Headlines News :
Home » , » Bupati Amril Mukminin Diduga Terlibat, Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis

Bupati Amril Mukminin Diduga Terlibat, Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis

Written By Harian Berantas on Wednesday, January 11, 2017 | 9:29:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Aparat Kepolisian diminta untuk tak melindungi Bupati Bengkalis, Amril Mukminin jika ia terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 sebesar Rp272. 277.491.850,-
Bupati, Amril Mukminin                            Illustrasi, Net.
 Siapapun yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi anggaran Bansos/Hibah tahun 2012) di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 silam itu harus diproses hukum, termasuk Bupati, Amril.

“Jika memang sudah terbukti ada oknum-oknum yang terlibat di dalamnya, maka ia dan kawan-kawan itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku, siapa pun dia dan sekalipun Bupati sendiri sebab tidak seorangpun yang kebal hukum di negeri ini,” tandas ketua investigasi Laskar Anti Korupsi (LAKI), Haryanto saat dihubungi harianberantas.co.id, Rabu (11/01/2017) sore.

Ketua investigasi LAKI ini mengatakan, supermasi hukum harus ditegakan, sehingga siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum.

Pihaknya meminta Polda Riau transparan dalam memproses kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bansos/Hibah tersebut.

Hal senada, juga diungkap oleh koordinator Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) wilayah Riau, Sumbar, Jambi, Rion Setya.

“Kalau sudah ada nama Bupati Amril Mukminin dan anggota DPRD Bengkalis lainnya disebutkan dalam dakwaan Kejaksaan maupun keterangan tersangka lain sebelumnya di Pengadilan Tipikor bahwasannya mereka ada menerima aliaran dana, maka aparat hukum harus tranparan terkait keterlibatan Bupati Amril Mukminin dan yang lainnya itu” ujar Rion.

Jangan karena sekarang ini Amril Mukminin sudah jadi seorang Bupati, jangan ditutup-tutupi. Sebab kasus korupsi dana Bansos Bengkalis itu terjadi, pada saat bersangkutan masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sementara, nama beliau ada disebutkan dalam dakwaan para tersangka lainnya, terang Rion.

Dikatakannya, “Kami minta Polda Riau harus memproses para mantan anggota dewan yang terlibat dalam dugaan korupsi dana tersebut,” ucap Rion saat dihubungi di Pekanbaru (11/1/2017).

Diwartakan harianberantas ini sebelumnya, terkait persoalan Bupati, Amril Mukminin yang diduga ada menerima aliran dana bantuan sosial (Bansos)/Hibah yang diduga dilakukan secara bersama-sama atau korporasi, terencana, terintegrasi antara lembaga eksekutif dan legislative, yang diduga berpotensi merugikan keuangan Negara dan daerah hingga ratusan miliar, terus menuai konflik.

Sementara, bahan pertanyaan konfirmasi dan klarifikasi tertulis Redaksi media cetak Berantas, situs harianberantas.co.id ini bersama LSM Komunitas Pemberantas Korupsi atau LSM KPK kepada Bupati Amril Mukminin yang diterima ajudannya Asrul termasuk konfirmasi tertulis lanjutan dan diterima staf bagian umum Pemda Bengkalis (Liza), tak dijawab sang Bupati. Dihubungi tadi sore, via selulernya sang Bupati  Amril, tak diangkat dan bahkan konfirmasi via SmS wartawan pun tak dibalas.

Seperti diketahui, bansos APBD-P Kabupaten Bengkalis tahun 2012 yang berpotensi sebesar Rp272.277.491.850 tahun 2012 silam itu, berawal ketika keputusan yang dibuat oleh Gubernur Riau, dengan surat Nomor: Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 untuk menetapkan jumlah anggaran dana hibah/bansos Bengkalis senilai Rp67 miliar tidak dipatuhi oleh Herliyan Saleh selaku Bupati bersama-sama ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah Bin Abu Zakir dan para anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014.

Sementara Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain kepada harianberantas.co.id melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, “sementara ia (Bupati Amril Mukminin), sudah kita libatkan sebagai saksi dalam perkaranya Heru Wahyudi. Artinya, kita masih mendalami kasus itu, kata Guntur Aryo Tejo, Kamis (05/01/2017) pekan lalu.

Yang menarik dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi anggaran Bansos Bengkalis sebesar Rp272 miliar tahun 2012 silam tersebut, beberapa diantara Wartawan/Jurnalis yang gentol mengungkap tabir korupsi tersebut, telah dilaporkan Amril Mukminin ke pihak Kepolisian di Riau.

Sehingga tim redaksi media ini sendiri bakal tidak mau tinggal diam, bahkan saat ini, bahan laporan resmi yang akan disampaikan ke lembaga Presiden RI maupun kepada lembaga hukum tinggi lainnya di Jakarta pun telah dipersiapkan guna mempertanyakan kebenaran sepakterjang sang oknum Bupati itu, pekan depan. (Zosa)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas