Headlines News :
Home » » Rp 600 juta Dana Bantuan Sosial Dibawa Kabur, Andi Tenri Diburu Kejaksaan Sulsel

Rp 600 juta Dana Bantuan Sosial Dibawa Kabur, Andi Tenri Diburu Kejaksaan Sulsel

Written By Harian Berantas on Thursday, November 10, 2016 | 1:41:00 AM

HARIANBERANTAS, SULSEL- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melalui Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum), Salahuddin SH merelease buron kasus dana Bantuan Sosial (Bansos) yang hilang bersama uang senilai Rp 600 juta, proyek tahun 2007 lalu di Provinsi Sulawesi Barat.


Buron tersebut adalah seorang perempuan muda yang cukup manis bernama Andi Tenri Nur Irmawati. Dia dinyatakan buron sejak tahun 2014 lalu, hasil pengembangan dari dua tersangka yang kini telah terpidana masing-masing bernama Samiran, yang saat tahun 2007 lalu menjabat sebagai kepala biro keuangan Provinsi Sulawesi Barat dan Taufiq, bendahara biro keuangan.

Andi Tenri Nur Irmawati ini jadi buron atau status DPO kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Sulawesi Barat untuk pengadaan sistem pelatihan implementasi keuangan berbasis IT di dua lokasi yakni Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju Utara yang masing-masing anggarannya Rp 300 juta sehingga totalnya Rp 600 juta.

"Anggarannya sudah cair tapi tidak ada kegiatan pelatihan," jelas Salahuddin SH kepada wartawan, Kamis, (10/11/2016).

Ditambahkan, buron Andi Tenri Nur Irmawati dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos ini berperan sebagai perantara bagi perusahaan dan Biro Keuangan Pemprov Sulbar. Perusahaan yang dimaksud berdasarkan kontrak sebagai pelaksana kegiatan pelatihan adalah CV Gerbang Cipta Solusi.

"Buron ini yang menjemput dan mengambil seluruh dana sebesar Rp 600 juta di Kabiro Keuangan atas nama perusahaan. Padahal anggaran atau dana itu harus keluar melalui transfer atau diterima oleh direktur perusahaan karena ada kontrak. Tapi kenaoa bisa Andi Tenri Nur Irmawati ini yang ambil kemudian raib bersama uang itu," kata Salahuddin lagi.

Proyek pelatihan implementasi keuangan berbasis IT ini adalah proyek tahun 2007. Mulai disidik oleh Kejari Mamuju, Propinsi Sulbar tahun 2013 lalu dan disidangkan pengadilan Tipikor Mamuju tahun 2014 dengan dua tersangka yakni Samiran dan Taufiq, saat itu Kabiro Keuangan dan Bendahara Biro Keuangan Pemprop Sulbar. Sejak itu Andi Tenri Nur Irmawati yang sebenarnya mengambil uang menghilang. Dia kemudian dinyatakan buron oleh Kejati Sulsel karena di Propinsi Sulbar belum ada Kejati.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisin untuk mencari tahu keberadaan buron ini. Kita juga harapkan kepada masyarakat sekiranya menemukan orang ini agar segera dilaporkan ke polisi atau Kejari-kejari terdekat," kata Salahuddin SH seraya menunjukkan foto dan lembaran pernyataan DPO Andi Tenri Nur Irmawati. (SOZ)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas