Headlines News :
Home » , , » Segera Dilapor ke Polda Riau, Oknum Anggota DPRD Rohul Diduga Gunakan Ijazah Palsu Paket C

Segera Dilapor ke Polda Riau, Oknum Anggota DPRD Rohul Diduga Gunakan Ijazah Palsu Paket C

Written By Harian Berantas on Friday, October 28, 2016 | 12:16:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Adanya oknum anggota DPRD DPRD Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau, periode 2014-2019, bernisial AR, disinyalir menggunakan ijazah palsu Paket C ketika mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif periode 2014-2019 lalu. Dalam waktu dekat ini pun, akan dilaporkan aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) ke Polda Riau.


Demikian ditegaskan Hal, B Anas, Sekum LSM KPK kepada Media ini, di Pekanbaru-Riau. Dalam waktu dekat dia akan melaporkan dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD Rohul, H. Amron Rosadi,  tersebut ke Polda Riau.

Adapun laporan ini tujuannya untuk memperjelas issu yang berkembang ditengah masyarakat. Artinya dengan dilaporkan ke aparat penegak hukum tentu status kepemilikan ijazah anggota DPRD Rokan Hulu (Rohul) dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut akan terungkap dengan jelas. Palsu atau Tidak sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan laporan konkrit, dan Insyaallah minggu depan ini kita akan ke Polda Riau untuk ketemu dengan saksi kunci yang mengetahui lebih rinci apakah nama H. Amron Rosadi terdaftar sebagai calon Peserta Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir Nasional (PEHABTANAS) di Depdiknas Kantor Diknas Riau,” ujar Anas.

Dijelaskannya, Ijazah palsu yang digunakan pria kelahiran tahun 1958 silam itu bernomor induk 042 dengan ijazah paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah tahun 2008, yang dikeluarkan dan ditanda tangani Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul ketika itu dipimpin oleh Dra. Hj. Efie M.Pd, tertanggal 15 Desember 2008.

Semetara, nomor induk ijazah paket C yang digunakan oleh anggota DPRD Rohul, H. Amron Rosadi tersebut, terkesan “Nomor Induk Izajah” milik salah seorang warga Desa Tingkok Kecamatan Tambusai, Siti Hawa, kelahiran 2 Agustus 1982 silam, terang Anas.

Selain kejanggalan dalam nomor induk yang sama dan tahunnya yang sama, Amron Rosadi dan Siti Hawa, diketahui jika satu tempat belajar di Kelompok Belajar Melati, Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai, jelas B. Anas.

Dalam permasalahan ini dia tidak mempunyai kepentingan apa-apa, tetapi sebagai elemen anti korupsi, tentu dia merasa miris juga, sebab dana pajak lah yang membayar gaji anggota DPRD yang bermasalah, tutupnya.

H. Amron Rosadi lewat hendphon pribadinya saat dikonfirmasi Berantas, mengaku jika dirinya sedang berada di Jakarta. “Maaf pak saya di Jakarta, minggu depan saja kita jumpa di Pekanbaru”, jawabnya singkat, (Yana)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas