Headlines News :
Home » , » Dugaan Penyelewengan ADD/APBD & APBN, Mantan Pj Kades Damai Bengkalis Bakal Dilapor ke Aparat Hukum

Dugaan Penyelewengan ADD/APBD & APBN, Mantan Pj Kades Damai Bengkalis Bakal Dilapor ke Aparat Hukum

Written By Harian Berantas on Friday, September 2, 2016 | 2:58:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga. Serapih apapun bangkai ditutupi, tetap saja bau busuknya akan menyebar kemana-mana. Begitu pun kebohongan dan kecurangan, meski disembunyikan suatu saat akan terbongkar. Kebenaran akan muncul ke permukaan dengan jalan yang terkadang sama sekali tidak terduga.


Dari infestigasi yang dilakukan Wartawan harianberantas.co.id bersama beberapa LSM di lapangan, mantan Penjabat Kades Damai Kecamatan Bengkalis di Kabupaten Bengkalis terindikasi selewengkan dana ADD/APBD dan APBN yang dianggarkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi/pusat.

Tahun anggaran 2015 lalu, Desa Damai Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis mendapat kucuran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBD) dari Pemdakab Bengkalis berkisar senilai Rp1,3 miliar lebih, dana yang berasal dari sumber biaya APBN dari Pemerintah Provinsi Riau berkisar Rp500 juta. Namun pengunaan dan pengelolaan anggaran tersebut penuh kejanggalan dan tidak transparan, diduga kuat dana itu telah diselewengkan oleh mantan Penjabat Kepala Desa Damai Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Erianto SE.

Menurut, Anggota Tim Investigasi aktivis DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), Romadho kepada Wartawan, Jum’at (02/09/2016) mengatakan, Pj Kades Damai Kecamatan Bengkalis, Erianto SE dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran dari Pemdakab Bengkalis dan Pemprov Riau, baik itu ADD/APBD maupun Dana APBN tahun 2015, disinyalir tidak transparan dan diduga anggaran tersebut diselewengkan untuk membeli mobil mewah dan biaya untuk pembangunan rumah pribadi yang terletak di daerah Desa Wonosari termasuk biaya pembuatan pagar besi dan beton rumah miliknya Erianto di daerah Rimbas Sekampung Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Bengkalis.

Adapun Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBD) yang dianggarkan Pemdakab Bengkalis untuk kegiatan yang seharusnya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Damai di Kecamatan Bengkalis pada tahun 2015 senilai Rp1. 380.500,000, atau sebesar Rp1,3 miliar lebih meliputi, anggaran modal belanja penghasilan tetap dan tunjangan belanja pegawai Rp414.000.000, belanja modal pengadaan komputer + printer yang peruntukkannya untuk kebutuhan kantor desa Rp20.000,000, lemari arsip Rp4.000.000, anggaran untuk pembelian kendaraan dinas roda dua (2) Rp45. 000.000, pembelian computer + printer untuk kebutuhan BPD senilai Rp8.000,000, anggaran untuk pembelian meja dan kursi kantor BPD senilai Rp5.000.000.

Biaya penyelenggara Desa Damai atau anggaran biaya untuk honorarium PTPKD yang terdiri biaya untuk kordinator sebesar Rp6.000.000, biaya pelaksana teknis Rp2.700.000, anggaran untuk biaya bendahara PTPKD sebesar Rp3.600.000, biaya untuk honorarium staf desa dengan jumlah 3 orang senilai Rp54. 000,000, biaya untuk konsumsi harian kantor desa senilai Rp600.000, biaya konsumsi rapat BPD, biaya rapat kordinasi diluar desa dan biaya rapat kordinasi BPD dan anggota sebesar Rp15.000.000.

Sementara anggaran biaya untuk pembinaan kemasyarakatan yang meliputi biaya operasional, LKMD, PPK, Karang Taruna, LAMR, PAUD, Kelompok Seni, Rumah Ibadah, Serikat Kematian, BKMT, Pakaian Dinas dan Atribut Linmas, biaya untuk Operasional Posyandu, Poslansia, MDTA Al-Amin, TPA Al-Amin, Linmas sebanyak 6 orang, Insetif dan lain sebagainya sebesar Rp132. 000.000,-

Masih dugaan penyelewengan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBD) yang dianggarkan Pemdakab Bengkalis tahun 2015 yakni biaya untuk pemberdayaan masyarakat termasuk biaya untuk kegiatan pelatihan Kepala Desa dan Perangkat sebesar Rp25.000.000, biaya untuk peningkatan KPMD sebesar Rp10.000.000

Sedangkan biaya yang sumber dananya berasal APBN tahun 2015 yang ditaksir Rp500 juta, diduga hanya digunakan untuk biaya pekerjaan Pembangunan Gapura/Tugu Perbatasan Desa Damai sebesar Rp92. 844.000 saja. Itupun, kondisi pembangunan Gapura/Tugu Perbatasan Desa Damai tersebut, tak kunjung dilaksanakan 100 persen (%).

Atas indikasi penyimpangan/korupsi yang diduga dilakukan sang mantan Pj Kades Damai Kecamatan Bengkalis, anggota tim investigasi DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), Romadho akan melaporkan Erianto ke pihak penegak hukum maupun kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Hal ini lantaran bukti-bukti lain dan diperkuat dengan keterangan beberapa aparat desa maupun keterangan dari berbagai masyarakat setempat,  sudah cukup diperolehnya.

Kabarnya lagi, SPJ-SPJ kegiatan Pemdes Damai pada tahun 2015 hingga kini masih dikantongi sang mantan Pj Kades tanpa diketahui oleh Sekdes dan beberapa bendahara desa yang telah berkali-kali diganti oleh Erianto SE saat menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Damai Kecamatan Bengkalis. “Kami tetap akan laporkan mantan Pj kades ke Polisi dan Kejaksaan termasuk kepada Bupati atas korupsi yang dilakukanya,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Erianto SE, mantan Pj Kepala Desa Damai, ketika dihubungi melalui via ponsel pribadinya, tak diangkat. Sementara konfirmasi/klarifikasi tertulis resmi media dan LSM yang terima sebelumnya, belum terjawab.(Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas