Headlines News :
Home » » Kinerja ONUR Riau Lahirkan Generasi Baru, Ketua Umum Pimpin Sidang Rapat Koordinasi Kerja

Kinerja ONUR Riau Lahirkan Generasi Baru, Ketua Umum Pimpin Sidang Rapat Koordinasi Kerja

Written By Harian Berantas on Thursday, October 20, 2016 | 11:41:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dalam rangka untuk memper-erat hubungan tali silaturahmi antar Suku Nias dan untuk lebih mengenal lebih dekat antara satu sama lain, DPP Organisasi Nias Utara (ONUR) Riau mengadakan rapat Paguyuban secara rutin sekaligus untuk melakukan koordinasi kerja, Kamis (20/10/2016).


Agenda rapat kali ini yakni rapat koordinasi kerja, evaluasi kinerja, melakukan pendataan terhadap seluruh warga Nias Riau secara terbuka, untuk mendapatkan KTT (Kartu Tanda Terdaftar) sebagai warga ONUR. Masyarakat Riau yang sudah mendapatkan KTT dari ONUR, secara otomatis akan mendapatkan hak-hak sosialnya, akan menjadi perhatian serius ONUR dalam suka dan duka. Termasuk disinggung soal Pengadaan Tanah.

Dalam rapat tersebut, sejumlah DPD ONUR dari Kabupaten/Kota di Riau, di antaranya, DPD Kota Pekanbaru yang diketuai, Messanwansyah atau yang lebih akrab disapa Iwan Halawa, Ketua DPD Kampar, A.Dewi alias Junius Telaumbanua yang juga didampingi Tokoh Onur Kampar, A.Eka Zendrato, Ketua DPD Kuansing, Tema Gea dan Ketua DPD Pelalawan, A.Boby Zebua.

Para Ketua DPD ONUR tersebut turut hadir untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi skala prioritas Ormas dan atau Paguyuban, demi kemajukan Masyarakat ONUR yang cerdas dan berakal sehat, sekaligus untuk meningkatkan SDM secara bertahap di kalangan masyarakat. Sehingga DPP, DPD dan DPC ONUR Se-Riau semakin memantapkan posisinya sebagai Paguyuban yang lebih cenderung pada program Sosial kepada masyarakat-nya.

Ketua Umum DPP ONUR Provinsi Riau, Alimasa Gea, S.Ag. M.M.Pd dalam paparannya mengatakan, bahwa dalam sebuah organisasi memang tidak terlepas dari berbagai tantangan dan ujian, namun bukan berarti karena adanya tantangan, Ormas tidak mampu meloloskan diri dari ujian itu. Berbagai persoalan seperti yang dihadapi selama ini ONUR mampu menuntaskannya dengan melakukan upaya-upaya maksimal.

Menciptakan ONUR adalah untuk kebersamaan bersama Masyarakat Riau yang lebih baik ke depan. Bukan untuk suatu kepentingan sepihak, menjadi azas manfaat orang-orang tertentu, menjadi naungan bagi orang-orang yang mempunyai kesalahan. Tetapi, ONUR adalah milik bersama secara utuh dan terbuka, tentu saja secara positif untuk kepentingan umum yang lebih bermarwah dan bermartabat serta bermoral.

Untuk itu, ONUR harus tetap dijaga. Berharap agar ONUR semakin berjaya. ONUR siap mengakomodir setiap masukan-masukan dan siap mendukung kebijakan positif di tengah-tengah masyarakat. “Disisi lain, ONUR tidak dapat merespon hal-hal yang dianggap merugikan ONUR. Karena ONUR bukan mengurus masalah orang pemilik kesalahan, tetapi ONUR mengurus berbagai persoalan yang dianggap merugikan Warga Masyarakat ONUR Riau,” jelas Alimasa Gea.

Sementara itu, DPD Kota Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Kuansing dalam laporan lisannya atas program kerja serta prestasi yang dicapai, terdengar cukup baik dan mendapat apresiasi dalam pertemuan forum yang digelar sejak pkl 17.00 Wib hingga pkl 23.00 Wib itu dengan cukup alot dalam berdialoq.

Walau ada beberapa hal yang perlu digesa untuk segera dilaporkan ke DPP seperti laporan pendataan warga Nias dan administrasinya serta pembentukan seluruh DPC ONUR di Kabupaten/Kota, lebih prioritas daerah basis masyarakatnya. Kecuali DPD Kuansing yang saat ini sedikit mengalami hambatan dalam mengembangkan daerahnya.

Terkendala karena unsur pengurus tidak sejalan. Salah satu pengurus DPD ONUR Kuansing, ternyata merupakan pengurus ini inti di organisasi Suku yang sama, sehingga tidak bekerja sepenuh hati, termasuk persoalan Baju Dinas Satgas ONUR Kuansing yang sampai saat ini masih dikuasai oknum itu walau dia sebagai pengurus organisasi Paguyuban berbeda dengan Suku yang sama. Hal ini telah beberapa kali dilaporkan Ketua DPD Kuansing, Tema Gea ke DPP.

Menanggapi hal itu, Ketum DPP ONUR Riau Alimasa Gea dalam forum itu menegaskan, bahwa hal tersebut merupakan kendala utama dalam berorganisasi. Kalau oknumnya gabung sana-gabung sisi di Paguyuban, jangankan mampu mengurus ONUR sendiri, apa lagi dua Paguyuban? Organisasi dikenal berdasarkan Kerja Karya Nyata, bukan saling klaim tapi kinerja nol juga.

“Saya tegaskan ini bahwa berlaku untuk kita semua, DPP hingga DPC. Pilih satu organisasi saja kan gampang? Bagaimana bisa kita serious focus kerja kalau organisasinya dua dan kita pula pengurus intinya. Mengenai persoalan di DPD Kuansing, saya minta kepada Ketua DPD Kuansing untuk mengeluarkan nama yang bersangkutan dan diganti dengan orang-orang professional bekerja. Saya tidak ingin ada virus dalam organisasi kita ini,” tegas pria ganteng penyandang titel Magister ini.

Dalam rapat koordinasi kerja DPP ONUR Riau tersebut, juga dihadiri sebagian Dewan Penasehat yaitu, Faigizaro Zega dan Buala Zendato. Sementara Protokoler acara dipimpin oleh, Fulidodo Zendato. Humas & Hubungan Antar Lembaga DPP ONUR Riau, Bowo Ziduhu Bawamenewi serta Koordinator Satuan Tugas (satgas) DPP ONUR Riau, Meiman Telaumbanua.

Usai Rakor, pengurus dan penasehat DPP ONUR langsung menjenguk, Viktor Lahagu yang merupakan anak dari salah satu Humas ONUR, Onas Lahagu karena menderita sakit yang sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya, walau sudah keluar masuk dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru  sekaligus penyerahan sumbangan ala kadarnya yang diserahkan oleh Ketua DPD Kota Pekanbaru, Iwan Halawa. Sekitar pkl 01.00 Wib baru bubar dan balik ke rumah masing-masing dalam kondisi hujan sedang. (ozi)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas