Headlines News :
Home » » KPK Akan Tindak Lanjuti Laporan soal Dugaan Korupsi APBD Siak Tahun 2012-2015

KPK Akan Tindak Lanjuti Laporan soal Dugaan Korupsi APBD Siak Tahun 2012-2015

Written By Harian Berantas on Wednesday, December 14, 2016 | 11:40:00 AM

HARIANBERANTAS,JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) terkait dugaan penyelewengan dana APBD Kabupaten Siak, tahun 2012,2013,2014 dan 2015. Pada 25 Mei 2016 lalu,  Bupati, Drs H. Syamsuar Msi, dan beberapa pejabat SKPD-SKPD-nya, resmi dilaporkan ke KPK terkait dengan dugaan penyimpangan dana APBD. 

Tim DPW LSM KPK wilayah Jawa Barat bersama Ketum DPP LSM KPK, Toro, uasai keluar dari ruangan Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK di Gedung KPK caption
"Jadi setiap laporan yang diterima akan ditelaah lebih jauh," kata Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK RI, Sugmana Zam Zami di gedung KPK RI pekan lalu, saat ditanya langkah KPK dalam menanggapi laporan aktivis LSM KPK terkait pejabat daerah Kabupaten Siak, Riau tersebut.

Menurut Sugmana Zam Zami, telaah terus dilakukan untuk menguji kebenaran maupun kelengkapan laporan yang disampaikan. Jika dalam proses penelaahan KPK menemukan indikasi tindak pidana korupsi, menurut Sugmanan, KPK tetap menindaklanjuti laporan tersebut dengan mulai mengumpulkan bukti bahan  tambahan dan keterangan (pulbaket).

"Kalau tidak lengkap, KPK terus mencari bukti-bukti lain, dan nanti akan disampaikan ke pihak yang menyampaikan laporan lagi. Kalau sudah lengkap tentu ditindaklanjuti dengan pengumpulan bahan dan keterangan," ujar Sugmana Zam Zami.

Saat menyampaikan laporannya kepada KPK beberapa waktu lalu, aktivis LSM KPK dari Pekanbaru-Riau menyebut, jika kebijakan pengelolaan APBD tahun 2012,2013, 2014 dan 2015 di Kab, Siak, terkesan banyak menimbulkan potensi kerugian negara.

Selain Bupati Siak, Drs H. Syamsuar Msi, bersama beberapa pejabat SKPD-SKPD-nya yang dilaporkan elemen anti korupsi tersebut ke KPK RI beberapa bulan lalu, dugaan monopoli atau korupsi proyek yang diduga dikendalikan oleh isteri Bupati yakni, Hj. Misnarni Syamsur pun, ikut dilaporkan. 

Dugaan ini, karena kontraktor PT. Modern Widya Tehnical yang setiap tahunnya menangkan banyak tender proyek di Pemda Siak dengan puluhan miliar, diduga komisarinya dipimpin oleh Hj. Misnarni Syamsuar. 

Namun Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar Msi bersama Ir. H. Irving Kahar Simbolon MEng Kadis BMP Siak dan Kabidnya Ardi Irfandi, ST.,MM, yang berulangkali dikonfirmasi awak media lewat hendphon maupun relisan tertulis, namun tak mendapat jawaban.

Untuk diketahui, pada tahun 2012 silam, PT. Modern Widya Tehnical ini mendapat kerja pembangunan jalan jembatan Sungai Rawa menuju Tanjung Pal (Timbunan Base B dan Aspal) di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Paket dengan kontrak No. 620/Ktr/PU/PSJJ-PEM-JALAN/08/2015, sebesar Rp15. 489.957.000, dengan masa kerja 260 hari kalender, yang pekerjaannya dilapangan terindikasi menyimpang.

Dan pada tahun 2013, pengusaha kontraktor PT. Modern Widya Tehnical kembali mendapat kerja peningkatan jalan simpang jembatan SSH simpang Pos Meredan dengan kontrak, No. 620/KTR/BMP/BM-TING-JALAN/APBD/01/2013 tanggal 11 Maret 2013 senilai Rp30.609.848.100,00 atau Rp30,6 miliar, juga dinilai bermasalah.

Seterusnya, indikasi penyimpangan pada pekerjaan peningkatan jalan SDN 004 Desa Sabak Permai tahun 2013 oleh kontraktor PT. Modern Widya Tehnical dengan nilai setelah diaddendum sebanyak dua kali, menjadi sebesar Rp4. 581.891.000,00.

Kebocoran dana APBD lainnya pada tahun 2013 tersebut, juga diduga terjadi pada pekerjaan pemeliharaan berkala jalan parit I/II Teluk Mesjid, jalan Hang Tuah, jalan Diponegoro dan jalan Rintis yang juga dilaksanakan kontraktor PT. Modern Widya Tehnical senilai Rp4. 834.279.000,00. Karena dalam pekerjaannya dilapangan, terindikasi volume kegiatan dan bahan materialnya dikurangi untuk dimanipulasi.

Tak terkecuali lagi penyimpangan yang terjadi terhadap pekerjaan peningkatan jalan Parit Makmur–Teluk Mesjid oleh PT. Modern Widya Tehnical dibawah pengawasan Dinas BMP Kabupaten Siak dengan kontrak Nomor 620/KTR/BMP/BM/TING-JALAN/APBD/28/2013 tanggal 28 April 2013 sebesar Rp3. 945.279.900,00. 

Bahkan PT. Modern Widya Tekhnical pada tahun 2013 silam itu, diketahui melakukan penyimpangan pada pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan Margo Ayu Desa Laksmana dengan biaya sebesar Rp4. 543.882.000,00 atau Rp4,5 miliar.

Bukan itu saja, peningkatan jalan Merdeka Desa Merempan Hulu yang dikerjakan oleh kontraktor PT. TRAUNA-PT. MODERN, KSO tahun 2013 selama 210 hari kalender (HK) senilai Rp3.323.630.000,00, juga diduga terjadi penyimpangan atau penggelembungan nilai anggaran yang cukup besar.

Karena berdasarkan hitungan pada fisik kegiatan yang dilakukan oleh kontraktor pekerjaan paket peningkatan jalan Merdeka Desa Merempan Hulu tersebut, ditemukan item-item pekerjaannya dikurangi yang tidak sesuai dengan kontrak dan RAB dan seterusnya.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tekhnical di kabupaten Siak selama ini, diduga telah ada kongkalinkong dan KKN dengan orang nomor satu di Kabupaten Siak.

Karena, setiap proyek yang dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tekhnical terindikasi selalu bermasalah. Tetapi, masalahnya tidak ada yang berani mengusutnya, karena diduga dibelakangnya ada oknum aparat hukum yang diduga sudah ada ambil bagian atau jatah paket proyek di SKPD yang ada di Pemda Siak setiap tahun. (Agns)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas