Headlines News :
Home » » Terkait Kasus Perambahan Hutan Negara di Siak, Kementerian LHK-RI Musnahkan Tanaman Sawit di Bukit Batu

Terkait Kasus Perambahan Hutan Negara di Siak, Kementerian LHK-RI Musnahkan Tanaman Sawit di Bukit Batu

Written By Harian Berantas on Friday, November 11, 2016 | 1:57:00 AM

HARIANBERANTAS, SIAK- Dalam penegakkan hukum bagi yang telah menduduki kawasan hutan GSK Bukit Batu, di dua wilayah yakni, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak Provinsi Riau, jajaran Kementerian LHK-RI memulai tahap awal pemusnahan tanaman masyarakat yang bukan tanaman non kehutanan, yaitu khususnya tanaman sawit dengan cara mencabut pakai alat berat eksavator. 


Pantauan tim redaksi awak media ini pekan lalu (10/11/2016) dilapangan, tahap awal pemusnahan tanaman sawit ini pertama kali dilakukan, areal kebun sawit milik sang oknum Polri (Kompol Suparno SH) yang juga mantan Kapolsek Kota Siak Provinsi Riau, dengan luas 230 hektare (Ha).

Berdasarkan liputan harianberantas.co.id dilapangan, pemusnahan ratusan hektare (ha) perkebunan sawit tersebut dilakukan oleh tim Kementerian LHK-RI dari Jakarta, dikarena putusan inkrah dari Pengadilan sebelumnya, proses hukumnya telah selesai. Namun yang menjadi pertanyaan, pihak Kejaksaan termasuk aparat Pengadilan tidak satu orangpun hadir saat pemusnahan ratusan hektar perkebunan sawit tersebut dilakukan, seakan ada yang terselubung.

Bukan itu saja, pemusnahan tanaman perkebunan sawit milik Turnip dan Ginting (warga-red), juga dilakukan dengan cara menyiram dengan minyak solar, Jum’at (11/11/2016).

Usai pemusnahan secara simbolis di areal kebun sawit milik Kompol Suparno,SH, dilanjutkan dengan acara konferensi Pers oleh Dirjen GAKUM MenLHK "Rasio Ridho Sani", Komisioner KOMNAS HAM "Siti Nurlela", Balai Besar Konserfasi Sumber Daya Alam (BKSD) Provinsi Riau, yang juga dihadiri jajaran Pemda Siak, TNI, Polri, Satpol PP termasuk perusahaan PT. Balai Kayang Mandiri (BKM) yang dinaungi Sinar Mas Group, turut hadir.

Menurut konferensi Pers Komisioner Komnas HAM RI, Siti Nurlela, di areal kebun sawit milik Kompol Suparno SH menyebutkan, "Karena kawasan hutan Biosfer sangat penting bagi kehidupan manusia dan merupakan paru-paru dunia seperti kesehatan, maka dari situlah harus dijaga kelestriannya baik ekosistem hayatinya, faunanya, satwanya. Sebab didalam kawasan tersebut juga bisa dilakukan penelitian dan kajian yang berkaitan dengan pendidikan bagi generasi dengan secara berkelanjutan", pungkas Siti Nurlela.

Terkait keberadaan masyarakat yang selama ini sudah bermukim, dan sudah terlanjur melakukan kegiatan membuka kebun di dalam kawasan hutan Biosfer GSK-B tersebut, ada dua bagian kelompok yaitu, masyarakat yang bertahan hidup dengan memperjuangkan kehidupannya, dan masyarakat yang memperkaya diri. 

Masyarakat yang benar-benar memperjuangkan hidupannya itulah yang sudah bermukim saat ini, maka dilakukan pembinaan oleh pemerintah, baik dengan cara kemitraan untuk pemberdayaan atau dengan pola lainnya. Sedangkan masyarakat yang memperkaya diri, maka dilakukan penegakkan hukum, "kata Siti dengan tegas.

Sementara, Dirjen GAKUM MenLHK, Rasio Ridho Sani dengan tegas mengatakan, kerusakan hutan kawasan inti biosfer yang lebih kurang 3.000 hektar, berkat kerjasama dengan Komnas HAM melalui proses dialog dengan berbagai tahapan cara-cara pendekatan kepada masyarakat untuk menghindari konflik-konflik.

Sehingga kegiatan pemulihan kawasan hutan yang telah terbabat habis maka akan dilakukan penghijauan kembali dengan cara memusnahkan tanaman seperti tanaman sawit yang sudah di tanami oleh masyarakat, dan diganti tanaman kayu-kayuan untuk di jadikan hutan kembali. Dan kawasan hutan Biorfer GSK ini, harus terus diawasi untuk menghindari kebakaran hutan, pembalakan illegal loging dan jenis perambahan lainnya, tegasnya.

Lebih ditegaskan Rasio Ridho Sani, "Dalam penegakkan hukum bagi perambah hutan, dari pihak KemenLHK terus berkoordinasi dengan pihak TNI, POLRI, BKSDA, pemerintah setempat dan tokoh masyarakat, supaya saling bersinergi dalam bentuk pengawasan dilapangan" tandas Ridho.

Pada penghujung acara pemusnahan tanaman sawit milik Kompol Suparno SH tersebut, Kementerian LHK-RI juga dilakukan penanaman pohon kayu secara simbolis di areal yang sudah di musnahkan tanaman sawitnya. (Alumi Wrw)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas