Headlines News :
Home » » Rp247 Miliar Disita KPK Terkait Korupsi Proyek KTP-el

Rp247 Miliar Disita KPK Terkait Korupsi Proyek KTP-el

Written By Harian Berantas on Tuesday, January 17, 2017 | 1:24:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik. Lembaga antikorupsi sejauh ini telah menyita uang setara Rp247 miliar terkait kasus itu dari hasil informasi yang diberikan saksi-saksi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan terkait status Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Selasa (6/12/2016). KPK menetapkan Taufiqurrahman menjadi tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, uang yang disita penyidik yakni sebesar Rp206,95 miliar, SGD 1.132 dan USD 3.036.175,64. Jumlah itu setara dengan Rp247 miliar. Uang didapat dari beberapa pihak yang terkait dengan megaproyek KTP-el.

"Sumber uang yang disita dari perorangan dan korporasi. Tentu saja orang dan korporasi ini mereka yang terkait rangkaian proyek e-KTP," kata Febri di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Namun, Febri enggan membuka identitas orang dan korporasi tersebut. Yang pasti, penyitaan itu dilakukan dalam bentuk cash dan rekening.

"Nilai ini belum maksimal dengan kerugian keuangan negara makanya kita dalam perkara ini," ujar dia.

Menurut dia, penyidik saat ini masih terus memeriksa sejumlah saksi secara intensif. Dalam waktu dekat, kata dia, juga akan ada saksi yang bakal digali keterangannya seputar proyek senilai Rp6 triliun tersebut.

"Dan, akan dilakukan tahap pelimpahan perkara," tambah dia.

Febri menjelaskan, lembaga antikorupsi sejauh ini baru menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto dan Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman.

Menurut dia, KPK akan terus mengembangkannya dengan memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan kasus tersebut. "Kemungkinan penyitaan lain akan sangat terbuka dalam proses penyidikan ini," kata dia. (REN/SOZ)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas