Headlines News :
Home » , , » Bareskrim Polri & Polda Riau Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Pemalsuan dan Korupsi Proyek Jembatan Sei Kelakap Siak

Bareskrim Polri & Polda Riau Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Pemalsuan dan Korupsi Proyek Jembatan Sei Kelakap Siak

Written By Harian Berantas on Sunday, October 23, 2016 | 6:09:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pasca pergantian pimpinan Kepala Kepolisian RI maupun Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau,  Jenderal Tito Karnavian, turut berimbas pada terbengkalainya sejumlah dugaan korupsi yang terjadi di NKRI khususnya diwilayah daerah Kabupaten Siak pada umumnya di Provinsi Riau.

Pasalnya, setelah Jendral (Polisi) Tito Karnavian dilantik sebagai  Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara pada tiga bulan lalu (Rabu 13/7/2016) menggantikan jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, belum menunjukkan kepastian hukum yang benar di NKRI khususnya di wilayah daerah Provinsi Riau.

Hal ini terbukti, ketika bukti perkara 15 perusahaan yang sebelumnya disangka telah melakukan pembakaran hutan di Riau dihentikan alias di SP3-kan oleh Polda Riau. Kemudian, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang (PT.SCKG), Ir Sulijar Situmeang dalam dokumen proyek pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Kelakap Kabupaten Siak (tahap I) dengan nilai Rp9.058.173.000, yang sempat dihentikan atau SP3 oleh Polri pada tanggal 01 Juli 2016, walapun penanganan perkara yang tak jelas ditangan Polda Riau tersebut telah dibuka kembali pada tanggal 27 Juli 2016.

Bahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Kelakap Kabupaten Siak (tahap I) senilai Rp9.058.173.000 tersebut terkesan dikaburkan oleh aparat Kepolisian.

Demikian kata Rahmad Muliady, Intelligen LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP LSM KPK, Minggu (23/10/2016). Menurutnya, hingga kini belum ada satupun dugaan korupsi yang diendus pihak Bareskrim Mabes Polri dan Polda Riau.

Padahal dari data yang dimiliki LSM KPK, ada sembilan belas (19) pekerjaan proyek tahun anggaran 2012-2015 dengan anggaran miliaran rupiah, yang diduga penuh rekayasa dan pekerjaan lapangannya tidak sesuai kontrak.

Ditambahkan Rahmad Muliady, jika Bareskrim Polri maupun Polda Riau melakukan penyelidikan, kemungkinan besar masih ada sejumlah proyek, yang bakal ditemukan dikerjakan asal-asalan atau amburadul.

Lanjut  Rahmad menjelaskan, di Kabupaten Siak Provinsi Riau, ada beberapa proyek infrastrutur, baik jalan maupun jembatan, yang bersumber dari dana APBD, yang diduga terjadi penyimpangan. Itu sebabnya dia meminta pihak Bareskrim Polri untuk segera mengambil langkah penuh melakukan penyelidikan atas proyek-proyek tersebut.

”Sudah capek kami meminta Polda Riau supaya mengusut tuntas kasus korupsi proyek di wilayah daerah Kabupaten Siak, Riau,” ungkap Rahmad.

Menariknya lagi, Rahmad Muliady menjelaskan, sejak tahun 2012 sampai saat ini, tak satupun koruptor di dinas PU/BMP Siak dimeja hijaukan, sementara pihak Kepolisian (Polda) dan Kejaksaan Tinggi Riau hingga kini belum menyentuh dugaan korupsi uang negara dengan nilai miliaran rupiah itu.

Penyakit rekayasa/manipulasi dokumen dan korupsi di Dinas PU/BMP itu memang tak pernah tersentuh hukum. Sementara Kadis dan Kabid, PPTK/PPK di instasi itu seakan tidak gentar melakukan hal-hal yang sangat merugikan pemerintah itu.\

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU/BMP Siak, Ir. H. Irving Kahar Simbolon MEng, Kabid/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ardi Irfandi ST.,MT, PPTK/PPK kegiatan proyek berulang kali dikonfirmasi tidak berada di kantor dan terkesan menghindar.

Bahkan konfirmasi tertulis awak media pun, tak dijawab.  Pak Kadis dan Kabid lagi di Pekanbaru dan Jakarta,” ujar beberapa staf di kantor PU/BMP Siak baru-baru ini.

Oknum staf yang tak mau namanya disebutkan membenarkan kalau proyek milik Dinas PU/BMP Siak sedang banyak masalah, tapi semuanya akan ada perbaikan. “Kami sangat berterima kasih atas kerjasama dari wartawan, karena peran pers juga sangat membantu kami dalam pengawasan,” tutur oknum tersebut di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada media membenarkan jika sudah 10 orang yang terperiksa termasuk didalamnya pelapor Suyanto Salim dan terlapor dari oknum kontraktor bernisial KI (Khairul Istiqmal) yang diduga ada kerjasama dengan oknum-oknum pejabat dinas PU Siak memalsukan tanda tangan Direktur PT Surya Citra Karya Gemilang Sulijar Situmeang dalam dokumen proyek jembatan sungai kelakap Siak.

"Terlapor KI (Khairul Istiqmal) sudah dipanggil sebagai saksi, satu kali.  Saksi-saksi terkait dari Dinas PU juga sudah dipanggil semuanya.  Kita masih melakukan pendalaman lagi," ujarnya dan menambahkan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakan Guntur, jika benar itu memang dipalsukan, menjadi pertanyaan kenapa kemudian dana proyek bisa dicairkan di Bank Mandiri Sudirman Atas Pekanbaru.  Saya rasa pihak bank tidak akan seceroboh itu, tapi akan diperiksa apakah ada keteledoran orang bank dalam kasus sini, kata Guntur.

Sementara, Suyanto Salim selaku perwakilan dari PT. SCKGM kepada Wartawan di Pekanbaru menjelaskan, kasus tersebut bermula saat PT Surya Citra Karya Gemilang yang beralamat kantor di Jalan Menteng Medan, memenangi tender proyek pekerjaan pembangunan Jembatan Kelakap (Tahap II) di Kabupaten Siak dengan nomor kontrak 630/KTR/BMP/BM-PEMB-JBT/APBD/08/2014 tanggal 3 April 2014 dengan kontrak senilai Rp9.058.173.000.

Belakangan lanjut Salim (pelapor), terlapor KI (Khairul Istiqmal) dan kawan-kawan, memalsukan tanda tangan Sulijar Situmeang untuk mengerjakan proyek tersebut. Sehingga terdapat sebanyak 16 bukti dokumen yang dipalsukan.

Bukan itu saja jelas Salim, dirinya bersama Sulijar Situmeang pernah dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat Tipikor Bareskrim Polri pada bulan April 2015 seputar kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Kelakap Kabupaten Siak, terang Salim lagi. (Yana)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas