Headlines News :
Home » » Kontraktor CV Rizda Taufiq Dinilai Tak Becus Kerjakan Proyek Jalan Utama Parit Tiung Desa Mekar Indah-Jangkang

Kontraktor CV Rizda Taufiq Dinilai Tak Becus Kerjakan Proyek Jalan Utama Parit Tiung Desa Mekar Indah-Jangkang

Written By Harian Berantas on Thursday, October 20, 2016 | 12:55:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Maraknya proyek bermasalah di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, disebabkan akibat lemahnya pengawasan dan perencanaan, terutama dari dinas terkait karna dinas PU Bengkalis itu sendirilah  yang harus bertanggung jawab atas pengawasan suatu proyek yang baru dimulai hingga akhir kontrak pada bulan Desember 2016 mendatang.

Beginilah hasil pekerjaan proyek jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah-Jangkang yang dilaksanakan kontraktor CV. Rizda Taufiq, asal jadi
Hal ini dikatakan oleh ketua LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) daerah Kabupaten Bengkalis, Deady Royfika, Rabu (19/10/2016) pada Wartawan. Bukan  itu saja carut marutnya pernaianan mafia proyek juga dilingkungan DPU Bengkalis itu juga menjadi faktor penyabab para pengusaha yang mengerjakan proyek dilapangan berkerja asal-asalan dan amburadul. Bahkan diduga banyak proyek yang hampir mau selesai dikerjakan sudah mulai rusak dan amburadul dilapangan, ujar Deady.

Seperti hasil pantauan tim harianberantas atau media cetak/Koran Berantas dilapangan, pada pekerjaan proyek “Peningkatan Jalan Utama Parit Tiung Dusun Desa Mekar Indah Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dengan nilai kontrak Rp373.269.000,- dengan masa waktu pelaksanaannya selama 96 hari kalender (HK) tahun 2016 yang dikonsultani oleh PT. Bina Cipta Jaya Sejati Konsultan, dan kontraktor pelaksananya CV. Rizda Taufiq, ini diduga dikerjakan asal asalan dan amburadul.

Pasalnya, kondisi dilapangan terlihat cor beton yang telah selesai dilakukan pekerjaannya telah ada yang patah hingga pada lantai dasar kerja. Kondisi proyek yang sudah mulai rusak, patah dan turun akibat tidak dilakukan pemadatan di tambah lagi semen yang digunakan tidak sesuai standar akibatnya cor beton yang sudah dilakukan hanya di sentuh olah tangan saja sudah hancur.

Apalagi ketebalan cor beton yang telah selesai dilakukan pekerjaannya oleh kontraktor CV. Rizda Taufiq hanya memiliki ukuran 12 cm-13 cm rata-rata. Bukan itu saja, cor betonnya pun, menggunakan pasir halus yang semestinya harus menggunakan pasir cor yang seutuhnya dan tidak menggunakan air asin laut yang diambil dari parit.

Demikian sisa bekas jalan lama yang tidak dibongkar untuk dibersihkan, hanya ditutup dengan besi wire mesh yang potongannya dibagi-bagi sedemikian rupa oleh rekanan pelaksana lapangan.

Ketika hendphon pribadi PPTK proyek yang asal jadi ini, Agus Sukri ketika dihubungi harianberantas.co.id Rabu (19/10) sore demi kepentingan konfirmasi berita, tidak tersambung. Sementara, Icip yang disebut-sebut sebagai kontraktor proyek yang diduga pekerjaannya itu tidak becus dan sarat kecurangan, mengatakan, “Jalan yang rusak itu sudah diperbaiki. Dan air yang digunakan, air tawar”, jawab Icip.

Kemudian lewat pesan singkat atau layanan SmSnya Icip yang diterima harianberantas.co.id menyebutkan, “Untuk lebih lengkap informasinya hubungi saja korlap saya namanya Agam”

Lalu harianberantas.co.id ini pun meminta kontak person Agam yang disebutnya Icip sebagai korlap guna dimintai keterangannya. Namun entah Agam yang dimaksud Icip benar korlapnya atau bodygatnya Icip, hingga berita ini pun terbit nomor hendphon yang dimaksud belum dikirim sang kontraktor CV. Rizda Taufiq.

Untuk itu aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) daerah Kabupaten Bengkalis, meminta aparat hukum setempat termasuk dinas PU Bengkalis, segera menindak dan membongkar permaianan mafia proyek dan pejabat dilingkungan dinas PU Bengkalis.

Apalagi belum lama ini juga, mantan kadis PU Bengkalis, Ir. M Nasir beserta kroni lainnya telah resmi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK RI di Jakarta akibat permaianan proyek multi years (tahun jamak) yang dibangun sejak tahun 2013-2015 lalu. Seharusnya, dugaan tindak pidana korupsi seperti ini jadi pembelajaran besar buat kontraktor dan pejabat yang saat ini diberi kepercayaan, bukan malah mengambil kesempatan untuk mencari untung yang tak sah. Namun ini sepertinya tidak membuat efek jera malah terkesan bertambah parah, ujar Deady.

Untuk itu dalam waktu dekat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) akan melayangkan surat laporan resmi kepihak Kepolisian, Kejaksaan setempat dan juga kepada Bupati, Amril Mukminin atas hasil kajian dan temuan-temuan proyek yang bermasalah dilingkup dinas PU tahun 2016, tandas Deady. (Tusmin/Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas