Headlines News :
Home » » Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Meskom Di Kabupaten Bengkalis Diduga Sarat Korupsi

Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Meskom Di Kabupaten Bengkalis Diduga Sarat Korupsi

Written By Harian Berantas on Friday, December 23, 2016 | 3:06:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU-- Pekerjaan Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Meskom Kecamatan Bengkalis. Kabupaten Bengkalis milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pumberdaya Air (DCK) Provinsi Riau, sumber Dana APBD Provinsi Riau tahun Anggaran 2016, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 3. 981. 339. 712. 74. M diduga sarat kecurangan.
Ahmad PPK                                                                 Lokasi Proyek Miskom
Pasalnya, Proyek Pembangunan Pengamanan Pantai Meskom yang berlokasi di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor dari PT. TASIK SERAI,  diduga sengaja dibiarkan oleh PPK/PPTK, sehingga proyek pembangunan pengaman pantai meskom tersebut diduga dikerjakan asal jadi sarat dan kecurangan dilapangan demi meraup keuntungan yang lebih besar.

Menurut  keterangan dari sejumlah masyarakat yang tidak disebut namanya kepada  media berantas dan LSM-PPK pada tanggal 07/10 yang saat itu sedang melaksanakan investigasi dilokasi proyek pembangunan pengaman pantai meskom tersebut mengatakan, pelaksanaan pekerjaan Proyek Pembangunan Pengaman Pantai ini  dikerjakan asal jadi saja dan sangat jauh menyimpang dari kontrak kerja/Bestek yang telah disepakati sebelumnya. Sumber yang sangat dipercaya ini menjelaskan, dalam proses pekerjaan proyek ini pihak Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau bersama konsultan pengawas dan Rekanan Kontraktor diduga bermain.

Pasalnya dalam kontrak kerja/bestek, volume pekerjaan sepanjang kurang lebih 750 M Lebar 10 M, dan harus digali pondasinya 1 M, ternyata dilapangan sama sekali tidak dilakukan penggalian. Selain itu, pada pemasangan geotek asal jadi saja tidak ada di jahit, dan jarak pemasangan cerucuk diduga tidak sesuai bahkan yang digunakan adalah sebahagian pohon kelapa dengang melintang bukan ditancapkan, hal ini terlihat saat ini.

Tidak hanya itu saja, penyusunan batu juga asal jadi saja/tidak rapi, banyak yang tidak berisi atau disususn dengan berkotak-kotak sehingga banyak yang kosong didalamnya. Akibat pekerjaan pembangunan pengaman pantai meskom yang terkesan asal jadi tersebut di kwatirkan kondisinya tidak akan bertahan lama.

Lebih jauh dijelaskannya lagi, selama proses pelaksanaan proyek ini, Pihak PPK/PPTK (pengawas) dari dinas tidak pernah datang kelokasi, begitu juga konsultan pengawasnya dari CV. Serunting Konsultan, tidak pernah kami lihaat dilapangan. Kami berharap kepada kawan-kawan media dan LSM agar masalah proyek ini diusut tuntas, kami siap menjadi saksi dipengadilan apabila dibutuhkan, karena setiap hari kami berada ndilokasi proyek ini, “Ya, kami kan warga sini, tentu kami ketahui” Imbuhnya.

Berdasarkan hasil pantauan Media Berantas atau website www.harianberantas.co.id bekerjasama dengan beberapa, salah satunya LSM-Pemantau Pemberantas Korupsi, telah melayangkan konfirmasi/klarifikasi tertulis kepihak rekanan Kontraktor PT.Tasik Serai selaku pelaksana dilapangan, namun sampai detik ini belum mendapatkan jawaban.

Selanjutnya, pada tanggal 20/12 2016, wartawan media ini Aktivis anti korupsi LSM PPK mendatangi dinas cipta karya, Tata Ruang dan sumber daya Air Provinsi Riau. Kabid Pengairan (JANUAR yang didampingin oleh kasi, HERDY, mengatakan proyek itu tidak ada masalah, kami berterimakasih atas informasinya, baru kali ini ada wartawan dan LSM yang membawa data secara mendetail atau data yang akurat, tinggalkan saja datanya, kami panggil kontraktornya.

Kemudian pada hari kamis 22/12/2016, Tim LSM PPK dan Media Berantas kembali mendatangi kantor Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air, mengatar data yang diminta oleh Kabid, sekalis menyampaikan surat Klalrifikasi/konfirmasi resmi tertulis, Nomor, 0288/KFR/DPP-LSM-PPK/RIAU/XII/2016, yang diterima langsung oleh Kasi, HERDY, bersama PPK, AHMAD, Menurut Pengakuan AHMAD (PPK) Bahwa benar tidak lakukan penggalian, dan hanya dilakukan pembersihan saja, “Ya, sengaja kita tidak menggali pondasinya, tapi tidak mengurang volume pekerjaan”.

Ketika ditanya, ada pengawasan dari Dinas dilapangan, “Ya, kalau pengawasan dari dinas tidak ada, karena berbeda dengan dinas lain,  itulah kendala kita di dinas ini tidak ada pengawas khusus dari dinas, apalagi saya jauh dari lokasi proyek tersebut makanya kita percayakan sepenuhnya dengan konsultan pengawas dari CV. Serunting Konsultan untuk mengawasi proyek tersebut, Imbuhnya lagi.

Saya minta kepada rekan-rekan jangan mempermasalahkan proyek itu,  karena saya banyak menghadapi masalah keluarga, masalah kantor dan ditambah masalah proyek tersebut.

Selanjutnya, wartawan langsung mendatangi ruang kasipinkum kejaksaan tinggi riau, Muspidauan, untuk dimintai tanggapanya terkait pengurangan volume proyek tersebut si atas, namun tidak bisa di temui, karena kasi pinkum sedang ada acara. Maka, diminta kepada pihak kejaksaan tinggi riau untuk segera mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengamanan pantai meskom tersebut.

Diketahui sebelumnya pihak kejaksaan tinggi riau telah memberikan piagam penghargaan kepada tim Media Berantas, sebagai wujud dari kerja keras dalam mengungkap berbagai tindak pidana korupsi di indonesia pada umumnya, propinsi riau khususnya Khususnya, Bersambung (Anas)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas