Headlines News :
Home » , » PPTK Diduga Terlibat, Proyek Peningkatan Jln Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah-Jangkang, Sarat Korupsi

PPTK Diduga Terlibat, Proyek Peningkatan Jln Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah-Jangkang, Sarat Korupsi

Written By Harian Berantas on Sunday, October 23, 2016 | 6:03:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Pekerjaan proyek peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang di Kecamatan Bantan milik Dinas Pekerjaann Umum (DPU) Kabupaten Bengkalis, sumber biaya APBD tahun 2016, diduga sarat kecurangan dan korupsi.


Pasalnya, proyek peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang di Kecamatan Bantan diduga kurang pengawasan dari sang PPTK proyek. Hal ini tergambar dari sebagian hasil pekerjaann yang baru selesai dilakukan oleh kontraktor CV. Rizda Taufiq sudah pada patah dan rusak berat.

Demikian disampaikan sumber harianberantas.co.id saat ditemui dilokasi proyek Minggu (23/10/2016). Menurutnya, pekerjaan peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang Kecamatan Bantan yang diduga sarat kecurangan dan korupsi tersebut menelan biaya senilai Rp373.269.000 dengan sumber dana berasal dari APBD tahun 2016.

“Bisa kita lihat dari kwalitas jalan, bahan material jalan yang sangat jauh dari kata wajar. Kasat mata orang awam saja dapat dinilai jika pekerjaan jalan ini syarat akan korupsi,” ungkap pria yang enggan disebut namanya itu.

Padahal lanjutnya, proyek jalan yang hanya perkiraan panjang 200 meter tersebut, dapat meningkatkan produktivitas masyarakat yang mayoritas sebagai petani, karena akses jalan semakin baik.

Apabila jalan itu dikerjakan sesuai rujukan bestek/kontrak, tentu akan berdampak positif pada masyarakat tempatan, terangnya.

Kontraktor CV. Rizda Taufiq selaku pelaksana lapangan lanjut dia, mustahil jika berani melakukan pekerjaan asal jadi bila diawasi oleh konsultan dan PPTK dari dinas terkait. “Gak mungkin berani CV. Rizda Taufiq ngerjainnya asal-asalan kalau PPTK dan konsultannya ada ngawasi pengerjaannya. Kalau ini, sangat kuat adanya permainan antara PPTK untuk bekerjasama dengan kontraktor dalam mencari keuntungan besar yang tidak syah”, ujar sumber.

Badan jalan yang sudah di Cor saja sudah banyak yang patah dan rusak berat. Kondisi ini sudah tidak masuk diakal jika nantinya ditermenkan oleh pihak terkait dalam hal itu Dinas PU Bengkalis. Bila itu yang terjadi, berarti sudah ada permainan antara pemborongnya dan PPTK maupun pejabat berkompeten di dinas PU terkait, akhir sumber.

Dari himpunan data yang diperoleh harianberantas.co.id dilapangan, pekerjaan peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang di Kecamatan Bantan sangat disesalkan banyak warga masyarakat setempat. Bukannya hanya pada kwalitas pekerjaan jalan yang buruk, akan tetapi pihak pelaksana maupun konsultan tidak mempertimbangkan tanah gambut yang notabene mudah tergeser.

Diberitakan harianberantas pekan lalu, pekerjaan proyek peningkatan jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang Kecamatan Bantan dengan nilai kontrak Rp373.269.000, dan waktu pelaksana 96 hari kalender (HK) dikonsultani oleh PT. Bina Cipta Jaya Sejati Konsultan diduga dikerjakan asal asalan dan amburadul.

Sebab kondisi pekerjaan lapangan, cor beton yang telah selesai dilakukan kontraktor sudah pada patah-patah hingga pada lantai kerja. Kondisi proyek yang sudah mulai rusak, patah dan turunitu dikarena akibat tidak dilakukan pemadatan di tambah semen yang digunakan tidak sesuai standar akibatnya cor beton yang sudah dilakukan hanya di sentuh olah tangan saja sudah hancur.

Kemudian, ukuran volume ketebalan cor beton yang telah selesai dikerjakan oleh sang kontraktor CV. Rizda Taufiq hanya berukuran 12 cm-13 cm rata-rata. Bukan itu saja, cor betonnya pun hanya menggunakan pasir halus yang semestinya menggunakan pasir cor yang seutuhnya dan tidak menggunakan air asin laut yang diambil dari parit.

Demikian bekas jalan lama, tidak dibongkar yang seharusnya dibongkar dan dibersihkan dan bukan hanya ditutup saja dengan besi wire mesh yang potongannya dibagi-bagi sedemikian rupa (mark up).

Agus Sukri saat dikonfirmasi harianberantas.co.id lewat via hendphon milik pribadinya, tak diangkat. Menurut keteteangan kontraktor CV. Rizda Taufiq, Icip saat dihubungi harianberantas.co.id, “Jalan yang rusak itu sudah diperbaiki. Dan air yang digunakan, air tawar”, katanya Icip.

Kemudian lewat pesan singkat atau layanan SmSnya Icip yang diterima harianberantas.co.id menyebutkan, “Untuk lebih lengkap informasinya hubungi saja korlap saya namanya Agam”. (Tusmin/Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas