Headlines News :
Home » , » Praktek Pungli di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru-Riau, Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru

Praktek Pungli di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru-Riau, Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru

Written By Harian Berantas on Thursday, October 20, 2016 | 12:45:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Melihat maraknya praktek Pungutan liar di rumah sakit umum daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru Provinsi Riau, membuat salah seorang Wartawan Wanita (Wartawati)/Jurnalis harianberantas merasa gerah.

Saat Pengunjung RSUD Arifin Achmad Keberatan  dan  Bukti Laporan Polisi
Menurut informasi dan dokumentasi data yang diperoleh, Hal ini telah berlangsung lama dan terstruktur serta sudah menjadi penyakit kronis rumah sakit umum tersebut, korbannyapun dari berbagai kalangan, mulai pasien, keluarga pasien maupun pengunjung atau rekan para pasien di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru tersebut.

Berdasarkan pengakuan dari berbagai pengunjung yang menjenguk pasien harus membayar Rp5 ribu-Rp10 ribu perkendaraan roda dua dan perkendaraan roda empat atau mobil sebesar Rp10 ribu-15 ribu. Kadang, mereka menyayangkan, oleh juru parkir (jukir) justru tetap saja menarik biaya parkir, walaupun parkir hanya sebentar saja untuk menebus obat di apotek.

Celakanya lagi, barang bawaan pengunjung pasien ada yang hilang didalam kendaraan karena lupa bawa hingga tertinggal di dalam kendaraan yang diparkir pada lokasi parkir rumah sakit, juru parkir termasuk Sekurity, tak tau menahu dan tak bertanggungjawab.

Kemudian, ketika sesekali dasar hukum adanya pungutan parkir sebesar Rp5000 untuk pengedara roda dua dipertanyakan para pengunjung atau keluarga pasien, malah petugas atau juru parkir marah dan mengancam jika uang pemarkiran sebesar Rp5 ribu-10 ribu tak diberi maka kendaraan sepeda motor tidak boleh keluar dari halaman RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

"Ya, uang pemarkiran terpaksa kami bayar setiap kali parkir. Walaupun sepuluh kali pemarkiran kendaraan karena bolak balik membeli obat di apotek makanan maupun keperluan lain untuk pasien, ya uang parkiran kendaraan tetap ditarik sama juru parkirnya. Kalau tidak, kendaraan yang kami bawa tidak diperbolehkan keluar" ungkap salah satu keluarga yang menjenguk pasien di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru yang tidak mau disebutkan namanya.

Selaku Lembaga kontrol sosial, Rabu, 19 Oktober 2016, Pewarta/Jurnalis media cetak Berantas atau situs harianberantas.co.id ini melalui surat nomor 003/Jurnalis-HB/PKU/X/2016, resmi melaporkan praktek tersebut ke pihak aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Provinsi Riau.
Karena menurut perolehan data yang ada, lebih dari 150 kendaraan roda dua dan roda empat setiap hari dan malam yang pratek punglinya terjadi. Sehingga Perda No. 9 tahun 2009 terabaikan atau terkangkangi oleh oknum manajemen rumah sakit.
Yana, selaku Jurnalis di media cetak/koran Berantas dan harianberantas.co.id mengatakan "laporan ini Saya maksudkan agar memberikan efek jera pada para pelaku, serta mengurangi tingkat penyimpangan yang ada di lingkungan RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru" ungkapnya. (Eta)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas