Headlines News :
Home » , » PT. RGMS Diduga Lakukan Diskrinasi Terhadap Karyawan

PT. RGMS Diduga Lakukan Diskrinasi Terhadap Karyawan

Written By Harian Berantas on Friday, September 16, 2016 | 9:52:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Penindasan, intimidasi dan diskriminalisasi yang dilakukan oleh PT. RGMS Kelapas Satu sangat tidak manusiawi. Hal ini dialami sejumlah karyawan yanhg bekerja di perkebunan kelapa sawit PT. RGMS tersebut sudah berlangsung lama.


Terungkapnya perlakuan diskriminasi, intimidasi dan penindasan terhadap karyawan salah satu perusahaan yang membidangi perkebunan sawit, setelah adanya pengaduan darisalah seorang diantara puluhan karyawan bernisial KZ (Karniama Zai) saat menyampaikan permohonan atau pengaduan dan permohonan perlindungannya kepada sejumlah media dan aktivis LSM di Pekanbaru, Minggu, (11/09/2016) lalu.

Ironisnya, selama mereka (Kurniama) sebagai karyawan di perusahaan PT. RGMS, mereka mengalami perbuatan yang tidak manusiawi oleh pemilik perusahaan untuk disuruh menempati tinggal di bawah teras tenda saja oleh pihak perusahaan PT. RGMS.

“Kami disuruh pihak perusahaan PT. RGMS menempati dan tinggal di tenda, jika kami tidak mau menempati dan tinggal di tenda tersebut, maka kami diusir dan tidak boleh bekerja. Sementara barak/perumahan yang terbuat dari papan malah dijadikan kandang ayam, ujar karniama dihadapan Wartawan dan LSM.

Dikatakan Kurniama, kami buruh harian lepas bang, kami hanya bisa kerja sepuluh hari dalam sebulan, selain itu kami disuruh istrhat. Jadi mana cukup untuk biaya hidup kami dengan gaji selama sepuluh kerja dalam satu bulan. Jadi mau tidak mau harus kami terima, karena kami butuh biaya hidup.

Bukan itu saja. Kurniama kepada Wartawan menerangkan jika pihaknya telah diberhentikan untuk tidak bekerja dan diusir secara paksa oleh pihak perusahaan pada tanggal 05 September 2016 yang lalu.

Asisten PT. RGMS bernama Fauzi bersama Security, Mandor mengeluarkan barang-barang kami secara paksa, bahkan gaji dan pesangon kami pun tak diberi, ujar Kariama lagi.

Diakui Kariama, perusahaan PT. RGMS juga selalu membeda-bedakan antara beragama dan suku lain, seperti suku Jawa dan Suku Batak yang disuruh menempati tempat tinggal di sebuah barak yang terbuat dari kayu dan beton. Sementara kami dari suku Nias, hanya disuruh menempati dan tinggal di bawah tenda, jelasnya.

Kurniama berharap, agar pihak terkait dari berbagai elemen pemerintah untuk segera bertindak untuk melakukan penyelidikan keberadaan perusahaan PT. RGMS yang diduga penuh ponzoliman dan pelanggaran HAM tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Sekretais Umum DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), B. Anas,  mengencam perilaku PT. RGMS yang dinilai kerap melakukan diskriminasi terhadap pekerja atau karyawannya secara tidak manusiawi. "Penindasan, intimidasi dan diskriminasi yang diperlakukan oleh perusahaan terhadap karyawannya harus dilawan. Karena itu merupakan kejahatan kemanusiaan," tegasnya.

Dtegaskannya, perusahaan kelapa sawit PT. RGMS yang menerapkan aturan serta kebijakan di luar kewajaran prilaku terhadap karyawannya sendiri, sangat bertentangan dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2000.

"Dinas terkait yang membidangi Ketenagakerjaan kita harap agar agresif dan jeli terhadap perusahaan yang nakal. Dinsosnakertrans sebagai pengawas dan pembina terhadap perusahaan dan tenaga kerja harus proaktif dalam menjalankan tugasnya," tandas Anas. (Yana)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas