Headlines News :
Home » » Pesta Ya'ahowu Nias 2016 dan Surfing Internasional di Nias Selatan dan Gunung Sitoli

Pesta Ya'ahowu Nias 2016 dan Surfing Internasional di Nias Selatan dan Gunung Sitoli

Written By Harian Berantas on Saturday, September 17, 2016 | 8:58:00 AM

HARIANBERANTAS, NIAS-- Empat Kabupaten dan 1 kota se-Nias berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata mengembangkan sektor kepariwisataan Pulau Nias dengan menggelar Pesta Ya'ahowu dan surfing internasional yang berlangsung di Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunung Sitoli pada 17-19 September 2016. Pembukaan Pesta Yaahowu 2016 berlangsung di Kabupaten Nias Selatan sejak 6 Agustus 2016 lalu dan penutupannya akan berakhir tempat di Gunung Sitoli-Nias.


Kegiatan ini dimeriahkan sejumlah atraksi budaya, lomba selancar internasional di Pulau Tello, Nias Selatan, upacara adat Nias, atraksi budaya lokal Kepulauann Nias, atraksi tari perang, atraksi lompat batu, kuliner dan pameran kerajinan Kepulauan Nias. Malam puncak penutupan festival budaya yang dimeriahkan oleh artis nasional dan lokal, serta pelepasan 1.000 lampion ke udara.

Dua kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Nias, sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia mewujudkan target rahun ini yaitu 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Nias incorporated di dalamnya selain ada unsur pemerinth 4 kabupaten dan 1 kota, juga ada Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) yang tentu ada wakil dari unsur pelaku usaha, akademisi, komunitas dan media tau Penta Helix.

"Kekompakan seluruh unsur dalam Penta Helix ini akan mempercepat pembangunan kepariwisataan Nias dalam mewujudkan pulau impian yang banyak dikunjungi wisatawan," katanya.

Bupati Nias, Sokhoiatulo Laoli, mengatakan bahwa potensi yang dimiliki Nias sangat besar di pariwisata, hanya saja infrastrukturnya masih harus dikembangkan lagi. Rencananya, di tahun 2016, Bandara Binaka di Nias akan mengalami perbaikan runway sehingga di tahun 2017, pesawat-pesawat yang lebih besar seperti Bombardier CJR 1000 berkapasitas 100 penumpang dapat mendarat di sini.

"Perlu sinergitas antara kabupaten/kota se-Nias untuk mengembangkan pariwisata. Kami memiliki banyak sekali potensi, kami akan memilih yang terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pariwisata agar bisa masuk ke program pengembangan pariwisata nasional," jelas Sokhoiatulo Laoli pada acara launching Nias Pesona Pulau Impian 2016 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata.

Potensi Nias berupa bentang alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade) antara lain lokasi surfing kelas dunia, panorama bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, serta keunikan atraksi budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.

Namun, menurut Menteri Arief Yahya, potensi ini belum dikembangkan secara maksimal karena jumlah kunjungan wisman dan wisnus ke Nias per tahun masih kurang dari 25.000, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB daerah pun masih rendah.

"Apabila landasan pacu di Nias sudah ditambah, kita proteksikan wisatawan akan meningkat jadi 100 ribu orang atau empat kali lipat pada 2019 mendatang," kata Arief Yahya. ***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas