Headlines News :
Home » » Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tj Buton di Siak Diduga Sarat Korupsi

Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tj Buton di Siak Diduga Sarat Korupsi

Written By Harian Berantas on Monday, November 14, 2016 | 11:31:00 PM

HARIANBERANTAS, SIAK- Pekerjaan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Buton Siak Provinsi Riau tahun anggaran 2016 diduga sarat korupsi. Untuk itu, aparat penegak hukum diminta untuk mengusut adanya dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proyek yang berlokasi di Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak itu.

Dok: Tumpukan Besi bekas yang telah mulai berkarat & Tampak besi bekas yang dipergunakan telah terpasang
Pelabuhan Tanjung Buton Kabupaten Siak yang digadang-gadang akan membawa dampak positif terhadap kemajuan perekonomian rakyat Siak-Riau, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya, tentunya bila proyek pembangunan pelabuhan ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Namun sumber www.harianberantas.co.id dilapangan mengatakan, pekerjaan untuk tahun anggaran 2016 diduga banyak kecurangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Dugaan adanya penyimpangan yang terjadi pada proyek pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan laut Tanjung Buton Siak itu, antara lain sebagian tiang pancang balok beton yang dipasang menggunakan tiang balok beton lama atau tiang bekas, volume balok beton-nya pun terkesan banyak yang dikurangi, sand bag (sejenis karung plastik berkapasitas 1 M3 tidak dilaksanakan, perusahaan mensub kontrakkan dengan hanya memakai karung biasa diisi tanah, padahal seharusnya pakai send bag diisi dengan pasir. Kemudian pasangan batu talut diduga tidak sesuai standar.

Begitu juga dengan air untuk campuran adukan semen cor bangunan yang dipakai adalah air laut. Sehingga mutu beton yang diaduk dengan menggunakan molen kecil itu dilapangan, diduga tidak memenuhi stadart K-300. Bukan itu saja, material besi beton SNI yang dipergunakan oleh rekanan kontraktor, banyak menggunakan besi SNI bekas yang sudah mulai berkarat.

Untuk diketahui, proyek pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan Laut Tanjung Buton tersebut dilaksanakan oleh kontraktor PT. Sumatera Indah Indonesia (PT. SII) dengan nilai biaya APBN tahun 2016 sebesar Rp29. 999.000,000 (Dua puluh sembilan miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta rupiah) dan nomor kontrak PL.106/1/KASOP.SPK-16, tanggal kontrak 08 April 2016 s/d tanggal 01 September 2016 dibawah pengawasan satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen KSOP Kelas III Sungai Pakning Provinsi-Riau.

Sedangkan untuk biaya pekerjaan ”Lanjutan Pembangunan Faspel Laut Tanjung Buton” itu, juga menelan biaya APBN sebesar Rp1. 453.827,000 dengan nomor kontrak PL.106/2/KASOP.SPK-16, tanggal 11 Oktober 2016 s/d tanggal 25 Desember 2016, pelaksana lapangannya, PT. Tri Karsa.

Proyek pekerjaan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Buton Siak Provinsi Riau maupun pekerjaan lanjutan pembangunan Faspel Laut Tanjung Buton tahun 2016 itu, diduga lemah pengawasan dari pihak Kuasa Pengguna Anggaran maupun dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Menurut salah seorang pekerja di lapangan, PPK selama pekerjaan tahun 2016 hanya sekali turun ke lapangan, PPK berkantor di Dirjen Perhubungan Laut Jakarta. Begitu juga dengan Kuasa Pengguna Anggaran jarang turun ke lokasi proyek, padahal Kuasa Pengguna anggaran adalah Syahbandar  dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Sungai Pakning-Riau.

“Pembangunan dermaga pelabuhan  tanjung buton ini, tiang betonnya banyak menggunakan tiang beton sisa pekerjaan tahun yang lalu pak. Karena menurut pimpinan proyek ini, daripada balok beton yang lama ini terbuang, bagus dimanfaatkan saja,” kata seorang pekerja kepada Wartawan dan LSM dilokasi.

Bukan tiang cor beton ini saja pak, besi yang bekas inipun, sudah kami pasang. Karena kwaitasnya masih utuh dan mudah untuk dibengkokkan, ujar salah seorang pekerja yang tidak mau ditulis jati dirinya kepada Berantas bulan Juli 2016 lalu.

Menanggapi bukti dokumentasi yang terlampir dalam bahan konfirmasi tertulis (resmi) media Berantas yang dialamatkan kepada, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Sungai Pakning Capt. Bintang Novi M.Mar, M.MTr, Senin (07/11/2016) pekan lalu, dibantah keras oleh Capt. Bintang Novi.

"Tadi ada surat ke saya ini, masukkan surat dari Berantas. Itu foto kapan diambil pak? itu foto-foto kapan itu. Itu (pelabuhan Tanjung Buton-red) sudah selesai. Nah sekarang ini sedang ada lanjutan. Kalau kerja PT. Sumatera Indah Indonesia sudah selesai. Kalau coran itu mereka buat baru semua dan cetakkannya pun dicetak dilokasi sana, dan semuanya mereka yang buat” kata Novi.

Dikatannya Novi lagi, besinya pun besi baru semua. Itu foto kapan itu. Ini foto-foto, foto yang tahun kemaren. Nah pembangunan itu, sudah selesai semuanya. Makanya saya tahu karena yang mengawasi pekerjaannya setiap harinya saya sendiri. Bupati kok tahu, karena Bupati ikut mengawasi sendiri, ujar Capt. Bintang Novi membantah. (Mistar)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas