setiap proyek juga punya dampak, terutama pada kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tambang, seperti di Desa Tanggirang Kecamatan Sungei Hanyu Kabupaten Kuala Kapuas Kalimantan Tengah.

Sepatutnya, rakyat yang bermukim di sekitar lokasi tersebut meningkat taraf kehidupan dan kesejahteraannya. Namun, tak jarang terjadi, rakyat sekitar tidak ikut menikmati keuntungan dan tidak mendapat manfaat apapun dari proyek besar tersebut.

Tragisnya, mereka (masyarakat) justru tertimpa banyak masalah dan dampak negatif akibat keberadaan PT Tuah Global Mening (TGM). Misalnya saja keberadaan sungai yang dulunya bisa warga manfaatkan tapi sekarang air sungai elah mengandung lumpur dan tidak bisa lagi dikosumsi sehingga masyarakat setempat kesulitan mencari air bersih buat kehidupan sehari-hari. Bahkan mereka mengambil air dari sungai yang sangat jauh.

Dalam hal ini, Kepala Desa Tanggiran Bidu A Kamis menjelaskan, masyarakat maupun kepala desa sangat keberatan atas aksi pihak perusahaan yang semena-mena melakukan penambangan tanpa memberi sulusi positif terhadap warga masyarakat di lingkungan sekitar.

Kades menambahkan, aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan oleh PT TGM tersebut telah berdampak buruk terhadap perubahan lingkungan. Salah satu studi kasus yang diamati oleh PT. TGM adalah masyarakat di Desa Tanggirang yang terdampak negatif akibat praktik tambang batubara oleh perusahaan itu.

Jika pada musim hujan terjadi banjir, lanjut kades, sebaliknya pada musim kemarau warga terpaksa mencari air ke tempat yang jaraknya beberapa kilometer dari rumah tinggal, sehingga dampak seperti inilah yang sangat disesalkan oleh masyarakat sekitar.

Studi kasus lainnya adalah praktik tambang batubara oleh PT Tuah Global Mining yang berencana melakukan penimbunan sungai semenjak beroperasinya perusahaan tersebut.

Kasus-kasus di atas menunjukkan, proyek pertambangan yang diselenggarakan tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan dampak sosial, pada dasarnya adalah sebuah tindak kekerasan struktural terhadap rakyat. Inilah ironi pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang atau elite politik/ekonomi, namun menyengsarakan banyak rakyat.(Ramses)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas