Headlines News :
Home » , » Saksi Ahli Patologi Australia Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun

Saksi Ahli Patologi Australia Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun

Written By Harian Berantas on Monday, September 5, 2016 | 10:37:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menahan saksi ahli patologi Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong. Penahanan dilakukan karena Beng Beng Ong diduga menyalahgunakan visa bebas kunjungan ke Indonesia.

Ahli Patologi Forensik asal Australia Beng Beng Ong (tengah) dalam sidang lanjutan terdakwa Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat, Bungur, Senin (5/9/2016).
Beng Ong adalah saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum Jessica Kumala Wongso pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 5 September 2016.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronnie F. Sompie menjelaskan, pihaknya masih memeriksa Beng Ong. Dia dituduh melakukan kegiatan di Indonesia, tapi tidak sesuai visa bebas kunjungan yang dimilikinya.

"Tadi malam sama-sama kita menontong di media, ada keberatan dari Jaksa Penuntut Umum terkait saksi ahli dari Australia Beng Beng Ong yang menjadi saksi ahli di Jakarta Pusat. Namun hakim yang memimpin sidang mengizinkan, artinya keberadaannya diterima dalam persidangan. Karena sempat jadi pembahasan dalam sidang itu, kami kemudian melakukan pengawasan di keimigrasian. Apakah keberadaan dia secara keimigrasian benar?" ujar Ronnie, Selasa (6/9/2016).

Ronnie menjelaskan, kegiatan Beng Ong sebagai saksi ahli terdakwa Jessica bukan termasuk kegiatan kategori visa bebas kunjungan, seperti wisatawan yang hanya melakukan kunjungan semata.

"Beliau saat menjadi saksi ahli bukan sekadar menggunakan visa bebas kunjungan sebagai wisatawan. Karena itu kita melakukan pemeriksaan. Apakah ini masuk dalam kategori bekerja atau tidak? Kita masih berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja di Provinsi DKI. Apakah ini masuk dalam kategori yang diharuskan dalam ketenegakerjaan," kata dia.

Bagi Ronnie, bila kehadiran Beng Ong di Pengadilan Jakarta Pusat termasuk kategori bekerja, patut diduga telah melakukan pelanggaran keimigrasian.

"Jika itu masuk dalam kategori yang mengharuskan sesuai UU, dia harus memiliki surat izin tinggal terbatas, tidak bisa hanya menggunakan visa bebas kunjungan. Nah ini yang perlu didalami. Kita akan melakukan tindakan jika ada penyimpangan," kata dia.

"Kalau dia masuk Pasal 122 UU Nomor 6 Tahun 2011 bahwa dia menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia dengan melakukan bekerja sanksinya paling lama 5 tahun penjara atau denda Rp500 juta," imbuhnya.

Tindakan Beng Ong, lanjut dia, bisa juga masuk kategori pelanggaran adminitrasi. Sanksinya kata dia, adalah deportasi atau larangan berkunjung ke Indonesia selama 6 bulan.

"Bisa saja ini masuk pelanggaran adminitratif. Karena itu kita melakukan pengawasan keimigrasian ini. Saat ini kami hanya melakukan holding terhadap perlintasan Beng Ong karena ada perbedaan antara fakta kegiatan yang dilakukan dengan visa yang dimiliki," tutur dia.

Saat ini pihaknya belum bisa menetapkan dugaan pelanggaraan yang dilakukan Beng Ong. Sebab itu pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja terkait kegiatan yang dilakukan Beng Ong di Pengadilan Jakarta Pusat kemarin.

"Kita bisa menetapkan ketika yang bersangkuatan melakukan pelanggaran secara adminitratif, bisa kita berikan tindakan adminitrasi keimigrasian dengan sanksi katakanlah dideportasi, ditangkal berapa bulan? paling lama 6 bulan," kata dia. (Soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas