Headlines News :
Home » » Kajari Pekanbaru Diminta Periksa Kadis dan PPTK Terkait Proyek Jalan T Bey di Kecamatan Bukit Raya

Kajari Pekanbaru Diminta Periksa Kadis dan PPTK Terkait Proyek Jalan T Bey di Kecamatan Bukit Raya

Written By Harian Berantas on Monday, November 14, 2016 | 1:43:00 AM

HARIANBERANTAS,PEKANBARU- Pernyataan Kejaksaan Negeri Pekanbaru melalui Penyidik, Yasrizal, SH bahwa akan memeriksa Pejabat Dinas Bina Marga PU Kota Pekanbaru setelah selesai masa kontrak proyek Pengaspalan Overlay Hotmix Jalan T.Bey di Kecamatan Bukuit Raya Pekanbaru. Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan penyidikan.


“Informasi terkait proyek tersebut yang sudah dipublikasi media cetak maupun elektronik, harusnya menjadi pendukung kepada Kejari dalam melakukan Pemeriksaan terhadap PPTK, Indrayana  serta Kadis Bina Marga PU Pekanbaru, Zulkifli Harun,” jelas Kabid Balitbang IPMPL Riau, Bowozid.

Diberitakan sebelumnya, terkait proyek pembangunan jalan Tengku Bey ujung (Overlay Hotmix) tahun anggaran 2015 melalui dana APBD Kota Pekanbaru sebesar Rp.2.142.104.000 atau Rp.2,142 miliar, dengan kontraktor pelaksana, CV. Khairani (KSO)–PT. Virajaya Riauputra dan Konsultan Pengawas, CV. Alam Dimensi Indonesia. Nomor Kontrak: 016/Kont/KPA-Jalan/BMSDA/VIII/2015. Kontrak dan FHO proyek ini telah berakhir per Juli 2016.

Menanggapi hal ini, Pengurus DPP LSM IPMPL Provinsi Riau mencium adanya aroma tak sedap dalam Proyek ini. “Kita harus melakukan penelusuran seperti apa yang terjadi dalam pelaksanaan proyek ini. Kemudian baru akan dilakukan upaya pelaporan kepada Tipikor Polda Riau melalui Tipikor Polresta Pekanbaru,” kata salah satu Pengurus DPP LSM IPMPL Riau saat wartawan memintai keterangannya, pekan lalu.

Dinas PU Bina Marga Kota Pekanbaru merupakan pihak pemilik sekaligus sebagai Pengguna Jasa dalam proyek tersebut. Beberapa kejanggalan dalam pelaksanaannya antara lain, Dinas PU Bina Marga Pekanbaru tidak mencantumkan volume, maupun target efektif (panjang lebar dan ketebalan) proyek jalan Tengku Bey dimaksud dan tidak mencantumkan Masa Kontrak.

Selain itu, dari kondisi fisik proyek, sepertinya teknis dan spek di lapangan tidak sesuai standar sebagaimana mestinya. Seperti proyek yang sudah diketahui spek melalui RAB-nya, panjang jalan diperkirakan di atas 500meter. Namun, lebar jalan ini ada yang hanya 390cm dari volume lebar yang ditetapkan yaitu 400cm.

Lebih parah lagi soal ketebalannya, hal ini dapat dilihat langsung dari ukuran meter (pengukur) saat Media dan LSM melakukan pengukuran langsung di lapangan pada bulan Juli 2016 lalu. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Dinas PU BM Pekanbaru, Indrayana mengatakan, proyek tersebut tidak ada nasalah, tidak terjadi korupsi dan semua sudah berjalan dengan lancar.

“Ini saya lagi di Kandis, arah ke Duri. Sudah lah, tolong jangan dipermasalahkan lagi proyek itu karena saya sudah banyak habis. Tanyakan saja kepada Kadisnya, pak Zulkifli Haroen pasti lebih mengetahui tentang proyek itu. Rekan-rekan LSM juga sudah banyak menanyakan proyek itu sama saya,” kata Indrayana yang kembali mengatakan agar sama Kadis PU BM saja ditanyakan tenttang proyek itu.

Sementara itu, berdasarkan arahan dari PPTK Indrayana agar seputar proyek Pembangunan Jalan T.Bey overlay hotmix tersebut. Kepala Dinas Bina Marga PU Kota Pekanbaru, Zulkifli H yang sudah berkali-kali Media akan melakukan konfirmasi di kantornya, namun alhasil tidak berhasil. Saat dihubungi via telpon genggamnya hingga dua kali dengan waktu berbeda. Jawaban Zulkifli selalu sibuk dan rapat. “ Saya lagi sibuk, saya lagi rapat ini,” jawab Zulkifli yang juga mantan PPTK Dinas PU Provinsi Riau dan mantan Pejabat Dinas PU Kabupaten Kampar ini.

Sebelumnya, proyek Jalan Tengku Bey di Kecamatan Bukit Raya ini pernah dilaporkan salah satu dari sejumlah LSM ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Hal itu dibenarkan salah seorang Penyidik Kejari Pekanbaru saat dikonfirmasi awak media ini via telpon genggamnya. “Ya, itu benar sudah kita terima laporan dari salam satu LSM tentang indikasi korupsi dalam proyek Jalan T.Bey tersebut,” jelas penyidik Kejari Pku.

Lebih jauh penyidik di Kejaksaan ini mengungkapkan berbagai cerita yang semakin menguatkan adanya indikasi korupsi serta terjadinya dugaan suap dalam proyek tersebut. Penyidik mengatakan bahwa, awalnya salah satu LSM melaporkan adanya indikasi korupsi proyek itu kepada Kejari Pekanbaru.

Saat dalam proses, tiba-tiba, pengurus LSM dimaksud menelpon beberapa kali dan juga beberapa kali mengirim short message service dengan alasan agar di-stop dulu Lidik&Dik soal laporan LSM-nya itu karena sedang berlangsung perundingan Dinas Bina Marga PU Pekanbaru antara Pejabat dan PPTK PU selaku terlapor dengan oknum pengurus LSM selaku pelapor. “Katanya, sudah di stop dan jangan diteruskan dulu laporan LSM kami, karena kami sedang berdamai,” ucap penyidik menirukan kalimat si LSM.

Lalu saat ditanya, meski pun oknum Pejabat Dinas PU Pekanbaru selaku terlapor dengan oknum pengurus LSM selaku pelapor sedang melakukan upaya perdamaian yang diduga penyuapan itu. Lalu apa tindakan Kejari soal Proyek yang dilaporkan LSM tersebut? Penyidik (S) mengaku kalau soal tindak lanjut penyidikan merupakan wewenang atasannya yaitu, Lina.“Itu wewenang atasan saya, tidak bisa saya paksakan harus begini dan begitu. Bu Lina yang punya kuasa soal dilanjutkan atau tidak dilanjutkannya laporan LSM itu. Yang pastinya, masih sampai saat ini masih tersimpan beberapa bunyi dan kalimat SMS dari Pelapor tentang adanya upaya perdamaian dengan Terlapor. Ini dapat dijadikan sebagai alat bukti pendukung nantinya,” ujar Penyidik S.

Ditambahkannya, bahwa kemungkinan setelah selesai upaya damai antara Terlapor dengan Pelapor, malah nada dering telpon genggamnya semakin berbunyi terus menerus. Ternyata, yang menelpon Penyidik S adalah sejumlah LSM (S, menyebutkan nama-nama LSM dan nama-nama orang yang menelponnya).

“Setelah itu selesai mungkin, saya malah ditelpon berkali-kali oleh beberapa LSM, saya tahu nama LSM dan nama orang-orang yang menelpon saya itu semua. Kejari akan tetap melanjutkan laporan LSM mana pun yang masuk untuk mendukung bukti,” ujarnya. (Bw/et)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas