Headlines News :
Home » » Ruby Handoko Alias Akok Bingung Saat Ditanya Berapa Volume Pemeliharaan Jalan Muntai-Bengkalis senilai Rp19,6 Miliar

Ruby Handoko Alias Akok Bingung Saat Ditanya Berapa Volume Pemeliharaan Jalan Muntai-Bengkalis senilai Rp19,6 Miliar

Written By Harian Berantas on Wednesday, December 28, 2016 | 12:42:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Hampir semua pekerjaan kontraktor PT. Cakrawala Monica Abadi yang dinakhodai oknum kontraktor bernisiak RH (Ruby Handoko) alias Akok di wilayah Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2016, dinilai bermasalah yang berpotensi merugikan keuangan Negara puluhan miliar.


Pasalnya, pengerjaan yang dikerjakan oknum kontraktor PT. Cakrawala Monica Abadi itu, diduga pembangunanya banyak yang tak berkualitas, ironisnya pembangunan dibeberapa titik yang dikerjakan dengan nilai Anggaran (APBD) tahun 2016 yang mencapai puluhan milyar, kondisi pembangunanya memprihatinkan karena banyak yang rusak akibat tidak berkualitas pembangunanya diduga dikerjakan asal jadi.

Dari hasil investigasi dilapangan, group media ini yang terdiri dari media cetak/Koran Berantas, harianberantas.co.id, Media Bangsa terbitan Jakarta (Nasional) bersama aktivis lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi atau LSM KPK, melihat dan menemukan banyak jalan yang rusak dan kecurangan lain, seperti di Kecamatan Bengkalis dan Bantan, persisnya  di Jalan Bantan menuju Desa Muntai, dengan pagu paket senilai Rp20.053.693.000,00,- dan kontraktor pelaksana PT. Cakrawala Monica Abadi dengan kontrak sebesar Rp19.656.142.000, dibawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis, yang baru saja selesai dikerjakan dan kemungkinan telah diserah terimakan karena proses pengerjaan lapangan asal dianggap sudah selesai 100%, saat ini kondisinya sudah pada rusak, miring, bergelombang bahkan ditemukan masih banyak item kegiatan yang belum terlaksana.

Anehnya, ditanya soal presentase pekerjaan pemeliharaan jalan Bengkalis-Muntai (DAK) yang menelan dana APBD tahun 2016 sebesar Rp19.656.142.000, justeru kontraktor, Ruby Handoko alias Akok itu justeru mengaku tidak mengetahui berapa volume/panjang pekerjaan proyek yang seharusnya dilaksanakannya sesuai kontrak dan RAB.

Karena dari awal proses lelang, paket proyek ini pun diduga telah terjadi kolaborasi antara rekanan kontraktor dan oknum pejabat tertentu, termasuk penentuan perbandingan harga penawaran pagu paket senilai Rp20.053.693.000,00 menjadi kontrak sebesar Rp19.656.142. 000,-  

“Itu proyek sudah selesai 100 persen (%). Kalau volume/panjang jalan Bengkalis-Muntai (DAK) yang harus saya kerjakan, saya tidak tahu, kata Ruby Handoko yang bingung saat dikonfirmasi harianberantas dikantornya Jl. Tandun Bengkalis, Rabu (28/12/2016) kemaren.
Dikatakannya lagi, kalaupun kontrak proyek itu ada disini, saya tak mau menyampaikan berapa volume panjangnya jalan, karena jalan itu masih ada perawatannya kedepan.  ujar Ruby Handoko alias Akok terbata-bata.

Dugaan penyimpangan lain, terlihat dari hasil pekerjaan proyek peningkatan jalan Pramuka-Bengkalis yang juga dilaksanakan oleh Ruby Handoko alias Akok lewat perusahaan PT. Sinar Putra Sejati yang konon kabarnya, bahwa untuk memuluskan besaran anggaran Rp8. 773.370. 000 untuk paket proyek tersebut, salah satu oknum tertentu saat masih menjabat tugas di Dinas PU yang kini bersangkutan telah pindah tugas pada  SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bengkalis, terindikasi telah menerima upeti/gratifikasi sebesar 3% (persen).

Pasalnya, paket peningkatan jalan Pramuka-Bengkalis yang masih bagus tersebut belum layak untuk diasphal, dan cukup hanya di patching ulang dengan menggunakan biaya APBD senilai Rp500-800 juta saja.
Dari pengamatan awak media dilapangan, justeru kondisi badan jalan yang baru beberapa minggu itu setelah selesai dilakukan pengerjaannya oleh kontraktor Ruby Handoko, telah mengalami keretakan diberbagai titik kegiatan dan bergelombang. Bahkan asphalnya pun kasar dan mudah terkelupas bila hanya dikorek dengan menggunakan jari tangan saja.

Begitu juga pantau dan dokumentasi yang diperoleh tim harianberatas.co.id, tepatnya di Desa Prapat Tunggal (DAK). Proyek peningkatan jalan Bengkalis-Prapat Tunggal (DAK) di Kecamatan Bengkalis yang menggunakan dana APBD tahun 2016 dengan nilai proyek Rp13. 335.516.000,- yang juga dikerjakan kontraktor Ruby Handoko alias Akok dengan menggunakan perusahaan PT. Arafah Alam Sejahtera, proyek tersebut puluhan meter badan jalan itu sudah berselemak peak alias rusak.

Padahal proyek yang dibangun dengan alokasi anggaran khusus di Kecamatan Bengkalis tahun 2016, belum mencapai umur jagung. Namun kondisi pembangunannya dilapangan, sudah memperihatinkan karena rekanan kontraktor diduga lebih mengutamakan keuntungan pribadi daripada memperihatinkan mutu proyek yang dikomandoi.

Pertanyaannya, adakah lembaga hukum di republik ini yang berani sanggup menjerat oknum kontraktor nakal seperti pada pengerjaan kegiatan proyek tersebut diatas?

Pasalnya lagi, dari hasil investigasi dilapangan, terlihat pula proyek peningkatan jalan Batin Alam-C di Kecamatan Bengkalis mengunakan APBD tahun 2016 dengan nilai proyek Rp4. 958.372.000,-  yang juga dikerjakan Kontraktor PT. Salim Brodhers. Proyek tersebut puluhan meter badan jalan terlihat sudah retak-retak dan berselemak, diduga proyek tersebut tidak sesuai pengerjaanya. Kini sudah rusak disinyalir lemahnya pengawasan Dinas PU Kabupaten Bengkalis.

Namun dengan hasil tim Inventigasi tim media dan LSM dilapangan,  ditemukan papan nama yang tidak terlihat Volume pekerjaan sehingga menimbulkan kecurigaaan dalam pengerjaanya, hingga patut dicurigai ada penyimpangan.

Sebelumnya hal itu juga pernah di tanggapi oleh aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi atau LSM KPK, yang pernah berkomentar terkait permasalahan proyek tersebut sebelumnya ketika ditunjukan isi foto papan nama proyek yang tidak ada Volume panjang dan jangka waktu pelaksana yang dikerjakan oleh  PT. Salim Brothers, hingga aktivis merasa sangat terkejut dengan pembangunan proyek tersebut.

“Wah bagaimana itu, proyeknya kok di papan nama tidak ada tulisan volume pekerjaan, itu tidak boleh, apalagi  ini anggaran APBD tahun 2016 seharusnya di plang/merk papan nama proyek tersebut, harus tertulis volume pekerjaan, berapa panjang dan berapa lebar serta masa waktu pelaksanaannya itu harus tertulis, jadi biar masyarakat tahu berapa yang dibangun pekerjaan oleh dinas terkait,” ucap Tusmin koordinator LSM Komunitas Pemberantas Korupsi.

Menurut Tusmin, setiap anggaran ABPD maupun APBN, itu wajib tertulis sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) ataupun juklis yang akan dibangun. Misalnya Nama, Lokasi, Volume, Nilai Proyek, dan Sumber Dananya, serta nama Kontraktornya dan CV yang mengerjakan.

“Papan nama proyek disetiap intansi pemerintah, wajib diisi lengkap pekerjaan proyek, sesuai proyek yang dikerjakan, baru kali ini saya melihat proyek pembangunan tanpa ada isi volume panjang dan lebar,” jelasnya.

Menurut Tusmin pengerjaan proyek di Kabupaten Bengkalis memang luar biasa, proyek tanpa isi lengkap di papan nama proyek kontraktor menganggap sudah terbiasa.

“Tanpa diisi volume panjang, lebar dan masa waktu pelaksana dan kayaknya kontraktor sudah membiasakan, yang seharusnya tertulis dipapan nama proyek, ini tidak boleh, seharusnya diisi agar masyarakat tahu,” ungkap koordinator LSM KPK ini kepada Wartawan sebelumnya.

Selanjutnya ketua investigasi Laskar Anti Korupsi (LAKI), Haryanto ketika di konfirmasi melalui via telepon kepada harianberantas.co.id mengatakan, seharusnya kalau di kasih kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek, harus berkualitas, apalagi pengerjaan kegiatan-kegiatan proyek tersebut ada banyak beberapa pembangunanya di dua kecamatan di Kota Bengkalis, namun tidak berkualitas.

“Kita sangat sayangkan, seharusnya kontraktor beberapa nama perusahaan yang dikomandoi oleh satu orang itu (Ruby Handoko) alias Akok dari PT. Cakrawala Monica Abadi, PT. Arafah Alam Sejahtera, CV. Salim Brodhers, PT. Sinar Putra Sejati dan nama perusahaan lainnya itu harus melakukan pekerjaan semaksimal mungkin dalam pengerjaanya, dan harus lebih bagus apalagi ini untuk masyarakat harus dijaga hati -hati kwalitasnya, karena  kita tahu bahwa kontraktor Ruby Handoko alias Akok tersebut salah satu orang paling dekat Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dan keluarganya, walaupun dia sendiri salah satu tim pemenang Ir.H Herliyan Saleh tahun 2015 kemaren” pungkasnya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syarial, ST saat di konfirmasi lewat via seluler kepada harianberantas.co.id dengan tegas mengatakan, “Kalau memang ada kegiatan-kegiatan proyek yang pengerjaannya tidak sesuai dengan kontrak dan RAB, namun dananya sudah dibayar 100% (persen), perlu kita tinjau ulang kebenarannya dilapangan. saya juga berterima kasih atas informasi ini, bila perlu disampaikan saja laporan secara tertulis ke DPRD Bengkalis, biar kami tahu didaerah mana saja proyek yang pekerjaannya curang oleh rekanan kontraktor, ujar Syarial ST.

Lebih lanjut Syarial ST mengatakan, di Kabupaten Bengkalis, masih banyak lagi yang harus perlu kita benahi. Seperti masalah kecurangan-kecurangan proyek seperti tahun 2016 ini. Berita di media harianberantas.co.id, selalu saya baca dan ikuti perkembangan beritanya. Saya sangat apresiasi tentang kegiatan seperti itu.

Cuman, kadang orang selalu berbeda pendapat dan berpikir. Ada yang berpikiran negative karena itu mungkin dianggap hanya ancaman saja, dan ada juga yang berpikiran pendapat positif. Karena yang kita lalukan itu benar adanya, ujar Syarial ST kepada media ini, Rabu (28/12/2016).

Sementara, group media ini sendiri yang terdiri dari media cetak/Koran Berantas, harianberantas.co.id, Media Bangsa dan LSM KPK, akan membawa bahan bukti dugaan penyimpangan dana APBD terkait kinerja oknum kontraktor bernisial RH (Ruby Handoko) alias Akok tersebut ke lembaga anti rasuah atau KPK dan Kejaksaan Agung bulan Januari 2017 mendatang. (Laporan: Hotman)

Berikut Dokumentasi Dilapangan 
Salah Satu Bahan Bukti Penyimpangan Peningkatan Jalan Bengkalis-Prapat Tunggal (DAK)
Salah Satu Bahan Bukti Penyimpangan Peningkatan Jalan Pramuka Bengkalis tahun 2016
Salah satu bahan bukti peningkatan jalan Batin Alam Kec, Bengkalis tahun 2016
Salah satu bahan bukti penyimpangan peningkatan jalan simpang Merpati-Meskom tahun 2016
Bahan Bukti Dugaan Penyimpangan Paket Peningkatan Jalan Subrantas (Hotmix) Desa Pedekik Depan Kantor Desa Kecamatan Bengkalis-B.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas