Headlines News :
Home » » Keburukan Kontraktor CV. Arka Mulia Abadi Dalam Pengerjaan Proyek Rehabilitas Jalan Produksi di Siak Disorot

Keburukan Kontraktor CV. Arka Mulia Abadi Dalam Pengerjaan Proyek Rehabilitas Jalan Produksi di Siak Disorot

Written By Harian Berantas on Wednesday, November 30, 2016 | 6:58:00 AM

HARIANBERANTAS, SIAK- Pelaksanaan pekerjaan proyek "Rehabilitasi Jalan Produksi” di Kabupaten Siak yang bersumber dari dana APBD Provinsi Riau tahun 2016 melalui suatuan kerja Dinas Perkebunan Provinsi Riau, mendapat sorotan tajam dari penggiat LSM yang ada di Kabupaten Siak. Proyek yang dilaksanakan oleh kontraktor CV. Arka Mulia Abadi dan dikonsultani oleh CV. Calvinda tersebut dinilai terkesan ditutup tutupi dari pengawasan publik dan diduga syarat dengan kecurangan dan kepentingan.


Terkait hal ini Sekretaris LSM Komisi Pencari Fakta Independen Republik Indonesia (KPFI-RI) daerah Kabupaten Siak, Alumi Wrw  mengatakan, indikasi tersebut terlihat dari tidak transparannya kontraktor pelaksana dalam mencantumkan seluruh item dalam papan nama yang mestinya harus dibuka sebagai syarat wajib saat pelaksanaan proyek Pemerintah.

“Kami melihat pada papan nama proyek ini tidak dicantumkan nilai proyek, dan letak papan nama terkesan disembunyikan,” tandas Alumi kepada pewarta media ini, Rabu (30/11/2016).

Akibat ditutupinya nilai anggaran proyek tadi, Alumi sapaan akrap Waruwu mengkhawatirkan adanya kwalitas material yang tidak sesuai dengan kontrak yang ada, apalagi waktu proyek ini dilaksanakan menjelang akhir tahun sehingga proyek ini dikebut dengan mengabaikan kwalitas.

Alumi meminta kepada pemerintah provinsi melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan DPRD Riau agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan, jangan sampai ketika fungsi pengawasan yang ada dijadikan alat untuk kongkalikong.

“Karena ini proyek APBD Provinsi Riau jangan sampai Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau melihat sebelah mata. Kami bersama tim sedang melakukan investigasi sebagai bagian kepedulian terhadap pembangunan daerah, jika ditemukan pelanggaran kami tidak segan akan melaporkan ke pihak berwajib.” katanya.

Selain menyoal kesan tidak transparannya proyek ini, masalah tenaga kerja juga menjadi sorotan KPFI-RI daerah Kabupaten Siak, dimana dalam pengerjaannya sejumlah tenaga kerja diamati tidak menggunakan standar keselamatan kerja yang dilengkapi dengan safety first seperti sepatu, helm, dan sarung tangan.

Dalam hal lingkungan, KPFI-RI juga mempertanyakan tentang dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantaun Lingkungan (UPL). Apakah dengan aktifitas proyek tadi, ada antisipasi yang akan dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) terhadap dampak yang akan ditimbulkan dengan pengerjaan proyek tadi.

Sebelumnya, Iwan yang disebut-sebut selaku kontraktor pelaksana proyek pekerjaan rehabilitasi jalan produksi yang diduga berbau kongkalikong di Kabupaten Siak tersebut saat dihubungi media ini lewat via hendphon miliknya mengatakan, “Kalau mau konfirmasi berita, jangan melalui Hp. Jumpa saja kita di Pekanbaru, karena saya tinggalnya di Pekanbaru, ajak Iwan.

Ketika media ini tiba di Pekanbaru guna meminta keterangan Pers sang kontraktor ( Iwan-red), tidak berhasil. "Saya masih dilapangan jam segini belum lagi balik kerumah" kata Iwan lewat layanan SmS kepada harianberantas.

Kontraktor CV. Arka Mulia Abadi, Iwan ini, justeru mempertanyakan kapasitas awak media yang mengkonfirmasi dugaan keburukannya dalam pengerjaan proyek milik Dinas Perkebunan Provinsi Riau tahun anggaran 2016 tersebut. "Apa hak dan pekerjaan bapak sehingga minta bertemu dengan saya?” ucap Iwan, Senin (28/11/2016) lalu.

Sempat ianya mempertanyakan apa pekerjaan wartawan Media ini untuk mempertanyakan terkait proyek yang ianya kerjakan, "apa pekerjaan bapak? sehingga menghambat pekerjaan bapak dan minta bertemu dengan saya?" katanya".

Penghulu atau Kades Kampung Rawang Air Putih, Jhaini kepada harianberantas dikediaman mengaku, kalau proyek pekerjaan rehabilitasi jalan produksi tersebut, tidak diketahui, baik nilai besar anggaran, volume proyek yang harus dikerjakan oleh kontraktor CV. Arka Mulia Abadi tersebut.

“Saya kurang tau berapa besarnya nilai dan volume pengerjaan proyek rehabilitasi jalan produksi itu. Karena hanya surat pemberitahuan saja yang disampaikan pihak kontraktor ke saya beberapa waktu lalu" ujar Jhaini.

Dugaan kongkalikong dalam proses pengerjaan kegiatan proyek rehabilitasi jalan produksi di Kabupaten Siak yang dibangun dengan biaya APBD Provinsi Riau tahun 2016 tersebut, Sekretaris LSM Komisi Pencari Fakta Independen Republik Indonesia (KPFI-RI) daerah Kabupaten Siak, akan bertindak menyampaikan klarifikasi tertulis resminya kepada Gubernur Riau dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau minggu mendatang. (Lius wr)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas