Headlines News :
Home » » Ketua Fraksi PPP DPRD Ketapang Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ketua Fraksi PPP DPRD Ketapang Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Written By Harian Berantas on Thursday, September 15, 2016 | 10:29:00 PM

HARIANBERANTAS, KETAPANG- Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Ketapang Sahrani alias Sahru dilaporkan ke polisi oleh Eko Soemarno. Laporan tersebut disampaikan melalui suratnya ke Kasat Reskrim Polrest Ketapang, bersama alat bukti, tertanggal 19 Agustus 2016. 


Dijelaskan Eko, laporan yang dilakukan terhadap Syahru yang juga Ketua DPC PPP Ketapang baru yang terpilih melalui tim formatur, belum lama ini, berawal dari si istri yang memperlihatkan foto dirinya bermesraan dengan wanita lain. Dimana, foto itu diposting di media sosial facebook, Mei 2016 lalu. Tak pelak dia kaget dan membuat pasangan suami-istri ini kesal.

“Istri saya yang bertugas di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang (PNS) mengaku merasa terpukul sekali. Dia malu terhadap teman-temannya setelah melihat foto editan itu,” katanya.

Dari kejadian itu, Eko mencoba mencari siapa yang mengedit dan menyuruh menyebaran foto yang memalukan tersebut di media facebook. Dengan keterbatasan yang dimiliki, sekitar pertengahan Agustus silam akhirnya orang yang diduga pelakunya ditemukan. Ternyata adalah seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Ketapang bernama Sahru.

Menurut Eko, yang suka berorganisasi ini, munculnya foto tersebut di media sosial membuat dirinya merasa difitnah dan dilecehkan. Perilaku menjijikan itu dianggapnya sebagai upaya pembunuhan karakter, merusak nama baik dan merusak nasab (keturunan).

Dirinya juga menyayangkan bahwa dibalik masalah ini ternyata pelakunya adalah oknum wakil rakyat dari PPP yang notabene partai yang berazaskan islam. “Keluarga kami merasa malu sekali. Untuk itu dia (Sahru-rd) dilaporkan. Disini saya pertegas, yang saya polisikan adalah aktor intelektualnya saja yaitu yang mengedit dan menyuruh menyebarkan foto tersebut. Saya juga berharap agar kasus ini dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Eko.

Sementara Polres Ketapang melalui Surat No B/258/VIII/Reskrim yang ditandatangani Kasat Reskrim AKP Putra Pratama SH SIK tertanggal 31 Agustus 2016 menjelaskan akan menindaklanjuti atas laporan Eko Soemarno, tentang tindak pidana bidang Informasi dan Transaksi Elektronoik. 

Polisi akan melakukan penyelidikan dalam waktu 30 hari dan jika diperlukan waktu akan dilakukan perpanjangan penyelidikan, dan informasi ini akan dikabarkan lebih lanjut. Dalam surat tersebut juga ditunjuk Bripka Hendra Gunawan SH sebagai Penyidik Pembantu dari Unit Idik III.

Dampak dari persoalan ini, Amran dengan nama akun fecebooknya Long Amran juga kena getahnya. Pasalnya, ia juga ikut menposting foto tersebut.

Kepada Wartawan, Amran menjelaskan bahwa dia telah dipanggil polisi untuk diminta keterangan. Dia merasa tidak enak dan merasa takut. Menurutnya, dia tidak punya niat lain kecuali hanya menyalurkan keinginan orang yang mengedit. Foto tersebut diterima melalui inbox di akunnya. Dikatakan, dia menyesal dan merasa diperalat.

Meskipun demikian diakunya, sekarang dia sudah merasa tenang karena telah mendengar penjelasan Eko. Menurutnya, Eko telah bicara dengannya. Eko hanya melaporkan orang yang mengedit dan menyuruh menyebarkan. “Saya tidak mengira kejadiannya sampai sejauh ini dan saya merasa diperalat. Terima kasis Bang Eko atas kebijaksanaanya,” ujar Amran.

Lain Amran lain pula Ishak Madsyah kepada Wartawan membenarkan juga telah dipanggil polisi sebagai saksi terkait laporan ini. Dia diminta keterangan pada Selasa, (6/9) lalu, dan telah memberikan keterangan sejelas-jelasnya.

Dalam kesempatan itu dia juga menceritakan telah melihat dan membaca BAP Sahru. Dimana, menurutnya Sahru telah mengakui dan mengedit foto Eko Soemarno.

“Saya telah dilihatkan BAP Sahru oleh penyidik. Dalam BAP tersebut tertulis bahwa Sahru mengakui mengedit foto tersebut, dengan maksud untuk bergurau,” ujarnya.

Sementara Sahrani alias Sahru, ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengatakan bahwa dia telah mendengar atas laporan seseorang terhadap dirinya. Namun dia tidak ingin berkomentar. 
“Biarlah orang mau bicara apa. Maaf, saya belum dapat memberikan keterangan,” katanya.

Berkaitan lapor melapor ini, Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) Isa Ansyari berpendapat, sangat menyayangkan atas terjadinya pengeditan foto Eko Soemarno. Apalagi dianggapnya yang melakukan pengeditan ini adalah sosok anggota dewan juga seorang figur publik. Ironisnya lagi dikatakannya Sahru adalah seorang ketua DPC PPP yang baru terpilih.

“Jikapun tujuannya untuk bercanda, saya kira sudah keterlaluan, karena editan itu berdampak dengan nama baik seseorang,” ujarnya. Untuk itu dia sangat setuju agar kasus tersebut diproses sesuai dengan ketentuan peraturan hukum yang berlaku. “Sehingga dapat dijadikan pembelajaran bersama,” pungkasnya.(Tris M)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas