Headlines News :
Home » » Kontaktor CV. Rizda Taufiq Tak Terima Bobroknya Diberitakan

Kontaktor CV. Rizda Taufiq Tak Terima Bobroknya Diberitakan

Written By Harian Berantas on Friday, December 16, 2016 | 2:36:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Terkait adanya pemberitan proyek pekerjaan peningkatan jalan utama parit tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, dikerjakn CV. Rizda Taufiq senilai Rp373.269.000. 

Malah awak media dihalangi sang kontraktor CV. Rizda Taufiq, Icip, karena sang kontraktor yang dinilai sok jagoan di daerah Kabupaten Bengkalis ini, tidak terima komentar yang keluar dari mulutnya dimuat media cetak dan elektronik beberapa waktu lalu.

Awalnya, Kamis (15/12/2016) pukul 10.00 pagi, awak media ini bersama aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi daerah Bengkalis atau DPD LSM KPK Kabupaten Bengkalis, secara bersamaan meliput kondisi proyek pembangunanan gedung Stain Jalan Lembaga Bengkalis yang masih dalam tahap pengerjaan kontraktor PT. Pesisir Junjungan Sejahtera dengan waktu pelaksana 120 hari kalender (HK).

Dimana laporan informasi yang diterima media ini dari warga setempat menyebutkan, kalau dalam pengerjaan proyek pembangunanan gedung Stain Jalan Lembaga Bengkalis yang sedang dilaksanakan sang kontraktor PT. Pesisir Junjungan Sejahtera itu dilapangan, diduga banyak kecurangan dan manipulasi material-material kegiatan.

Bukan itu saja, paket pembangunanan gedung Stain Jalan Lembaga Bengkalis dengan rekanan kontraktor PT. Pesisir Junjungan Sejahtera itu, dikabarkan kalau proyek dengan nilai sebesar Rp3. 834.738.000,00, itu, diduga milik sang oknum anggota DPRD Bengkalis yang tersandung dalam lingkaran kasus dugaan korupsi dana bansos/ hibah tahun 2012 silam.

Pada saat awak media ini tiba dilokasi proyek pembangunanan gedung Stain Jalan Lembaga Bengkalis, kondisi bangunan pun dari arah samping dan depan, terlihat miring dan menurun. Salah seorang yang mengaku sebagai pengawas proyek yang diduga berbau korupsi itu menghampiri awak media dan mempersilahkan dokumentasi gambar/photo bangunan diabadikan media.

Berselang kemudian, Icip yang terlihat sok jagoan di Bengkalis ini datang menghampiri media dengan lantangnya mengatakan, apa yang kalian photo-photo disini. Sama siapa kalian minta izin. perlu kalian tahu, sampai sekarang saya tidak terima kalian beritakan saya di media waktu lalu. Saya ini Icip. Komentar saya yang kalian beritakan itu di media Berantas beberapa, saya tak terima. Mau 1000 kali pun kalian beritakan saya di media, saya tak takut, lantangnya Icip menantang.

Lalu, awak media ini menjawab, maksud dan seleranya apa? kalau anda kurang senang, anda (Icip) ini kan bukan anak-anak. Bukti SmS anda saat dikonfirmasi, masih kami simpan. Anda harus punya etika kalau ngomong. Kalau tidak, biar kami ajar supaya anda tahu tata ber-etika. 

Karena kesal dengan sikap Icip yang kekanak-kanakan itu, awak media ini dengan tegas mengatakan, proyek yang anda kerjakan ini masih tahap pengerjaan tahun 2016. Tahun 2017, kita tunggu saja proses pelaporan informasinya. Apa fatal atau tidak. Anda jangan coba-coba buat onar dan menghalangi kami mengambil dokumentasi photo maupun berita anda di media beberapa bulan lalu itu. Bukti SmS anda saja masih terdokumentasi.

Icip yang mukanya tampak sudah memuncat, hening. Lalu melarang Wartawan dan aktivis mengambil photo mukanya yang semakin memuncat itu usai dibina awak media.

Diberitakan sebelumnya, maraknya proyek bermasalah di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, disebabkan akibat lemahnya pengawasan dan perencanaan, terutama dari dinas terkait karna dinas PU Bengkalis itu sendiri yang harus bertanggung jawab atas pengawasan suatu proyek yang dibangun melalui sumber dana APBD/APBD-P tahun 2016.

Dari hasil pantauan tim harianberantas atau media cetak/Koran Berantas dilapangan sebelumnya terkait pengerjaan proyek peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dengan nilai kontrak Rp373.269.000, dengan masa waktu pelaksana 96 hari HK tahun 2016 yang dikonsultani PT. Bina Cipta Jaya Sejati Konsultan, dan kontraktor pelaksananya CV. Rizda Taufiq, proses pengerjaannya diduga asal asalan dan amburadul.

Sebab kondisi pengerjaan dilapangan, cor beton yang telah selesai dilakukan telah mengalami keretakan dan patah hingga lantai dasar kerja. Kondisi proyek yang sudah mulai rusak, patah dan turun, akibat tidak dilakukan pemadatan di tambah lagi semen yang digunakan tidak sesuai standar akibatnya cor beton yang sudah dilakukan hanya di sentuh olah tangan saja sudah hancur.

Apalagi ketebalan cor beton yang dilakukan pun hanya memiliki ukuran 12 cm-13 cm rata-rata. Bukan itu saja, cor betonnya pun, menggunakan pasir halus yang semestinya menggunakan pasir cor yang seutuhnya dan tidak menggunakan air asin laut yang diambil dari parit.

Bukan itu saja, sisa bekas jalan lama yang tidak dibongkar untuk dibersihkan, hanya ditutup dengan besi wire mesh yang potongannya dibagi-bagi sedemikian rupa oleh rekanan pelaksana lapangan.

Icip  saat dihubungi media ini lewat via hendphon miliknya mengatakan, “Jalan yang rusak itu sudah diperbaiki. Dan air yang digunakan, air tawar”, ujarnya.

Kemudian lewat pesan singkat layanan SmSnya Icip ini kepada Berantas mengatakan, 
“Untuk lebih lengkap informasinya hubungi saja korlap saya namanya Agam”

Pada saat awak media meminta kontak person Agam yang disebutnya Icip sebagai korlap guna dimintai keterangannya. Namun entah Agam yang dimaksud Icip benar korlapnya atau bodygatnya Icip, hingga berita seperti mukadimah diatas, nomor hendphon yang ia Icip maksud tak dikirim. (Tim)
Share this post :

+ comments + 1 comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas