Headlines News :
Home » » Penjual Cobek Gugat Polisi Minta Nama Baik Dipulihkan

Penjual Cobek Gugat Polisi Minta Nama Baik Dipulihkan

Written By Harian Berantas on Sunday, January 15, 2017 | 6:37:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Majelis hakim memutus bebas kepada Tajudin, 41. Penjual cobek di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten itu disangka melakukan perdagangan manusia dan eksploitasi anak.

Dia akhirnya bebas setelah sembilan bulan berada di balik jeruji Rumah Tahanan Jambe, Kabupaten Tangerang. Tajudin berencana menggugat polisi. 

Gugatan akan diajukan pada Rabu (18/1/2017) ke PN Tangerang. Hari ini, Minggu, 15 Januari 2017, Tajudin mengaku akan pulang ke kampung halamannya di Padalarang. "Mau istirahat dulu," ucapnya, saat di temui di Kantor LBH Keadilan Banten, di Pamulang.

Tajudin ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan pada 20 April 2016. Dia dituduh mengeksploitasi CN dan DD, bocah di bawah umur, untuk bekerja menjual cobek di wilayah Perumahan Graha Raya, Bintaro.

"Saya dagang cobek dari 1997, sudah keliling dari Jakarta, Garut, Tasik dan terakhir di Tangerang. Penghasilan dari berjualan cobek tidak menentu kadang laku sampai 10 buah kadang sehari cuma satu," katanya.

Dua minggu sekali Tajudin membawa hasil jualan ke keluarganya di Padalarang, Bandung Barat. Selama sembilan bulan di tahanan, istri dan tiga anaknya menggantungkan hidup dari belas kasih keluarga lainnya.

Pada Kamis, 12 Januari, Tajudin divonis bebas. "PN Tangerang menyatakan Tajudin tidak terbukti atas dakwaan Pasal 2 ayat 1 UU 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang," kata Kuasa Hukum Tajudin dari LBH Keadilan, Ahmad Hamim.

Karenanya, Tajudin dan pengacaranya akan menggugat polisi. "Mamang mau gugat balik polisi yang sudah bikin mamang dan keluarga susah. mamang yakin kebenaran dan keadilan pasti terungkap," cetus dia. Dia juga minta nama baiknya dikembalikan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mempersilahkan Tajudin mengambil langkah hukum. Upaya itu merupakan hak setiap warga negara.

Namun, pihaknya akan menelaah kembali putusan pengadilan. "Kita telaah dulu berkasnya," ujar Alexander, di Tangsel. (
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas